Blog Sivitas

Pengembangan sistem informasi baik yang bersifat online maupun offline sudah menjadi sebuah kebutuhan dalam pengelolaan proses bisnis organisasi saat ini. Tuntutan untuk memberikan performa layanan yang maksimal baik untuk konsumen internal maupun eksternal akan menuju pada pemanfaatan teknologi informasi sebagai alat bantu mewujudkan tuntutan tersebut. Sistem informasi akan dikembangkan sesuai dengan proses bisnis terdahulu yang sedang berjalan dan setiap elemen dalam proses bisnis dianalisa dalam tahapan perencanaan agar sistem yang baru akan benar-benar dapat diaplikasikan dan memecahkan masalah yang berusaha untuk diselesaikan. Setelah proses pengumpulan data baik dengan cara wawancara maupun metode lainnya, pada tahap modeling aplikasi akan melibatkan kegiatan perancangan. Tahap ini, selain melihat proses bisnis lama/konvensional akan memperhatikan kaidah-kaidah dalam perancangan desain. Desai database akan mengikuti prinsip dan aturan dalam perancangan database, user interface juga akan mengikuti prinsip umum desain interfase. Dalam perancangan user interface akan menggunakan acuan prinsip umum desain user interface yang di perkenalkan Deborah J.Mahyew.

Deborah J mahyew memiliki 17 prinsip dalam perancangan sistem agar sistem yang dibuat menghasilkan hasil yang maksimal dan mudah digunakan oleh pengguna. Adapun 17 prinsip tersebut sebagai berikut :
  • User Compatibility,
    Tampilan sistem harus menyesuaikan dengan tipe pengguna yang akan menggunakan sistem. Setiap pengguna akan memilik tipe yang berbeda-beda dalam penggunaan sistem. Sebagai contoh, pengguna anak-anak harus mendapatkan sistem dengan tampilan yang tidak dewasa;
  • Product Compatibility,
    Produk sistem harus dapat menyesuaikan fungsinya untuk berbagai macam user baik itu orang awam ataupun orang yang sudah mengenal komputer/teknologi.
  • Task Compatibility,
    berarti fungsional dari task/tugas yang ada harus sesuai dengan tampilannya. misal untuk pilihan report, orang akan langsung mengartikan akan ditampilkan laporan. sehingga tampilan yang ada bukanlah tipe data (dari sisi pemrogram).
  • Work Flow Compatibility,
    aplikasi bisa dalam satu tampilan untuk berbagai pekerjaan. Jika tampilan yang ada hanya untuk satu pekerjaan saja. Misal untuk kirim mail, maka kita harus membuka tampilan tersendiri untuk daftar alamat.
  • Consistency.
    Konsisten dalam penggunaan bahasa dan model bentuk agar tidak membingungkan konsumen seperti bahasa,jika kita menggunakan istilah “simpan” maka jangan menggunakan “save” pada form lain.
  • Familiarity,
    Berusaha menggunakan icon-icon atau istilah-istilah yang banyak dikenal masyarakat umum akan lebih memudahkan dalam penggunaan
  • Simplicity,
    Aplikasi/sistem harus bersifat sederhana dan mudah digunakan. aplikasi harus menyediakan pilihan default untuk suatu pekerjaan.
  • Direct Manipulation,
    manipulasi secara langsung. misalnya untuk mempertebal huruf, cukup dengan ctrl+B.
  • Control,
    berikan kontrol penuh pada user, tipikal user biasanya tidak mau terlalu banyak aturan.
  • WYSIWYG,
    Membuat sistem yang sesuai dengan alur proses bisnis sebenarnya/yang lama akan memastikan fungsi sistem sesuai tujuan. What You See Is What You Get, buatlah tampilan mirip seperti kehidupan nyata user.
  • Flexibility,
    Tool/alat yang bisa digunakan user. jangan hanya terpaku pada keyboard atau mouse saja.
  • Responsiveness,
    Tampilah harus dapat merespon segala bentuk kemungkinan yang mungkin terjadi pada sistem saat digunakan mulai seperti waktu tunggu dan kegagalan sistem harus menampilkan apa agar tidak membosankan.
  • Invisible Technology.
    user tidak penting mengetahui algoritma apa yang digunakan. Contohnya untuk mengurutkan pengguna tidak perlu mengetahui algoritma yang digunakan programmer (max sort, bubble sort, quick sort, dst)
  • Robustness,
    handal. Dapat mengakomodir kesalahan user. jangan malah error, apalagi sampai crash.
  • Protection,
    melindungi user dari kesalahan yang umum dilakukan. Misalnya dengan memberikan fitur back atau undo.
  • Ease of Learning aplikasi
    mudah dipelajari dan sederhana namun aplikatif dalam fungsi dan penggunaan
  • Ease of use,
    aplikasi harus mudah digunakan sehingga tidak membingungkan konsumen dalam membantu proses bisnis yang berjalan.

Kebun Raya Purwodadi sebagai sebuah unit pemerintah yang memiliki peran pariwisata dan pendidikan, memiliki layanan-layanan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat umum dan masyarakat ilmiah. Adapun beberapa layanan tersebut dapat dibagi menjadi 3 kelompok layanan yaitu :
  1. Layanan Koleksi,
    Layanan koleksi menyediakan layanan berupa informasi dimana didalamnya ada informasi koleksi, informasi biji, informasi tanaman pengembangan,dll
  2. . Layanan Pendidikan
    Layanan ini mencakup layanan identifikasi tanaman, pemanduan wisata, pemanduan ilmiah,dll
  3. Layanan Fasilitas
    Mencakup sewa Guesthouse, Ruang pertemuan, sewa lokasi,hingga sewa gedung untuk acara-acara yang dibutuhkan pelanggan.
Sebelum tahun 2014, Pelayanan reservasi hanya dapat dilakukan apabila pengunjung datang ke kantor Kebun Raya Purwodadi dan layanan seperti ini banyak mendapat saran dan kritik dari para pengguna layanan Kebun Raya Purwodadi karena untuk pengguna yang berdomisili jauh dari Kebun Raya Purwodadi tidaklah efisien dan memakan banyak waktu dan biaya jika harus datang langsung hanya untuk mendapatkan sebuah informasi sebelum penggunaan layanan tersebut. Selain itu, pengunjung juga mengharapkan dapat mengetahui karakteristik layanan,harga dan posisi area jika mereka ingin mengadakan acara atau menggunakan layanan yang ditawarkan kebun Raya Purwodadi yang lain. Berawal dari harapan-harapan dan keinginan untuk meningkatkan kualitas mutu pelayanan yang efektif dan aplikatif, Kebun Raya Purwodadi berusaha memanfaatkan teknologi Informasi yang beberapa tahun belakangan ini sudah sangat familiar di masayrakat indonesia untuk menghadirkan sistem reservasi yang pengguna bisa melakukan pemesanan, tracking status, mendapat informasi layanan dan mendapat informasi terkait koleksi di Kebun raya Purwodadi. Pengembangan dan penyempurnaan juga terus menerus dilakukan salah satunya dengan mendesai aplikasi yang dapat dengan mudah diakses oleh pengguna dari berbagai latarbelakang dan usia serta dapat digunakan baik melalui desktop PC hingga ponsel pintar yang selalu menjadi sahabat manusia akhir-akhir ini.

Layanan-layanan tersebut harus diinformasikan ke pengguna dan harus lebih dimudahkan dalam proses reservasinya serta harus dapat memberikan kemudahan bagi konsumen seperti tuntutan konsumen. Pengembangan dan pemanfaatan sistem reservasi online memang dirasa sangat dibutuhkan oleh Kebun Raya Purwodadi untuk memudahkan pelanggan dalam mendapatkan layanan dan memperluas jangkauan layanan. Sejak tahun 2014 sudah mulai digunakan reservasi online oleh kebun raya purwodadi. Evaluasi dan pengembangan juga terus dikerjakan untuk menyempurnakan dan mengembangkan sistem kearah yang lebih baik. Desain terbaru layanan reservasi online kebun raya purwodadi berusaha menghadirkan kemudahan bagi pengguna dan aplikatif dalam mempermudah proses bisnis yang ada. Untuk itu, dalam perancangan antar muka reservasi online berusaha mengadobsi prinsip perancangan antar muka Deborah J Mahyew. Walaupun belum sepenuhnya dapat diaplikasikan, sebagian besar dari tujuh belas prinsip tersebut berusaha diaplikasikan dalam sistem reservasi online kebun raya purwodadi.
Adapun beberapa prinsip yang diterapkan dalam pengembangan Layanan Reservasi online Kebun Raya Purwodadi sebagai berikut :
  • User Compatibility,
    Sistem reservasi online Kebun Raya Purwodadi berusaha menyesuaikan tampilan dengan segmen pengguna Kebun Raya Purwodadi yang mencakup segala segmen pengguna. Penggunaan gambar besar dengan informasi penting yang perlu pengguna ketahui di muka akan memudahkan pengguna yang tidak hanya dewasa tapi menarik untuk kalangan muda.
  • Product Compatibility,
    Sistem Reservasi Online pada Kebun Raya Purwodadi memposisikan diri untuk dapat digunakan oleh baik orang awam hingga pengguna yang sudah terlatih menggunakan teknologi. Untuk pengguna awam disediakan petunjuk penggunaan berupa video dan panduan pembayaran berupa gambar.




  • Task Compatibility,
    Setiap menu yang ada pada sistem reservasi online akan menampilkan tugas sesuai dengan namanya. Reservasi online akan menampilkan Form reservasi online, Layanan Online akan menampilkan berbagai jenis layanan yang dapat dilayani secara online begitu juga dengan menu lainnya.
  • Work Flow Compatibility,
    Alur kerja dari sistem disesuaikan dengan alur kerja proses bisnis yang sesungguhnya terjadi pada sistem. Pada form reservasi, pengguna akan dituntun secara runut sesuai alur prosesnya.
  • Consistency.
    Penggunaan bahasa dan simbol dalam sistem tidak terdapat kata atau simbol ganda untuk satu fungsi atau sebaliknya
  • Familiarity,
    Penggunaan istilah umum dan bahasa yang banyak dimengerti oleh pelanggan kebun raya juga menjadi faktor yang diperhatikan dalam sistem reservasi ini. Misalnya penggunaan kata Layanan Fasilitas akan langsung dengan Layanan yang ditawarkan terkait fasilitas yang dimiliki kebun raya purwodadi.
  • Simplicity,
    Penggunaan Menu-menu yang disederhanakan dengan perwakilan gambar pada halaman utama akan memudahkan dalam penggunaan sistem ini. Selain itu pengklasifikasian layanan menggunakan prinsip umum ke khusus dengan status bar yang menginformasikan kedalaman jelajah website memudahkan pengguna dalam navigasi website reservasi online.
  • Control,
    Kontrol penuh proses reservasi menyesuaian dengan pengguna dan meminimalizir aturan-aturan yang merepotkan pengguna dalam melakukan reservasi
  • WYSIWYG,
    Urutan Menu Pada sistem reservasi online kebun raya purwodadi disesuaikan dengan proses bisnis yang dilakukan pengguna. Sehingga tujuan dibangunya sistem reservasi online tetap terjaga.
  • Flexibility,
    Penggunaan gambar dan simbol serta huruf dengan font besar serta teknologi yaang mampu merespon perubahan layar akan memudahkan pengguna yang menggunakan ponsel pintar dalam menggunakan sistem ini
  • Responsiveness,
    Kami berusaha menampilkan sistem yang responsif dan tidak membosankan sehingga segala informasi dapat di infokan kepada konsumen
  • Invisible Technology.
    Pengguna hanya disiapkan untuk menggunakan sistem reservasi online dengan berbagai latar belakang tanpa harus mengetahui kode-kode program dalam sistem.
  • Robustness,
    Pada form reservasi kita menggunakan peringatan apabila ada form yang terlewat dan pengguna lupa menginput. Sehingga peringatan tersebut dapat membantu mengingatkan pengguna.
  • Ease of Learning.
    Aplikasi reservasi online ini mudah dipelajari dan sederhana namun aplikatif dalam fungsi dan penggunaan
  • Ease of use,
    aplikasi harus mudah digunakan sehingga tidak membingungkan konsumen dalam membantu proses bisnis yang berjalan
Dengan Penerapan sebagian besar prinsip umum desain antar muka tersebut, diharapkan sistem reservasi layanan online Kebun Raya Purwodadi dapat menjadi solusi dan lebih meningkatkan pelayanan Kebun Raya Purwodadi kepada konsumen. Sistem ini juga menjadi contoh eksistensi teknologi informasi dalam menjawab tantangan-tantangan untuk menyelesaikan setiap masalah dalam proses bisnis yang terjadi di organisasi. Selain itu, pengembangan pelayanan secara terus menerus yang berdasarkan pada kenyamanan konsumen menjadi tolak ukur seberapa pentingnya konsumen dimata konsumen. Selamat menikmati layanan terpadu kami.

about author

Heri Apriyanto S.Kom.

198904072010121002

Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Purwodadi

Komentar (2)

Bagaimana Reaksi Anda Tentang Blog ini?


Tinggalkan Komentar

gambar

Komentar di Facebook
jQuery cookie Style Colors Switcher