Blog Sivitas

Kebutuhan pangan lokal di Indonesia saat ini cukup tinggi dan tentunya hal ini perlu didorong oleh sumber pasokan pangan yang memadai. Namun, ada beberapa masalah yang timbul terkait jumlah bibit pangan dalam negeri yang terbatas, seperti pagi, jagung, dan kedelai. Hal ini tentunya akan membuat pemerintah bergerak untuk mengimpor beberapa bibit-bibit tersebut dari luar negeri supaya kebutuhan pangan di Indonesia dapat tercukupi. Salah satu faktor yang membuat terbatasnya jumlah bibit adalah kurangnya teknologi untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas tanaman pangan. Oleh karena itu, diperlukan metode alternatif guna meningkatkan kualitas dan kuantitas bibit tanaman pangan.

Dari berbagai macam cara treatment pembibitan, penggunaan zat kimia seperti pupuk dan obat masih sering dijumpai. Hal ini dinilai kurang ramah lingkungan dibandingkan dengan menggunakan treatment secara fisika, yakni dengan menggunakan sumber medan magnetik untuk treatment bibit. Selain pembuatannya yang relatif mudah, penggunaan medan magnetik ini tidak menimbulkan degenerasi sel-sel makhluk hidup dan pencemaran lingkungan karena bukan merupakan sumber medan peng-ion, layaknya sinar-X dan Gamma, dan kekuatan medannya dapat dikontrol oleh peralatan dan komputer.

Ada berbagai metode untuk menggunakan medan magnetik sebagai triger perkecambahan bibit, yakni dengan menggunakan magnet alami dan magnet buatan (sistem elektromagnetik). Penggunaan sistem pembangkit medan magnet berupa elektromagnetik sudah dikenal secara luas setelah ditemukan konsepnya oleh Biot-Savart, Lorentz, dan Faraday di tahun 1820an. Diawali dari pemberian arus listrik pada kawat penghantar yang menghasilkan medan magnetik disekitarnya hingga dibentuk kumparan kawat dalam berbagai macam bentuk yang menghasilkan medan magnetik yang homogen (Helmholtz Coil). Dengan menggunakan kumparan berbentuk ruang kosong di bagian tengah (seperti silinder), bibit dapat dengan mudah diletakkan dan dipapari oleh medan magnetik yang dihasilkan oleh kumparan tersebut. Adapun parameter-parameter yang dapat divariasikan adalah besarnya arus listrik yang mengalir, sifat arus listrik (AC atau DC), dan lamanya waktu pemaparan medan magnetik pada bibit.

Medan magnetik dapat menghasilkan efek-efek positif berupa :
·         Percepatan perkecambahan bibit
·         Pertumbuhkembangan tanaman (panjang akar, lebar daun, massa kering daun)
·         Penambahan jumlah buah dan mempercepat masa panen
·         Dll.

Penelitian-penelitian yang berkembang saat ini masih banyak dilakukan sebatas pengamatan secara fisiologis pada percekambahan bibit sedangkan penelitian yang fokus pada perubahan-perubahan yang terjadi pada bibit tanaman dalam skala mikroskopis (seperti struktur sel dan jaringan) akibat pemberian medan magnetik belum banyak dilakukan karena perlu dianalisis tahap lanjut dan perlu bekerjasama dengan bidang keilmuan lain seperti biologi, bioteknologi, dan mikrobologi.




about author

Yudhistira S.Si.

198912262014011003

Biro Organisasi dan Sumber Daya Manusia

Komentar (0)

Bagaimana Reaksi Anda Tentang Blog ini?


Tinggalkan Komentar

gambar

Komentar di Facebook
jQuery cookie Style Colors Switcher