Blog Sivitas




Log Book dan Research Report: Kegiatan Sehari-hari yang Mungkin Terlupakan



Pendahuluan


Sebelum memulai ada baiknya kita memahami definisi berikut yang berkaitan dengan topik yang kita bahas, yaitu[1a][1b]:


  1. Peneliti adalah Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang diberi tugas, tanggung jawab, wewenang, dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan penelitian dan/atau pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada satuan kerja terkait.
  2. Pembantu Peneliti adalah Pegawai Negeri Sipil di lingkungan LIPI baik pejabat fungsional Peneliti maupun nonpejabat fungsional Peneliti yang membantu dan ikut terlibat langsung dalam kegiatan penelitian
  3. Teknisi Peneliti adalah Pegawai Negeri Sipil di lingkungan LIPI yang ikut andil dalam kelancaran kegiatan penelitian, antara lain: penginput data, analis laboratorium, dan lain-lain
  4. Penelitian adalah kegiatan yang dilakukan menurut kaidah dan metode ilmiah secara sistematis untuk memperoleh informasi, data, dan keterangan yang berkaitan dengan pemahaman dan pembuktian kebenaran atau ketidakbenaran suatu asumsi dan/atau hipotesis di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi serta menarik kesimpulan ilmiah bagi keperluan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi
  5. Log book adalah catatan harian teknis yang dibuat oleh seorang Peneliti, Pembantu peneliti, dan/atau Teknisi peneliti yang berisi ide-ide, konsep rinci, rekaman hasil penelitian, dan kesimpulan-kesimpulannya.
  6. Laporan hasil penelitian adalah rangkuman kegiatan penelitian yang ditulis secara ilmiah oleh peneliti setelah berakhirnya kegiatan penelitian.


Dalam artikel ini kita akan menggunakan dua istilah yaitu catatan harian teknis (log book) dan laporan hasil penelitian (research report). Menulis log book dan research report adalah kegiatan rutin yang wajib dilakukan dalam proses penelitian. Log book berupa buku yang sudah baku [2][3] yang digunakan untuk mencatat segala yang berhubungan dengan penelitian secara langsung dan segera pada saat itu juga. Fungsi log book yang sudah baku tidak dapat digantikan oleh perangkat elektronik maupun data digital lainnya. Karena pada saat ini belum ada yang dapat menggantikan kecepatan dan penulisan langsung pada saat itu juga (on the time) selain kombinasi pena dan kertas yang dimiliki log book. Ada fasilitas-fasilitas lain yang tersedia yang menurut pendapat penulis lebih tepat sebagai research report online untuk membedakan dari "the dynamic duo of log book and pen". Seperti Sci-blog yang ditujukan untuk mempermudah kolaborasi ilmiah dalam suatu kelompok riset[4], maupun repositori digital yang di simpan di server institusi, seperti buku-log-ku di jaringan intra LIPI[5]



Selain merupakan kewajiban peneliti, amanat reformasi birokrasi[6], indikator pencapaian kinerja dalam penilaian e-SKP[7] dan bahan acuan untuk melakukan kegiatan di tahun berikutnya[8], dengan membiasakan menulis log book dan research report setiap hari, peneliti melatih keahliannya dalam menulis[9]. Kebiasaan menulis log book dan research report akan mempermudah proses pembuatan karya tulis ilmiah, karena seluruh bahan untuk menulis sudah tersedia melalui log book dan research report, baik itu berupa arsip tinjauan state of the art dari penelitian yang dilakukan[10], bahan dan metoda dari penelitian, uraian hasil dari penelitan, dan kesimpulan-kesimpulan dari hasil penelitian yang dapat menjadi bahan diskusi pada publikasi ilmiah. Bahkan log book dapat menjadi bukti eureka moment dalam kegiatan penelitian[11].



Log book pun merupakan dokumen penting yang harus tersedia jika diperlukan dalam pemeriksaan klirens etik dan publikasi[12][13]. Log book bukan hanya dokumen penting bagi peneliti, untuk perekayasa pun merupakan satuan hasil kegiatan dari tugas kedinasannya[14]. Bagi mahasiswa yang melakukan penelitian, semenjak dini sudah harus dibiasakan untuk menulis log book dan research report, baik dalam bentuk buku[15] maupun bentuk digital[16]. Selain itu log book merupakan dokumen yang disimpan di arsip secara permanen dengan masa dokumen aktif selama satu tahun dan in-aktif selama 4 tahun [17]. Log Book merupakan dokumen milik negara, proses pengisian, kesaksian, penatalaksanaan, verifikasi, keamanan penyimpanan, dan pembinaan pelaksanaan log book dapat dilihat uraiannya pada Perka LIPI No. 02/E/2012[1a][1b].



Log book reguler dan digital


Ide dan miskonsepsi digitalisasi log book reguler


Pelaksanaan[18] dan ide perihal log book elektronik / digital pernah diungkapkan oleh Pak Sunit Hendrana dengan tujuan[19]:


  1. Membiasakan menyimpan arsip hardcopy dan softcopy dari log book secara baik, demi keamanan dan ketersediaan back-up dari data penelitian.

  2. Log book dapat diakses oleh lembaga dan peneliti.

  3. Penyimpanan dalam bentuk elektronik bersifat permanen dalam sistem database di lembaga penelitian yang bersangkutan, sebagai contoh disimpan di buku-log-ku di intra LIPI[5].

  4. Data dalam bentuk elektronik dapat diakses oleh pimpinan lembaga setiap saat.

  5. Data riset dalam log book merupakan intangible assets yang bisa diubah menjadi tangible assets, misalnya melalui proses inovasi yang dilakukan oleh lembaga, dengan atau tanpa peneliti yang bersangkutan. Tentu saja dengan mempertimbangkan hak kekayaan intelektual dari peneliti.



Kelebihan dari log book reguler adalah kemudahan dalam penggunaannya, tabel dapat dibuat dan diperbaiki secara cepat, gambar sketsa dapat dibuat dan tanpa resiko komputer "nge-hang / nge-lag" (computer crash causing delays)[20]. Kelebihan dari log book reguler pada saat ini dapat dilaksanakan dengan mudah dalam bentuk elektronik, tabel dapat dibuat dengan cepat dan rapi, gambar sketsa dapat dibuat dengan berbagai perangkat lunak yang tersedia, bahkan sketsa yang dibuat dengan tulisan tangan dapat didigitalisasi dengan menggunakan kamera dan dilampirkan dengan mudah pada dokumen. Perihal keterbatasan komputer seperti yang tersebut diatas, dengan spesifikasi komputer yang umum tersedia pada saat ini kecil kemungkinan hal itu terjadi. Penulis saat ini menggunakan sistem operasi Linux yang mendukung operasi multitasking dengan baik, dan keterbatasan komputer tersebut jarang penulis alami.



Kekurangan dari log book yang ditulis tangan adalah membutuhkan waktu yang banyak untuk memuat duplikat dan pendistribusian kepada anggota proyek penelitian yang terlibat, baik didalam negeri maupun di luar negeri. Ketika log book selesai ditulis isinya hanya dapat diakses secara lokal. Selain itu apabila proses penulisan yang tergesa-gesa akan sulit untuk dipahami kembali di waktu yang akan datang, bahkan oleh penulisnya sendiri[20].



Dari uraian diatas dapat penulis simpulkan bahwa segala manfaat yang diperoleh dari log book dapat kita peroleh secara maksimal dengan mentransformasikan informasi yang terdapat pada log book menjadi sebuah research report yang ditulis pada hari yang sama. Ada kalimat yang menarik untuk disikapi dalam format baku log book[2][3], yaitu "Hanya diisi ketika ide, konsep, gagasan, data hasil penelitian diduga terkait dengan HaKI Saudara". Hal yang berkaitan dengan penelitian kita baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat kita tuangkan pada research report demi menjaga keorisinilan dari catatan harian kegiatan penelitian kita. Tentunya lokasi penyimpanan berkas research report dapat kita tuliskan pada log book.




Transformasi log book menjadi research report digital


Dengan mempertimbangkan faktor-faktor yang dikemukakan diatas, penulis mengajukan solusi research report digital untuk mencapai tujuan dan manfaat log book secara penuh dan profesional. Proses-proses yang terjadi dalam kegiatan penelitian yang melibatkan log book dan research report digital diuraikan sebagai berikut.

Transformasi log book menjadi research report digital dibuat dalam portable document format (pdf), proses penulisannya bisa menggunakan perangkat lunak word processor seperti Microsoft Word, OpenOffice, LibreOffice, dan LaTeX yang memiliki kemudahan untuk proses konversi menjadi file pdf. Dari pengalaman penulis dalam menulis log book dan laporan penelitian harian, penulisan menggunakan LaTeX lebih menarik dan menyenangkan, selain tampilan akhir dari dokumen yang rapi, kita hanya fokus pada penulisan isi / konten, tanpa perlu mengubah terlalu banyak dalam tampilan akhir dari dokumen. Kemudahan dalam melampirkan gambar, persamaan matematis, dan membuat dokumen dalam format yang lazim dalam komunikasi ilmiah lebih mudah dilakukan. LaTeX merupakan format baku yang biasa digunakan komunitas ilmu pengetahuan dalam melakukan komunikasi dan publikasi ilmiah. Selain itu LaTeX juga tersedia sebagai free software[21]


Log book memiliki bagian yang terdiri dari[2][3]:


    Bagian depan
  1. Halaman sampul
  2. Halaman identitas
  3. Spesimen tanda tangan
  4. Petunjuk penggunaan
  5. Panduan manajemen paten
  6. Daftar isi

    Bagian isi
  7. Log book

    Bagian belakang
  8. Daftar istilah tidak baku.

Seluruh bagian depan sudah merupakan format baku yang tidak akan berubah selama penelitian berlangsung, kecuali daftar isi yang merupakan kompilasi dari bagian isi log book. Daftar isi dibuat pada akhir kegiatan penelitian sehingga dapat mencakup seluruh isi dari log book secara kronologis, lengkap dan sistematis. Daftar istilah tidak baku dapat segera ditambahkan ketika istilah tersebut muncul. Dalam proses transformasi log book menjadi research report digital, seluruh bagian tersebut digabung dan dikompilasi pada akhir kegiatan penelitian secara jelas, kronologis, lengkap, dan sistematis tanpa permasalahan adanya halaman yang kosong, maupun buku yang terpisah. File pdf lengkap tersebut dapat dicetak sesuai jumlah yang diperlukan untuk keperluan peneliti, satuan kerja, lembaga/institusi, dan arsip. Sehingga pada akhir kegiatan peneliti memiliki log book dan research report lengkap hasil proses intelektual yang dilakukan peneliti setiap hari. Peneliti dapat memiliki catatan sebanyak 365 hari dari kegiatan intelektualnya, karena pada hakikatnya kerja intelektual peneliti (researcher) dan ilmuwan (scientist) terjadi setiap saat.



Bagian isi dari log book merupakan komponen yang penting dan utama. Dengan menulis kembali log book menjadi research report menggunakan LaTeX, atau perangkat lunak lainnya yang kemudian dikonversi menjadi berkas pdf, kita dapat membuat dokumen yang dapat dibaca dan dimengerti oleh rekan sejawat sebagai saksi dari kegiatan penelitian dengan membubuhkan tanda tangan digital disertai tanggalnya, hingga kemudian kita dapat menyimpannya di fasilitas buku-log-ku di intra LIPI, setiap hari. Dengan demikian kita memiliki 3 tempat penyimpanan yaitu:



  1. Komputer dengan multiple back-up, peneliti biasanya memiliki 1 sampai 2 back-up di portable hard disks bahkan RAID storage demi keamanan data.
  2. Format cetak yang kita buat pada hari yang sama.
  3. Repositori di database lembaga/institusi.

Jika lembaga atau institusi tidak memiliki repositori khusus untuk menyimpan hasil transformasi log book menjadi research report, kita dapat menggunakan cloud storages dengan tingkat keselamatan data (safety) yang baik, walaupun penulis menyarankan sebaiknya disimpan di jaringan yang dikelola oleh institusi / lembaga tempat peneliti melakukan kegiatannya dengan pertimbangan keamanan (security) dari data. Dengan adanya research report hasil dari transformasi log book yang tersimpan di database lembaga, memudahkan kepala satuan kerja dan eselon diatasnya untuk melakukan verifikasi dari log book melalui research report yang kita tulis, baik secara harian, maupun pada akhir kegiatan penelitian.



Dari uraian yang penulis sampaikan diatas, penggunaan dan pemanfaatan transformasi log book menjadi research report mempermudah dan mempercepat proses pelaksanaan pengisian, kesaksian, penatalaksanaan, verifikasi, keamanan penyimpanan, dan pembinaan pelaksanaannya sesuai dengan peraturan yang berlaku[1a][1b]. Selain itu dengan melakukan transformasi log book menjadi research report setiap hari, melatih peneliti dalam menulis, meningkatkan kemahiran dalam menggunakan aplikasi LaTeX, dan mempermudah proses pembuatan karya tulis ilmiah, karena seluruh data tersedia dalam format yang lazim digunakan dalam pengiriman naskah di komunitas ilmiah, secara cepat dan menyenangkan.


Semoga tulisan ini dapat memicu peneliti untuk lebih bersemangat dan melaksanakan kegiatannya sehari-hari dengan cepat, cerdas, dan cermat dengan membiasakan mengolah / mentransformasi log book menjadi research report. Hingga dapat aktif menghasilkan ilmu pengetahuan baru, menghasilkan karya tulis ilmiah yang berkualitas dan paten yang dimanfaatkan oleh masyarakat secara cepat, sebagai tanggung jawab peneliti kepada rakyat, bangsa, negara dan umat manusia.



Postscript.

Bagi pembaca yang ingin mulai menulis laporan hasil penelitian menggunakan LaTeX, penulis menyarankan untuk menggunakan aplikasi perangkat lunak gummi LaTeX pada sistem operasi Ubuntu Linux. Berdasarkan yang penulis alami, aplikasi dan sistem operasi tersebut cukup sederhana untuk dapat segera diaplikasikan. Jika ada yang membutuhkan template LaTeX dari research report seperti uraian diatas dapat mengunjungi situs Overleaf. Selain itu bagi pengguna iOS atau Mac dapat menggunakan aplikasi Texpad, yang penulis rasakan cukup nyaman sehingga kita dapat menulis setiap saat melalui iPad. Terima kasih atas waktu dan perhatiannya. Merdeka!



Referensi


[1a] LIPI, Peraturan Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Nomor 02/E/2012 tentang Catatan Harian Teknis Kegiatan Penelitian (Log Book) di Lingkungan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, 2012

[1b] LIPI, Peraturan Kepala LIPI Nomor 02/E/2012 tentang Catatan Harian Teknis Kegiatan Penelitian (Log Book) di Lingkungan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, 2012

[2] LIPI, Desain Log Book LIPI Versi A4, 2012

[3] LIPI, Desain Log Book LIPI Versi A5, 2012

[4] LIPI, Scientific Web-log, 2004

[5] Surapermana, Ahmad Saefudin., Berkolaborasi dengan Intranet LIPI, 2009

[6] UPT Balai Pengembangan Instrumentasi - LIPI, Silaturahmi menjelang Ramadhan dan Sosialisasi RB, 2014

[7] P2SMTP-LIPI, P2SMTP-LIPI, Fokus Meningkatkan Kinerja, 2013

[8] Kedeputian Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik - LIPI, Rumusan Hasil Rapat Kerja Kedeputian Bidang IPT Tahun 2009, 2009

[9] Suherman, Peneliti dan Budaya Baca, 2014

[10] Adityo, Firman., Perencanaan Strategis Arsip Dalam Penelitian, 2012

[11] Hidayat, Adjar Irawan S., Telaah - 43 Tahun Nuklir Indonesia, 2007

[12] LIPI, Peraturan Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Nomor 5 Tahun 2014 tentang Kode Etika Publikasi Ilmiah, 2014

[13] Majelis Profesor Riset (MPR)- LIPI, Konsep Pedoman Penilaian Etika Penelitian dan Publikasi, 2013

[14] BPPT, Keputusan Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Nomor 01/Kp/BPPT/I/2009 tentang Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka Kreditnya, 2009

[15] Balai Pengolahan Mineral Lampung - LIPI, Tata Cara Pendaftaran Pengajuan PKL/TA/Thesis Bagi Mahasiswa, 2015

[16] Pusat Penelitian Fisika - LIPI, Panduan Pengisian Pendaftaran PKL / TA dan Penggunaan Aplikasi Online Jasa dan Informasi Pusat Penelitian Fisika - LIPI, 2014

[17] LIPI, Peraturan Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Nomor 6 Tahun 2014 tentang Pedoman Jadwal Retensi Arsip Penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, 2014

[18] Hendrana, Sunit., iPad-like Properties Computer : On Managing Intangible Assets, 2012

[19] Hendrana, Sunit., Sifat Tabligh Peneliti, 2011

[20] CERN, ATHENA tests the digital logbook, 2005

[21] LaTeX - A document preparation system, diakses 16 Agustus 2015


about author

Sandi Sufiandi Ph.D.

197901082008011008

Pusat Penelitian Biomaterial

Komentar (0)

Bagaimana Reaksi Anda Tentang Blog ini?


Tinggalkan Komentar

gambar

Komentar di Facebook
jQuery cookie Style Colors Switcher