Blog Sivitas

Sumber : fisik@net (www.fisikanet.lipi.go.id)


Haryo Sumowidagdo :


Yoichiro Nambu, for the discovery of the mechanism of spontaneous broken symmetry in subatomic physics.


Makoto Kobayashi dan Toshihide Maskawa, for the discovery of the origin of the broken symmetry which predicts the existence of at least three families of quarks in nature.




Komentar saya :


Wah, akhirnya para "pejuang" Jepang ini diberi juga hadiah Nobel.


Y. NANBU :


Merupakan "pionir konsep perusakan simetri" dengan model sigma awal 60-an, jauh sebelum ada model standar. Konsep ini merupakan mekanisme dimana partikel boson yang di teori tidak bermassa (saat itu kasusnya adalah pion) bisa memunculkan suku massa setelah perusakan simetri.


Model ini kemudian dikembangkan oleh G. Jona-Lasinio untuk kasus simetri chiral, yang kemudian dikenal sebagai model NJL (Nambu-Jona-Lasinio).


Mekanisme ini digeneralisasi lagi oleh J. Goldstone, termasuk untuk fermion. Partikel ini awalnya disebut partikel Nanbu-Goldstone.


Konsep ini penting, karena ini yang mendasari mekanisme Higgs yang kemudian jauh lebih dikenal di fisika partikel modern. Mekanisme Higgs sebenarnya merujuk pada kasus khusus di model standar berbasis simetri SU(2) x U(1).


Karena itu kalau di buku teks fisika partikel setelah 80-an, nama Nanbu, model NJL dll sudah tidak muncul lagi dan jadi kurang dikenal fisikawan partikel muda. Umumnya di buku modern semuanya langsung membahas mekanisme Higgs dan partikelnya...


Komentar personal :



    Sebenarnya pemberian Nobel ke Nanbu ini agak mengejutkan. Karena unmumnya komunitas fisika partikel memprediksi Nobel akan diberikan ke Nanbu bersamaan dengan Higgs, BILA partikel Higgs jadi ditemukan di LHC. Yang sebagian kami di komunitas partikel agak pesimis akan ditemukan...;-(.




KOBAYASHI & MASKAWA :


Keduanya merupakan penulis paper mengenai Kobayashi-Maskawa matriks di jurnal Jepang : Progress of Theoretical Physics di tahun 1971. Yaitu matriks 3 x 3 yang mengekspansi matrik Cabibbo yang 2 x 2, dengan menambahkan kuark bottom dan top (ditemukan tahun 98 di CDF). Karena matriks 3 x 3, ada tambahan fase di dalamnya yang mengakibatkan munculnya perusakan CP.


Jadi konsep sederhana ini memberi 2 prediksi : adanya generasi ke-3 yang waktu itu belum ada, dan perusakan simetri terkait materi dan anti-materi. Generasi ketiga sudah dikonfirmasi dengan ditemukannya kuark top, sedangkan asimetri CP sudah dikonfirmasi di eksperimen B-factory di SLAC (SLAC-B) dan KEK.(Belle).


Topik ini biasa disebut flavor physics, khususnya B-physics, yang merupakan topik saya sejak di Hiroshima s/d di HHamburg. Khususnya untuk Kobayashi, merupakan host-prof saya selama di KEK periode tahun 1996-1997. Sayang, keduanya praktis sudah tidak aktif meneliti sejak paper tahun 1971 tsb ! Kecuali Kobayashi yang namanya masih tercantum di banyak papaer eksperimen di KEK karena statusnya sebagai sesepuh disitu...
Ini salah satu tipe peraih Nobel 1-shoot dan lucky busted...;-).


Komentar :



    Sebenarnya setelah ditemukan kuark top tahun 98 dan konfirmasi asimetri CP di meson B tahun 2000-an, semua sudah menduga KM bakal mendapat Nobel. Namun komunitas fisika partikel menduga yang diberi adalah bertiga : Cabibbo + Kobayashi + Maskawa. Karena matriks diatas biasa kita sebut matriks CKM. Jadi kayaknya lobi komunitas Jepang cukup kuat tahun ini...;-). Tahun-2 berikutnya bakal ada "gerakan" dari komunitas Eropa, persis seperti saat Veltman "menemani" tHooft mendapat Nobel.




Jadi meski Nobel tahun ini diberikan untuk topik "perusakan simetri", tetapi sebenarnya dari 2 jenis perusakan yang sama sekali berlainan dan tidak berhubungan. Seperti politik, Nobel kadang sulit diduga...;-). Karena kalau mengikuti nalar komunitas fisika partikel, yang diberi mestinya kombinasi : "Cabibbo + Kobayashi + Maskawa" dan berikutnya (kalau
partikel Higgs ketemu di LHC) adalah : "Nanbu + Goldstone + Higgs". Sebab tanpa bukti riil di LHC, konsep perusakan simetri untuk membentuk massa partikel baru konsep di atas kertas. Itu sebabnya grup kami mencoba menelaah mekanisme lain memakai dimensi ekstra dan Little Higgs untuk antisipasi bila partikel Higgs tidak berhasil dideteksi di LHC (yah, sebenarnya ini yang diharapkan supaya banyak kerjaan baru, he... he...).

about author

Dr. Laksana Tri Handoko M.Sc.

196805071987121001

Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Komentar (0)

Bagaimana Reaksi Anda Tentang Blog ini?


Tinggalkan Komentar

gambar

Komentar di Facebook
jQuery cookie Style Colors Switcher