Blog Sivitas

A. Banyak pertanyaan seputar apakah pemakaian internet sudah bisa diandalkan
untuk semua aspek penyelenggaraan seperti yang dilakukan saat ini Untuk menjawab ini bisa diberikan data statistik pada SFN XIX kali ini :


  • jumlah total pendaftar : 158

    pendaftar melalui web : 58

    pendaftar melalui email : 78

    pendaftar melalui pos / fax : 22
  • total pendaftar yang memiliki email : 144

    memakai webmail / email kantor : 131

    memakai ISP : 13
Sehingga bisa disimpulkan :

  1. Public relation via milis dan web sangat efisien mengingat biaya yang
    dikeluarkan NOL. Sedangkan via brosur rugi besar, padahal disebarkan 1000
    buah ke seluruh Indonesia !
  2. Dari fakta pemilik email yang masih mengirim segala sesuatunya via
    pos/fax, tampak bahwa sebenarnya potensi pemakai aktif fasilitas internet
    sudah besar untuk komunitas ilmiah fisika. Kendalanya hanya pada
    "ketidaktahuan / kegagapan pemakaian sarana ini untuk kegiatan serius".
    Nampaknya selama ini pemakaian internet untuk ybs hanya sebagai entertainment
    atau iseng. Dari aspek ini, SFN XIX ini memberikan pelajaran dan pengalaman
    yang berharga bagaimana memanfaatkan internet untuk kegiatan yang serius, dan
    bahkan mempermudah proses yang ada.
  3. Kuatnya "kebiasaan priyayi" yang selalu minta dilayani meski untuk
    kegiatan yang notabene milik bersama dan dikerjakan secara volunteer. Alias
    kurangnya motivasi untuk "do it by yourself" dan bersikap proaktif. Banyak
    yang mengeluh repot melakukan proses via web dan lebih suka via email,
    padahal ternyata email yang dipakai adalah webmail macam Yahoo atau email
    kantor, sehingga tidak ada alasan kesulitan atau mahal kalau mengakses web.
B. Yang kedua, mungkin banyak yang terkejut dan sedikit ada culture shock
dengan sistem yang dibuat ringkas, tidak banyak pernik dan sederhana untuk
SFN kali ini.Semua ini sebenarnya dalam kerangka untuk "mengembalikan" kehidupan sains
dalam komunitas kita ke yang "lebih normal" dan tanpa dibebani "aspek
seremonial" yang notabene tidak perlu dan malah menghabiskan energi dan
sumber daya, sehingga aspek ilmiahnya malah banyak terabaikan seperti telah
"menjadi kebiasaan" selama ini. Apalagi untuk penyelenggaraan pertemuan
ilmiah semacam SFN yang meliputi semua bidang dalam waktu yang pendek.Dalam jangka panjang, dengan kebiasaan penyelenggaraan yang simpel dan
sederhana ini, diharapkan kelak lebih banyak inisiatif penyelenggaraan
pertemuan ilmiah yang spesifik tanpa harus takut terbebani oleh "terlalu
banyak pekerjaan yang tidak perlu". Sehingga meski institusi kecil, atau
dengan 2-3 panitia, sekalipun bisa dengan pe-de dan berani membuat aneka
workshop untuk bidang dan peserta tertentu dalam jumlah kecil. Seperti di LN,
justru pertemuan-2 kecil tapi spesifik semacam ini yang lebih memberikan
kontribusi yang besar untuk timbulnya kolaborasi antar institusi serta proses
saling belajar, yang kemudian akan memajukan dunia penelitian. Karena ada
review, talk-nya panjang dengan waktu diskusi yang memadai, dan pesertanya
semua memiliki interes dan spesialisasi yang berdekatan atau sama. Juga
akibat peserta yang spesialisasinya sama dan wakty talk yang panjang, mutu
talk akan lebih bagus karena pemakalah tidak bisa asal bicara ;-).Sedangkan pertemuan tahunan anggota himpunan profesi semacam HFI sebenarnya
hanya merupakan ajang saling kenal antar anggota bidang yang berbeda. Karena
itu semuanya seolah asal setor muka dengan sedikit presentasi ;-). Secara
pribadi saya berharap pertemuan ilmiah "bunga rampai" semacam SFN ini
sebenarnya cukup ada satu dalam setahun, atau maksimal dua dan dikelola oleh
himpunan profesi seperti di LN. Setelah itu institusi-2 secara individual
sebaiknya membuat seminar atau workshop bidang yang spesifik, mulai dari
Seminar Fisika Medis, Fisika Teoritik dll misalnya. Atau bahkan bisa lebih
spesifik lagi kalau komunitasnya memadai, seperti Seminar Kristalografi dsb.Mungkin mulai tahun depan sudah mulai bisa dirintis ! Kalau semuanya membuat
"pertemuan ilmiah bunga rampai terus" wah....! Nggak usah heran kalau selama
ini jarang ada kolabirasi antar institusi, dsb. Yang penting bukan ramai atau
semaraknya acara, tapi khan "oleh-oleh apa yang bisa dibawa pulang" oleh
peserta. Tentu oleh-oleh ini bukan sekedar oleh-oleh penganan setempat ;-).

about author

Dr. Laksana Tri Handoko M.Sc.

196805071987121001

Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Komentar (0)

Bagaimana Reaksi Anda Tentang Blog ini?


Tinggalkan Komentar

gambar

Komentar di Facebook
jQuery cookie Style Colors Switcher