Blog Sivitas


Seorang pengusaha dan merupakan salah satu orang terkaya didunia pernah berkata bahwa orang yang paling berkuasa adalah orang yang dapat menguasai informasi. Kalimat ini adalah kalimat yang diucapkan oleh billgate seorang pendiri dan pemilik perusahaan raksasa dibidang teknologi informasi yang kekayaanya tidak tertandingi di jagat ini. Teknologi sendiri kalau kita artikan merupakan sebuah rekaan atau hasil pengetahuan yang akan dapat mempermudah manusia dalam kehidupan. Sedangkan informasi adalah hasil dari olahan data yang menghasilkan makna atau arti tertentu. Teknolgi Informasi merupakan sebuah teknologi dalam bidang informasi yang berguna untuk mempermudah kehidupan manusia dan membawa kebaikan bagi alam semesta. Dalam perkembanganbya teknologi berkembang dan menawarkan solusi terhadap permasalahan-permasalahan dalam kehidupan manusia. Saat ini, penerapan teknologi informasi dapat dengan mudah kita temukan mulai dari website perusahaan atau instansi, sistem pengganjian,sistem pemetaan, sistem tracking,dll.



Konservasi adalah kegiatan melindungi baik itu dalam habitat ataupun diluar habitat. Kegiatan konservasi tumbuhan adalah kegiatan untuk menjaga dan melestarikan tumbuhan baik di habitatnya maupun diluar habitatnya.Indonesia kaya akan beragam kekayaan tumbuhan dari yang semak hingga yang pohon, dari yang tanaman air hingga yang tanaman batu. Konservasi atau kegiatan perlindungan tanaman insitu ( dalam habitat ) sudah dilakukan Indonesia dengan perwakilan kementrian Kehutanan yang menangani dan bertanggung jawab dalam ranah ini. Sedangkan untuk Konservasi Eksitu ( diluar habitatnya ), Kebun Raya menjadi salah satu instansi dibawah naungan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia yang bertanggungjawab dan menangani masalah ini. Pemerintah melalui instansi-instansinya sudah memikirkan kelestarian alam terutama botani. Kelestarian botani apabila tidak terjaga dapat mengakibatkan banyak masalah seperti berkurangnya ketersediaan air, berkurangnya asupan oksigen,dan tidak suburnya tanah.



Untuk kegiatan konservasi insitu,dibutuhkan pengawasan yang ketat dan daya jangkau yang luas. Konservasi insitu biasanya menangani wilayah yang sangat luas seperti cagar alam, taman nasional,dll. Dengan wilayah yang begitu luas, tentunya banyak kendala yang harus dihadapi oleh pihak terkait dalam melaksanakan tugasnya. Dengan wilayah yang begitu luas, pemetaan wilayah dirasa perlu untuk membantu dalam pembuatan strategi dan penanganan masalah terkait area. Teknologi informasi dapat dimanfaatkan dalam pembuatan pemetaan digital. teknologi GIS yang banyak memiliki tools untuk proses pembuatan peta dapat digabungkan dengan teknologi web untuk mendapatkan sebuah sistem informasi yang dapat memberikan informasi mengenai pemetaan wilayah. Penggunaan teknologi kamera tanpa kabel yang disebar dan diintegrasikan ke dalam sistem informasi pemetaan dapat juga menambah fungsi dan mempermudah proses monitoring dalam kegiatan konservasi insitu. Ketika kebutuhan dasar untuk pengawasan dan pemetaan wilayah sudah terpenuhi dan dilakukan dengan mudah, baru kita berfikir mengenai identifikasi keragaman tanaman didalam wilayah konservasi. Selain itu,strategi untuk konservasi juga dapat dirancang dengan mudah. Selain tanaman,pemantauan pertumbuhan hewan juga dapat dengan mudah dipantau apabila ada kamera yang tersebar diseluruh kawasan.




Untuk Konservasi eksitu, awal dari kegiatan keonservasi sendiri diawali dengan pencarian tanaman di habitat aslinya. Untuk dapat mendapatkan tanaman yang berbeda dan belum terdapat diwilayah yang terkonservasi, kita membutuhkan seorang indentifikator tanaman.Identifikator tanaman sendiri adalah orang yang memiliki kemampuan mengenali tanaman dengan berbagai metode pengamatan. Perbeedaan daun,batang, kelopak bunga, jenis pohon dan hal-hal lain pada tumbuhan menjadi dasar seorang identifikator memberikan justifikasi apakah ini tanaman yang langka,masih liar belum memiliki nama ataupun sudah ada koleksi yang sama diarea konservasi. Sayangnya identifikator ini semakin lama semakin berkurang jumlahnya seiring dengan usia dan ancaman pensiun tanpa regenerasi. Teknologi informasi sebenarnya dapat dikembangkan untuk mengatasi semakin berkurangnya identifikator ini. Pengembangan Sistem pakar untuk pengenalan tanaman seharusnya bisa dijadikan sebagai solusi untuk mengatasi punahnya kemampuan identifiaksi tanaman. Sistem pakar adalah pengengmabgan dari sistem informasi yang memiliki kemampuan seperti seorang pakar untuk identifikasi sesuatu. Pengembangan sistem pakar sudah mulai banyak digunakan mulai dari kedokteran, hiburan, pendidikan,bisnis,dll. Dengan dikembangkanya sistem pakar indntifikasi tanaman, dapat membantu lembaga menjaga pengetahuan yang dimiliki seorang pakar untuk ikut hilang seiring pakar tersebut hilang atau pensiun. Dengan begitu kegiatan identifikasi tanaman tidak terganggu dan identifikator muda dapat belajar menggunakan sistem ini. Setelah masalah ini dapat diselesaikan, maka ada proses pemantauan pertumbuhan tanaman sebelum ditanaman diarea konservasi. Pada tahap ini juga penggunaan teknolgi informasi bisa digunakan, baik itu untuk sistem monitoring pertumbuhan hingga sistem pakar deteksi penyakit dan hama tanaman bisa diterapkan. Dengan penggunaan semua teknolgi ini, diharapkan pertumbuhan tanaman yang baik dapat lebih terjamin.



Pemanfaatan teknologi informasi dalam dunia konservasi tumbuhan sebenarnya harus mulai dikembangkan. Bukan hanya aplikasi sistem informasi yang berkaitan dengan administrasi, namun sistem yang berkaitan degnan tugas pokok instansi juga sudah saatnya dikembangkan. Bagaimana apabila kegiatan konservasi tidak memanfaatkan teknologi sedangkan kondisi yang dihadapi saat ini sudah sangat kompleks dan mulai tidak dapat tertangani dengan cara manual biasa. Teknologi informasi diciptakan untuk mempermudah kehidupan. Peran konservasi untuk kehidupan tentunya harus dijadikan prioritas dan membangun teknologi yang membantu kegitanan tersebut. Mari mengaplikasikan teknologi informasi lebih baik lagi demi hasil yang lebih memuaskan. Keluar dari zona nyaman dan mulai melek teknologi.Berkembanglah atau kita akan hilang tanpa bekas ditelan oleh perkembangan itu sendiri.[HA]


about author

Heri Apriyanto S.Kom.

198904072010121002

Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Purwodadi

Komentar (1)

  • Flores Komodo tours

    23 September 2015, 12:42:57

    Sebenarnya kegiatan konservasi sudah dibangun oleh nenek moyang bangsa kita sesuai dengan suku/ras yang hampir menyebar di seluruh pelosok tanah air. Satu hal yang saya ingat dibeberapa wilayah di Indonesia mengatakan dalam bahasa daerahnya yang kurang lebih artinya dalam bahasa Indonesia adalah" jangan menebang hutan terutama didekat mata air/sumber air"
    Memang pada saat ini karena perkembangan dan jumlah penduduk yang semakin banyak kemudian penegasan tentang konservasi tidak ditegakan sehingga filosofi masyarakat adat tersebut diatas hampir bergeser atau bahkan berlawanan. Kunci keberhasilan konservasi adalah pemerintah sebagai regulator dan pemangku kekuatan negara. Tetapi ada banyak kasus yang terjadi bahwa wilayah konservasi bisa diberikan kepada pengusaha untuk dikelola dengan goalnya profit. Pengabaian terhadap kearifan lokal juga menjadi kendala dan tantangan konservasi saat ini. Semoga semua komponen bangsa ini terus mendorong konservasi guna mengisi kembali ruang asli alam dan habitat yang ada.

Bagaimana Reaksi Anda Tentang Blog ini?


Tinggalkan Komentar

gambar

Komentar di Facebook
jQuery cookie Style Colors Switcher