Blog Sivitas

Uji Coba Tanur Tiup Peleburan Bijih Besi kapasitas 25 ton/ hari
Adil Jamali , Kusno Isnugroho , Slamet Sumardi
UPT BP Mineral Lampung LIPI.

Tanur tiup peleburan bijih besi LIPI di Lampung telah dirintis lebih dari dua puluh lima tahun yang lalu. Dirancang dengan kapasitas 25 ton/hari pig iron, tanur ini melebur bijih besi bongkah dengan reduktor arang kayu menghasilkan pig iron kelabu untuk industri kecil pengecoran logam. Pada tahun 1990 mengalami renovasi tahap satu dan beroperasi kontinyu hingga 1996. Setelah lebih sepuluh tahun istirahat, dilakukan renovasi tanur tahap dua dan dibulan maret 2008 diuji coba selama dua minggu. untuk melebur bijih besi bongkah Lampung dan sebagian sponge hasil reduksi langsung pellet bijih besi dari PT Krakatau Steel. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja tanur dan peralatan pendukung setelah berhenti cukup lama. Disamping itu untuk mengingat kembali prosedur start up dan pengoperasian lainnya serta sebagai pelatihan terhadap tenaga baru yang masih muda. Selain itu dipelajari pengaruh penambahan sponge terhadap produktifitas tanur serta kualitas produk pig iron yang dihasilkan. Tanur tiup adalah suatu tungku tegak yang dilapis bata tahan api dibagian dalamnnya. Prosedur percobaan mengikuti urut urutan sebagai berikut . Pertama dipersiapkan bahan bahan yang akan dimasukkan kedalam tanur yaitu , bijih besi 500 ton, arang kayu 400 ton, kokas 8 ton, dan batu kapur 18 ton. Persiapan tanur dan stove pemanas udara ,siklon penangkap debu serta peralatan bantu lainnya. Tanur dipanaskan secara bertahap sampai temperature di bagian Hearth mendekati 900 1000 derajat Celsius. Stove dipanaskan dengan api dari burner solar sampai temperature 900 derajat Celsius diruang bakar stove. Untuk start up atau Blowing in, dimasukkan arang kayu kedalam tanur tiup 4 x 500 kg, kemudian masuk kokas 400kg + arang kayu 100kg + scrap cor 250 kg + batu kapur 50 kg, sebanyak empat kali. Kemudian masuk arang kayu 550 kg dan dipertahankan setiap masuk beratnya sama 550 kg. Diatas arang kayu tersebut mulai dimasukkan bijih besi 250 kg dan batu kapur 30 Kg. Secara bertahap bijih besi dinaikkan dari 250 kg ke 350 kg, dan 650 kg. Sampai beberapa shift diusahakan temperature stove naik sehingga temperature udara panas sampai 500 derajat celcius. Bijih besi ditambah menjadi 700 kg, kemudian 750 kg jika temperature udara panas mencapai 550 s/d 600 derajat Celsius. Jika Heart telah penuh dilakukan pengeluaran cairan slag dan besi dari lubang tapping. Diperoleh produk besi cair yang dicetak menjadi pig iron. Selanjutnya pig iron ditimbang dan dianalisa kimia, kadar, Fe,Si, P,Mn, S dan sisanya C. Pada kondisi yang telah stabil dimasukkan besi spong bertahap dari 50 kg per umpan sampai 100 kg. Pada penambahan 150 kg sponge dan 200 kg sponge dilakukan pengurangan bijih besi masing masing 50 kg dan 100 kg. Pengaruh sponge pada kelancaran operasi, banyaknya slag dan produk pig iron diamati. Dari percobaan tersebut diperoleh hasil sebagai berikut. Tanur tiup berhasil dioperasikan kembali dan dapat melebur bijih besi bongkah dan campuran bijih besi bongkah serta sponge sampai dengan 150 kg tiap komposisi umpan dengan lancar. Dari start up sampai kondisi stabil diperlukan waktu 7 hari, produk pig iron sebagian besar , 90 persen sebagai pig iron kelabu. Pada keadaan stabil produk yang dihasilkan antara 18 s/d 22 ton per hari. Adanya penambahan sponge tidak mempengaruhi kualitas produk bahkan menambah produktifitas, hasil tiap shift menjadi lebih banyak. Namun pada penambahan 200 kg sponge terlihat pengaruh yang kurang baik pada kelancaran operasi, slag lebih banyak dari jika tidak digunakan sponge, sebagian sponge diperkirakan menggumpal di shaft sehingga mengganggu kelancaran pergerakan material didalam tanur. Dari percobaan uji coba tersebut terlihat bahwa sebenarnya selang waktu start up sampai kondisi stabil dapat diperpendek menjadi 4- 5 hari jika temperature udara panas lebih cepat mencapai 500 derajat Celsius. Hal ini dapat dilakukan dengan cara memanaskan stove terlebih dahulu sampai temperature yang tinggi ( 1000 C ) sebelum start up. Dan mengusahakan pembakaran gas CO yang optimal sehingga temperature stove cepat naik. Tanur tiup LIPI di Lampung masih layak dioperasikan , minimal sebagai tanur riset untuk uji coba peleburan bijih besi dari daerah daerah lainnya di Indonesia. Baik bijih besi hemato- magnetit maupun jenis lainnya , misalnya lateritik yang mengandung Ni dan Cr. Pada Kondisi maret 2008 dengan kapasitas minimal 15 ton/hari masih diperoleh keuntungan l/k 7 persen dari harga jual. Untuk kondisi saat ini ( Desember 2008), diperlukan perhitungan ulang mengingat harga besi menurun drastic sementara arang kayu, kokas dan batu bara cenderung meningkat harganya. Untuk menurunkan biaya, diperlukan substitusi arang kayu oleh briket kokas yang dibuat dari batubara lokal yang lebih murah. Kata kunci : tanur tiup, bijih besi, pig iron, sponge, arang kayu, briket kokas.
Prosiding Seminar Nasional Material Metalurgi 2008, PPMetalurgi LIPI, hal 25 -34, ISSN 2085-0492 -
No. arsip : -09002

tanur tiup,bijih besi,pig iron,sponge, arang kayu,briket kokas

about author

Ir. Adil Jamali M.Sc.

195505041981031004

Pusat Penelitian Metalurgi dan Material

Komentar (0)

Bagaimana Reaksi Anda Tentang Blog ini?


Tinggalkan Komentar

gambar

Komentar di Facebook
jQuery cookie Style Colors Switcher