Blog Sivitas

Berikut ini perkenankan kami menginformasikan masalah akreditasi jurnal
serta regulasi yang menyertainya. Regulasi baru (revisi) ini kalau tidak
meleset akan diberlakukan mulai bulan Juni 2002. Saat ini regulasi tsb sedang
dalam proses penggodokan oleh Depdiknas dan LIPI.Sesuai dengan rancangan regulasi, diberlakukan sistem akreditasi terhadap
jurnal seperti selama ini. Berdasarkan hasil penilaian akan ditentukan
kategori jurnal :


  1. Terakreditasi dengan nilai A
  2. Terakreditasi dengan nilai B
  3. Terakreditasi dengan nilai C
  4. Semi-populer
  5. Populer
Kategori nomor 1-3 termasuk dalam kategori "jurnal terakreditasi", sedangkan
nomor 4-5 termasuk kategori "jurnal tidak terakreditasi". Masa berlaku
akreditasi ini 3 tahun dan harus diperbarui.Yang terpenting, ada konsekuensi dari peringkat ini terhadap penentuan nilai
KUM dari artikel di dalam jurnal-jurnal tsb. Hal ini yang selama ini belum
diberlakukan secara ketat, sehingga para penilai di P2JP mendasarkan
penilaiannya pada "selera masing-2" tanpa ada standar baku. Yaitu, untuk
jurnal terakreditasi bisa dinilai sampai sebesar 25 kredit seperti selama ini
dan bisa masuk sebagai "unsur utama", sedangkan untuk jurnal tidak
terakreditasi hanya bisa dimasukkan sebagai "unsur penunjang" alias seperti
kredit Pengabdian Masyarakat dengan nilai maksimal 10 kredit.Juga perlu diinformasikan bahwa saat ini sekalipun TIDAK ADA kriteria jumlah
halaman minimal dalam penentuan kredit atas suatu artikel. Dulu memang pernah
ada ketentuan minimal 1000 kata, namun inipun sebenarnya sudah tidak berlaku
karena memang tidak relevan. Misalnya untuk artikel bidang Matematika yang
hanya 1-2 halaman dan dipenuhi persamaan tentu tidak bisa disamakan dengan
artikel bidang sosial dsb.Terakhir, ada usaha dari (terutama) Depdiknas untuk mendorong pengelolaan
jurnal oleh Himpro (Himpunan Profesi). Karena diharapkan lebih independen dan
mencakup level nasional. Ini ditunjukkan dengan disediakannya dana bantuan
Jurnal Himpro, pemberian nilai akreditasi yang lebih tinggi, dsb. Sebab
selama ini lebih banyak tipe "jurnal saya" atau minimal "jurnal kita" yang
dikelola oleh lembaga sendiri atau jurusan, maksudnya kita buat sendiri,
diisi paper kita sendiri, dinilai oleh kita sendiri dan akhirnya dibaca oleh
kita sendiri juga ;-(. Akhirnya semua hanya jadi kecil dan kesulitan
mendapatkan artikel.Untuk itu, meski ini hanya himbauan, diharapkan semua pihak untuk turut
mendukung keberadaan jurnal-jurnal HFI. Terlebih dengan sistem yang sekarang
diberlakukan kami kira sudah cukup transparan, efisien dan fair bagi semua
pihak. Untuk jangka panjang kami kira juga tidak ada alternatif lain yang
lebih baik selain mengharapkan kesinambungan jurnal-jurnal HFI sebagai pilar
utama organisasi profesi dan keberadaan komunitas fisika di Indonesia.a.n. Redaksi HFI

about author

Dr. Laksana Tri Handoko M.Sc.

196805071987121001

Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Komentar (2)

Bagaimana Reaksi Anda Tentang Blog ini?


Tinggalkan Komentar

gambar

Komentar di Facebook
jQuery cookie Style Colors Switcher