Blog Sivitas

Berikut adalah komentar saya di beberapa milis terkait dengan polemik Buku Sekolah Elektronik (BSE) Depdiknas. Ini dipicu oleh pesan pemberitahuan saya bahwa BUKU-e LIPI (http://www.buku-e.lipi.go.id) juga me-mirror seluruh berkas BSE.


Polemik utama seputar :


  • Efisiensi BSE, masak siswa harus mengunduh berkas dan mencetaknya. Selain perlu waktu lama untuk unduh, juga memerlukan biaya tidak sedikit untuk mencetaknya...
  • Efek buruk untuk penerbit, yang berakibat sampai pada PHK sebagian karyawan penerbitan.




Saya bukan birokrat dan juga bukan pemangku kepentingan. Tetapi hanya seorang peneliti yang ingin kontribusi riil, meski kecil, untuk sesuatu yang mungkin bisa memperbaiki keadaan yang sudah carut marut dan jadi lingkaran setan. Setidaknya harus ada satu titik dimana kita memutus rantai tsb. Karena tugas peneliti adalah jadi problem solver (meski kecil), dan bukan sekedar problem provider seperti pengamat, apalagi ikut-ikutan jadi problem maker...;-(.


Tujuan utama BSE memang untuk menetralisir kondisi perbukuan yang tidak sehat dan didominasi oleh penerbit, dan bukan konsumen (siswa). Terlebih dominasi tsb dilakukan dengan cara-2 yang tidak benar dan vulgar berupa kolusi antara penerbit dengan sekolah. Maaf untuk pelaku bisnis penerbitan, tapi hampir 100 persen ya begini... Meski selalu dibekingi dengan "alasan perut". Alasan yang masuk akal tetapi tidak dibenarkan. Karena ada 4 jutaan PNS, dan 3 jutaan adalah guru. Sama juga dengan alasan peneliti "tidak mau / niat" meneliti, pegawai kelurahan tidak mau kerja karena alasan yang sama. Padahal kondisi yang sama terjadi pada semua orang di semua sektor.


Selama ini, akibat kolusi penerbit dan sekolah, harga buku terkerek naik (lk 40-50 ribuan per-eksemplar), padahal struktur harga tsb
isinya 50 persen lebih adalah untuk distribusi, termasuk "marketing fee". Sebaliknya penulis yang ditekan dengan fee yang sepihak, belum lagi dengan royalti yang tidak jelas karena jumlah oplah hanya bisa pasrah pada kejujuran penerbit. Apalagi siswa, belum tentu bisa dapat buku yang baik, tetapi harus bayar mahal. Karena banyak sekali sekolah yang menentukan pemilihan buku berbasis besarnya "persentase fee". Ini belum ditambah dengan "permainan halus", seperti buku yang dipecah-pecah menjadi beberapa bagian, ada lembar-lembar kerja yang harus digunting / dicoret-2 sehingga buku tidak bisa diwariskan...


Dengan BSE, seperti dikeluhkan pak Bayu, penerbit akan "dipaksa" untuk menormalisasi harga. Harga batas atas tidak 7.500 tetapi kalau tidak salah 17.500. Jadi penerbit harus mengubah pola bisnisnya. Untuk kasus BSE bisa dengan menjadi "pencetak dan penjual". Disini dituntut kreatifitas untuk menciptakan peluang bisnis baru. Misalnya bisa mencetak beberapa versi, mulai versi kertas koran, versi menengah,
versi luks dst dengan harga berbeda-beda untuk segmen yang berbeda. Ini juga membuka peluang bisnis baru untuk tukang fotocopian di
jalan-jalan.


BSE memang tidak berarti siswa harus mengunduh dan mencetak sendiri-sendiri, pasti mahal kalau begitu. Yah ini seperti open source. Jarang ada orang download OSS sendiri, umumnya membeli dalam bentuk CD. Demikian juga dengan BSE. Contohnya majalah PC (!) bulan lalu memberi bonus DVD BSE ini, juga beberapa yang lain saya lihat...


Meski perlu waktu, saya pikir efek BSE mulai terasa. Sekolah swasta tempat anak saya sudah mengadakan buku paket dengan harga hanya 70-rb-an. Padahal dulu minimal habis 300 rb per-semester... Yah kalau diluncurkan saja baru Agustus lalu, setidaknya tahun depan semua akan
terbiasa...


Di sisi penulis, BSE ini menguntungkan. Karena dibeli lepas, ini memicu guru-guru terbaik membuat buku. Khan enak dibeli 50-jtan (untuk SD) s/d 80-jt (SMA) per-buku dibanding sudah capek=capek dan ribet, ditambah dipermainkan penerbit... Ini akan memicu kompetisi terbuka antar guru, sehingga memberi kesempatan kepada guru yang bekerja keras dan memang bagus untuk menjadi penulis handal, dan sama sekali tidak tergantung pada "kedekatan" dengan penerbit ataupun "kerelaan" ditekan dengan royalti rendah.


Perlu diketahui, seluruh buku tulisan penulis personal maupun penerbit sekarang di-review dan diseleksi BSNP, bukan Diknas, secara terbuka. Karena itu kalau jeli, buku fisika SMA misalnya belum banyak di BSE, karena yang lolos hanya itu. Yang lain terlalu jelek. Karena itu kalau beli buku, perhatikan apakah di sampul depannya ada tanda lulus BSNP tidak. Sekolah tetap bebas beli buku sesuai keinginannya, tetapi untuk pembelian dengan dana APBN (dana BOS, dll) harus memilih diantara buku yang tersertifikasi. Tapi sejauh yang saya lihat, sekolah swasta akhirnya juga hanya memilih yang tersertifikasi. Yang di toko buku juga hanya memajang yang tersertifikasi saja.Eniwe, apakah tidak ada diantara anggota milis ini yang berminat berbagi buku / diktatnya di BUKU-e Selama kontennya ilmiah / pengajaran oke kok... Silahkan klik http://www.buku-e.lipi.go.id !


Maaf kepanjangan...

about author

Dr. Laksana Tri Handoko M.Sc.

196805071987121001

Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Komentar (3)

  • Khusnul

    02 November 2019, 13:01:41

    Tinggal download, ngeprint (Cetak), selesai. Terimakasih

  • asia global

    30 Oktober 2019, 22:23:27

    wah saya tetap setuju dgn buku elektronik .... salam

  • lady mia

    08 Agustus 2018, 09:18:22

    KABAR BAIK!!! Nama saya Aris Mia, saya ingin menggunakan media ini untuk mengingatkan semua pencari pinjaman sangat berhati-hati, karena ada penipuan di mana-mana, mereka akan mengirim dokumen perjanjian palsu untuk Anda dan mereka akan mengatakan tidak ada pembayaran dimuka, tetapi mereka adalah orang-orang iseng, karena mereka kemudian akan meminta untuk pembayaran biaya lisensi dan biaya transfer, sehingga hati-hati dari mereka penipuan Perusahaan Pinjaman. Beberapa bulan yang lalu saya tegang finansial dan putus asa, saya telah tertipu oleh beberapa pemberi pinjaman online. Saya hampir kehilangan harapan sampai Tuhan digunakan teman saya yang merujuk saya ke pemberi pinjaman sangat handal disebut Ibu Cynthia, yang meminjamkan pinjaman tanpa jaminan dari Rp800,000,000 (800 juta) dalam waktu kurang dari 24 jam tanpa tekanan atau stres dan tingkat bunga hanya 2%. Saya sangat terkejut ketika saya memeriksa saldo rekening bank saya dan menemukan bahwa jumlah yang saya diterapkan, telah dikirim langsung ke rekening bank saya tanpa penundaan. Karena saya berjanji bahwa saya akan membagikan kabar baik, sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman mudah tanpa stres. Jadi, jika Anda membutuhkan pinjaman apapun, silahkan menghubungi dia melalui email nyata: cynthiajohnsonloancompany@gmail.com dan oleh kasih karunia Allah ia tidak akan pernah mengecewakan Anda dalam mendapatkan pinjaman jika Anda menuruti perintahnya. Anda juga dapat menghubungi saya di email saya: ladymia383@gmail.com dan Sety yang memperkenalkan dan bercerita tentang Ibu Cynthia, dia juga mendapat pinjaman baru dari Ibu Cynthia, Anda juga dapat menghubungi dia melalui email-nya: arissetymin@gmail.com sekarang, semua akan saya lakukan adalah mencoba untuk memenuhi pembayaran pinjaman saya bahwa saya kirim langsung ke rekening mereka bulanan. Sebuah kata yang cukup untuk bijaksana.

Bagaimana Reaksi Anda Tentang Blog ini?


Tinggalkan Komentar

gambar

Komentar di Facebook
jQuery cookie Style Colors Switcher