Blog Sivitas

Ini beberapa tip tambahan dari saya. Meski saya sudah bukan generasi pencari beasiswa, tetapi ini pengalaman mencarikan beasiswa, selain juga reviewernya banyak yang teman-2 sendiri, dan saya pernah belajar / bekerja di negara-2 tsb...;-).Yang penting ikuti seluruh regulasi mereka dengan ketat sesuai dengan "apa yang tertulis" dan bukan dari interpretasi personal ! Semua informasi dan aplikasi pasti tersedia di webnya, baca baik-2 dan tidak usah bertanya-2 lagi (via email, dsb ke mereka) karena hanya akan membuat dongkol dan dianggap bego...Karena persaingan internal di dalam LIPI sangat ketat, dengan adanya angkatan muda generasi 2004 dan 2005, ada baiknya melirik beasiswa-2 alternatif. Sudah bukan saatnya mengejar beasiswa-2 normal seperti no 1-3 dibawah ini...Untuk masalah bahasa, syarat TOEFL itu mutlak. Meski ada yang cukup prediksi atau institusi. Kecuali TA ke US umumnya skor yang diminta "cukup rendah". Selama skor TOEFL Anda sudah diatas batas yang diminta tidak usah khawatir. Karena TOEFL umumnya tidak mutlak (kecuali TA ke US) dan hanya dianggap sebagai indikator saja... Tambah poin Anda dengan hal-2 lain yang menjadi syarat, khususnya kalau sudah sampai interview. Khusus yang ada interview, interview dalam bahasa Inggris adalah mutlak (kecuali Jepang). Jadi meski TOEFL pas-pasan, saat interview usahakan pede dan lancar supaya meyakinkan, meski grammar salah asal bisa dipahami sudah sangat oke. Mereka sudah tahu kok kalau kita tidak pakai bahsa Inggris, jadi kalau banyak salah itu oke dan tidak berharap terlalu jauh. Karena itu akan dikursuskan lagi....;-). Yang penting adalah kemampuan membawakan diri dan mengungkapkan isi pikiran.Untuk TOEFL Internasional, Anda bisa melihat jadwal di www.ets.org. Semua proses dan registrasi via web tsb, termasuk pembayarannya. Saat mengikuti, Anda mendapat opsi memasukkan 4 (empat) universitas yang akan dikirim skor. Selebihnya Anda dikenai fee US$ 15 per-universitas.






  • ADS Australia :


    - TOEFL cukup prediksi, karena memang tidak tertulis selain TOEFL saja. Ini karena nanti yang diterima harus ikut kursus bahasa intensif dan lulus IELTS dengan skor tertentu seperti Isnaeni... Masalah skor berapa tidak masalah, selama sudah diatas yang tertulis di syaratnya.


    - Reviewer terdiri dari setengah dosen-2 Australia dan setengah akademisi-2 alumni ADS.


    - Sejak 2005 sudah tidak ada priviledge untuk PNS / swasta. tetapi memang harus ada surat keterangan bekerja. Tetapi ada faktor psikologis di mata reviewer kalau Anda akademisi di PT atau LPND.


    - Ada diskriminasi, karena ada ketentuan "politik" kuota 50 persen penerima ADS harus wanita dan 50 persen harus Indonesia Timur. Karena itu dulu Isnaeni saya suruh dicat hitam dan pakai rok, he... he... Jadi kalau ada pria Indoensia Barat diterima, seperti Isnaeni, itu sangat hebat !!!


    - Ada ketentuan politis aneh : hanya bisa 1 program, alias selesai satu program Anda harus pulang karena sudah tidak diberi visa studi lagi meski dapat beasiswa lain sekalipun.


    - Untuk S2 jatah banyak, tetapi untuk S3 hanya sedikit, kalau tidak salah hanya 30-an dari 500 beasiswa yang ditawarkan per-tahun.


    - Beasiswa full, termasuk tiket pulang pergi, akomodasi, tuition fee, asuransi, dsb.


  • DAAD Jerman :


    - TEOFL harus institusi (mulai 2007 ini). Dulu prediksi oke karena tidak tertulis eksplisit. Karena nanti tidak ada kursus bahasa Inggris, yang ada malah kursus bahasa Jerman.


    - Reviewer terdiri dari setengah dosen-2 Jerman dan setengah akademisi-2 alumni DAAD.


    - Tidak ada diskriminasi atau kuota cowok / cewek...;-).


    - Sejak 2005 sudah tidak ada priviledge untuk PNS / swasta. tetapi memang harus ada surat keterangan bekerja. Tetapi ada faktor psikologis di mata reviewer kalau Anda akademisi di PT atau LPND.


    - Sebaiknya sudah S2. Kalau S1 Anda umumnya akan disuruh matrikulasi di Diplom Program dengan bahasa lokal dan 95 persen modaaaarrr dan akhirnya pulang tanpa membawa apa-apa. Kecuali kalau prof Anda benar-2 menyokong Anda dan berani mengambil Anda sebagai mahasiswa Doktorand. Kecuali kalau Anda masuk program Master Internasional. Tetapi program ini masih baru (mulai tahun 2000-an), jadi terbatas sekali jurusan yang memiliki program ini. Selain itu lulusan Master Internasional sebenarnya tidak didesain untuk melanjutkan ke S3. Jadi hati-2 karena adakalanya bermasalahs saat akan masuk Doktorand.


    - Diberi kursus bahasa Jerman di Goethe Institut beberapa bulan sebelum berangkat dan setelah disana.


    - Beasiswa full, termasuk tiket pulang pergi, akomodasi, tuition fee, asuransi, dsb.


  • Monbukagakushou Jepang (G to G) :


    - TOEFL Institusi.


    - Reviewer terdiri dari setengah dosen-2 Australia dan setengah akademisi-2 alumni Monbusho.


    - Sejak 2005 sudah tidak ada priviledge untuk PNS / swasta. tetapi memang harus ada surat keterangan bekerja. Tetapi ada faktor psikologis di mata reviewer kalau Anda akademisi di PT atau LPND.


    - Sebaiknya sudah memiliki calon host, karena di aplikasinya ada formulir dimana kita harus mengisi nama calon host.


    - Ada tes bahasa Jepang, tapi cuek saja karena semua toh nggak bisa...;-). Setelah diterima akan kursus intensiv bahasa Jepang 6 bulan di Jakarta dan 6 bulan di Jepang.


    - Ada opsi menjadi training student selama 6 bulan sebelum masuk program S2 / S3.


    - Setelah selesai S2, umumnya bisa langsung mendapat perpanjangan untuk mendapat beassiswa ke S3.


    - Khusus beasiswa S3, saat ini setiap tahun akan di-review ulang. Tetapi selama Anda tidak bermasalah dengan prof Anda tidak perlu khawatir.


    - Sejak tahun 2000, selain universitas reguler ada pilihan studi di lembaga riset nasional yang termasuk dalam Sokendai (www.soken.ac.jp). Ini adalah universitas khusus yang terdiri dari semacam LPND-2 di Jepang. Keuntungan studi disini, Anda bisa riset di topik terkini dengan dana dan peralatan melimpah ruah, dan juga SDM paling top di bidangnya.


    - Beasiswa full, termasuk tiket pulang pergi, akomodasi, tuition fee, asuransi, dsb.


  • Monbukagakushou Jepang (U to U) :


    - TOEFL Institusi.


    - Proses aplikasi dilakukan oleh host profesor. Karena itu rrekomendasi dari kolega lokal sangat mutlak.


    - Tidak ada tes apapun !


    - Jatah Monbusho lokal (Jepang) ini sangat terbatas, hanya 250-an setiap tahun dan dibagi ke semua universitas negeri di Jepang. Biasanya jatah ini di setiap universitas dirotasi antar fakultas dan kemudian antar jurusan di dalamnya. Jadi harus benar-2 lucky dan punya koneksi yang kuat untuk mendapatkan ini !


    - Sejak tahun 2000, selain universitas reguler ada pilihan studi di lembaga riset nasional yang termasuk dalam Sokendai (www.soken.ac.jp). Ini adalah universitas khusus yang terdiri dari semacam LPND-2 di Jepang. Keuntungan studi disini, Anda bisa riset di topik terkini dengan dana dan peralatan melimpah ruah, dan juga SDM paling top di bidangnya.


    - Beasiswa full, termasuk tiket pulang pergi, akomodasi, tuition fee, asuransi, dsb.


  • BGF perancis :


    - TOEFL institusi


    - Calon host profesor.


    - Jatah setahun hanya 5 orang.


    - Beasiswa full, termasuk tiket pulang pergi, akomodasi, tuition fee, asuransi, dsb.


  • KOSEF Korsel :


    - TOEFL internasional.


    - Calon host profesor.


    - Yang melakukan aplikasi adalah host prof, seperti Monbukagakusho U to U. Karena itu koneksi untuk mendapat calon host yang "benar-2 serius mau menerima" adalah mutlak.


    - Beasiswa tidak full, tiket pulang pergi tanggung sendiri...;-).


    - SPP bayar sendiri dari uang beasiswa.


  • Beasiswa-2 swasta :


    - NEC belanda


    - Sampoerna


    - DAAD-Siemens


    - Yayasan untuk sekolah ke Jepang


    - Inpec ke Jepang


    Semua mensyaratkan TOEFL tapi umumnya cukup institusi. Semua (meski sering tidak tertulis) akan memilih calon yang sudah memiliki letter of acceptance dari calon host prof. Karena itu koneksi ke calon host yang serius mau menrima Anda adalah mutlak !


    Khusus NEC, tiket pulang pergi tanggung sendiri...


  • Beasiswa lokal di negara masing-2 :


    - Malaysia


    - Jerman


    - Singapura (SNU, Nanyang)


    Semua mensyaratkan TOEFL internasional. Dengan sendirinya, Anda harus memiliki calon host di universitas tsb. Karena itu koneksi ke calon host adalah mutlak !


    Beaiswa hanya gaji bulanan, tiket pulang pergi tanggung sendiri. Tapi untuk hidup normal biasanya lebih dari cukup kok....;-).


  • TA ke Amerika :


    Menurut saya ini yang paling mudah tetapi paling memakan biaya, karena Anda harus memiliki TOEFL Internasional (sekarang IBT alias internet based yang ada conversationnya !!!). Selain itu juga GRE General dan khusus, misalnya kalau fisika banyak yang mensyaratkan GRE Physics. GRE General bisa didaftar via ETS juga dengan biaya US$ 120, demikian juga dengan GRE Physics. Untuk GRE General diadakan sebulan 2 kali, tetapi GRE Physics hanya 3 kali setahun. Karena itu pastikan dan rencanakan dengan baik jadwal tes Anda.


    Kalau sudah memiliki minimal TOEFL dan GRE General, daftar langsung ke masing-2 universitas. Ingat, skor TOEFL dsb harus dikirim langsung dari ETS ! Sekarang sebagian besar formulir pendaftaran dan surat rekomendasi bisa (seringkali harus) diisi secara online, jadi tidak memakai pos dsb.


    Beaiswa hanya gaji bulanan, tiket pulang pergi tanggung sendiri. Tapi untuk hidup normal biasanya lebih dari cukup kok....;-).Besar TA tergantung tiap universitas, umumnya sekitar US$ 1200, jadi masih cukup...




................... sebenarnya masih banyak lagi, tapi capek juga nih.... Yang penting proaktif cari info, mandiri dan taat pada regulasi mereka ! Selain itu cari koneksi yang kuat di bidang Anda, khusunya untuk beasiswa non G to G ini mutlak dan hampir 100 persen !!! Menurut saya inilah tugas utama senior dalam konteks pembinaan yuniornya...

about author

Dr. Laksana Tri Handoko M.Sc.

196805071987121001

Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Komentar (6)

  • Laksana Tri Handoko

    10 Mei 2009, 09:10:34

    Saat ini biaya di ETS naik (tiap tahun naik terus sih)...;-(.

    - IBT, GRE General, Physics, dll : US$ 150
    - Pengiriman skor tambahan : US$ 20 / tujuan

    Jadi harus cukup menabung dan mempersiapkan benar tujuan lamaran supaya tidak membuang biaya. Ini kalau diterima, nanti tambah :
    - Biaya visa : US$ 100 (!)
    - Tes kesehatan untuk visa : Rp. 500.000
    - Tiket pesawat : US$ 850 - 1.200 (tergantung lokasi disana)

  • Agri bisono, Malang

    10 Mei 2009, 09:05:22

    trmksh banyak pak!

    mohon doanya....

    termksh

  • Laksana Tri Handoko

    10 Mei 2009, 09:04:02

    Benar..., maaf atas kesalahannya. Saat ini sudah diperbaiki. Maklum nulisnya cepet-cepet. Teria-kasih atas koreksinya.

  • Irwan

    10 Mei 2009, 09:02:55

    Pak Handoko, coba dicek lagi di DAAD Jerman, masa reviewernya orang Australia :P

  • Zulkarnain

    10 Mei 2009, 09:01:42

    informasi seperti ini sangat penting bagi kami yang ingin mencari beasiswa ke luar negeri yang masih hijau. thanks ya, kalo boleh saya minta tolong jika ada informasi yang lain tentang beasiswa ke luar negeri tolong informasikan saya ke email nain38@yahoo.co.id .thanks atas perhatiannya.

Bagaimana Reaksi Anda Tentang Blog ini?


Tinggalkan Komentar

gambar

Komentar di Facebook
jQuery cookie Style Colors Switcher