Blog Sivitas

Tanggal 25 Juli 2017 lalu saya menghadiri “summer program 2017” yang disponsori oleh University of Tsukuba, Algae Biomass and Energy System (ABES), dan Algae Industry Incubation Consortium Japan (AIIC) yang diselenggarakan di tokyo-Jepang. Acara ini memfasilitasi kehadiran para peneliti, dosen dan mahasiswa serta perusahaan berbasis biomassa alga.  Denso, Euglena, DIC dan MicroAlgae merupakan 4 perusahaan besar yang menjadi presenter dalam acara simposium tersebut. Keempat perusahaan tersebut menggunakan biomasa dari mikroalga untuk menghasilkan berbagai produk seperti produk kecantikan krim kulit, produk minuman suplemen kesehatan, produk makanan dengan menambahkan pewarna alami dari alga dan lain sebagainya. Berikut ini webpage yang dapat dikunjungi untuk mengetahui lebih detil produk yang dihasilkan oleh 4 perusahaan tersebut.

https://www.moina.net/

http://www.euglena.jp/

http://www.dlt-spl.co.jp/

http://www.mac-bio.co.jp/

Dalam simposium tersebut terungkap setidaknya ada 4 jenis alga yang penting (ada yang menyebutnya sebagai alga berkelas bisnis) digunakan di dunia industri Jepang. Keempat spesies tersebut adalah Botryococcus sp., Arthrospira sp. atau yang lebih dikenal dengan Spirulina, Euglena sp dan Dunaliella sp. Menurut Professor Isao Inoue ,ketua AIIC , alga telah ditemukan di berbagai habitat seperti pegunungan es, kawah pegunungan, di dalam tanah dan batu. Penelitian mengenai alga telah menyebar seiring dengan pengetahuan mengenai keragaman fungsi sel alga dan aktivitas fisiologi di dalamnya. Namun demikian, menurut beliau pemanfaatan sumber daya hayati ini belum optimal, masih banyak spesies alga yang belum banyak terungkap manfaatnya. Sementara itu dalam sambutannya sebagai perwakilan University of Tsukuba, Kazuo Kadowaki memaparkan bahwa universitasnya menaungi penelitian mengenai pemanfaatan alga dalam sistem energi ramah lingkungan.  Riset pemanfaatan biomassa alga ini disebut sebagai bagian dari revolusi material. Sayapun mendapat kesempatan menyajikan poster dengan topik “contribution of dissolved humic substances from peatwater for algal biomass production”. Poster ini ditujukan untuk memberikan informasi bahwa kandungan senyawa organik terkhusus senyawa humat dalam gambut terindikasi mampu meningkatkan produksi biomassa alga. 

Bercermin dari pertemuan tersebut, saya sangat berharap penelitian dengan memanfaatkan bioresource alga di Indonesia semakin berkembang, terlebih disinyalir di negara beriklim tropis seperti Indonesia masih sangat banyak spesies alga yang belum banyak terungkap manfaatnya. Adanya kerjasama harmoni dari universitas, lembaga riset dan perusahaan diyakini akan mengakselerasi revolusi material berbasis biomassa alga ini. Partisipasi masyarakat untuk menggunakan produk berbahan baku biomassa alga tak kalah penting untuk menstimulasi pengembangan produk produk yang sudah beredar. 

about author

Hani Susanti M.Si

197905182010122001

Biro Organisasi dan Sumber Daya Manusia

Komentar (0)

Bagaimana Reaksi Anda Tentang Blog ini?


Tinggalkan Komentar

gambar

Komentar di Facebook
jQuery cookie Style Colors Switcher