Blog Sivitas

Perkembangan zaman membawa manusia mengalami fase penuh kemudahan dalam menjalani hidup akibat pelayanan teknologi. Dulu untuk dapat melakukan perhitungan sederhana saja manusia harus menciptakan alat yang membutuhkan ruangan dan sumber daya yang besar. Dari mesin hitung inilah komputer pertama kali tercipta pada tahun 1821 oleh Charles Babbage. Dari penemuan ini mesin dengan kemampuan menghitung dan memproses data mulai dikembangkan. Komputer mengalami keemasan pada saat Era Bill Gates dan Steve Jobs bersaing. Seiring dengan meningkatnya teknologi, bentuk dari komputer mengalami kemajuan, bukan hanya desktop kini juga dikenal dengan laptop,netbook,mini PC,dll. Bahkan kini teknologi komputer sudah menyatu dengan alat komunikasi handphone menjadi ponsel pintar.


Ponsel pintar mulai mewabah pada sekitar tahun 2009. Dahulu sebelum tahun 2009 ponsel pintar sudah ada namun hanya terbatas untuk kalangan berekonomi atas. Setelah itu, ponsel pintar mulai mewabah hingga hampir setiap orang memiliki ponsel pintar di saku mereka. Terobosan teknologi ini merupakan fenomena yang harus diikuti. Seiring dengan itu, pengembangan aplikasi aplikasi terkait ponsel pintar mulai banyak. Android menjadi sistem operasi idola yang memiliki banyak aplikasi dan game di pasar mereka yang dulu dikenal dengan nama android market. Google memang menciptakan sistem operasi untuk semua orang dapat mengembangkan aplikasi yang ditanamn di ponsel pintar yang tertanam android. Kini android sudah mengalami kemajuan dan perubahan dari pertama kali diciptakan. Ada lebih banyak fitur dan menu yang ditawarkan dan dapat membuat sang pemiliknya enggan dan rela kembali kerumah mengambil ponsel mereka ketika tertinggal.


Pengembangan aplikasi berbasis ponsel pintar kini mulai menjadi perhatian serius. Mengingat kehidupan seseorang bersama ponsel mereka jauh lebih lama dibandingkan dengan laptop atau komputer dekstop mereka. Berbagai macam aplikasi yang dahulu hanya kita temukan di dekstop dapat dengan mudah kita temukan di ponsel pintar seperti office, adobe reader, photoshop,winrar,dll. Bahkan beberapa perusahaan juga turut mengembangkan aplikasi di ponsel pintar untuk menunjang pelayanan dan sarana promosi produk mereka seperti telkomsel,bri, mandiri,dll. Berangkat dari fakta seperti ini, pegembangan aplikasi guna untuk memfasilitasi pengenalan tanaman juga dapat dikembangkan. Kegiatan pendidikan tanaman menjadi kebutuhan yang penting untuk mengenalkan fungsi tanaman, nama tanaman hingga dimana tanaman itu berasal kepada masyarakat dan anak-anak diusia dini. Penduduk yang hidup di negara dengan hutan dimana-mana seharusnya mengenal beberapa tanaman. Menjadi kurang elok apabila kita sendiri tidak mengenal apa yang kita miliki dinegeri sendiri.


Pendidikan mengenal tanaman sendiri sudah diterapkan diempat kebun Raya Indonesia baik itu PKT Kebun Raya Bogor, UPT BKT Kebun Raya Puwodadi, UPT BKT kebun Raya Cibodas dan UPT BKT Kebun Raya Eka Karya Bali. Salah satu tugas dan fungsi dari kebun raya sendiri memang pendidikan. Jadi tanggung jawab mengenalkan tanaman juga berada di pundak kebun raya. Selama ini pengenalan tanaman dilakukan ketika ada permintaan dari pihak terkait. Kegiatan pengenalan tanaman ini lebih dikenal dengan pemanduan. Pemanduan merupakan kegiatan yang menghasilkan Penerimaan Negara Bukan Pajak. Kegiatan pemanduan saat ini sangat efektif ntuk memberikan pelajaran langsung mengenai tanaman ke masyarakat baik itu siswa sekolah ataupun masyarakat umum. Namun, keefektifan ini bisa berkurang ketika dalam satu kelompok pemanduan terdapat banyak peserta dengan satu pemandu. Selain itu, berdasarkan pengamatan kami, peseta pemanduan rata-rata adalah siswa sekolah sampai mahasiswa. Padahal orang dewasa sebenarnya membutuhkan pemahaman lebih tentang tanaman. Keengganan ini mungkin didasari rasa malu atau hal lain terkait adat ketimuran kita.



Selain masalah diatas, keterbatasan jumlah Sumber Daya Manusia juga sudah mulai dirasakan berdampak pada layanan pemanduan. Walaupun regenerasi pemanduan sudah dilakukan, keberadaan pemandu senior yang akan memasuki gerbang purnabhakti juga cukup banyak jumlahnya. Permintaan pelayanan pendidikan tanaman dari sekolah-sekolah tetap harus dilayani dengan baik walaupun dengan kondisi sesulit apapun. Transfer pengetahuan tentang tanaman dari pemandu senior ke generasi penerusnya juga cukup memakan waktu, sehingga perlu ada rencana cadangan untuk mengatasi masalah tersebut.


Pengembanganan aplikasi pendidikan tanaman sempat terbersit dalam benak saya. Masalah-masalah seperti diatas seharusnya dapat diakomodir. Selain itu, tenaga terkait pemandu juga berkurang seiring bertambahnya usia pemandu-pemandu di kebun raya. Ada dua skenario dalam pikiran saya yang bisa dibuat untuk mengembangkan aplikasi pendidikan,yaitu :

1. Setiap tanaman atau aset koleksi di kebun raya ditempelkan barcode yang nantinya dapat discan menggunakan aplikasi di ponsel pintar. barcode tersebut menampilkan kode tanaman yang nantinya menjadi triger untuk menampilkan detail tanaman yang sudah ada database. Segala informasi terkait tanaman mulai dari nama,ordo,famili hingga persebaran dan khasiat tanaman langsung tampil dengan gambar-gamba tanamannya. Akan lebih baik lagi apabila ada suara yang menjelaskan tanaman tersebut.

2. Pengembangan aplikasi sistem penunjang keputusan atau sistem pakar. Jadi pengeunjung dapat dengan mudah mengenali tanaman tersebut layaknya seorang ahli hanya dengan memfoto tanaman atau bunga atau daun.

Mengenai PNBP, ketika aplikasi tersebut di upload dan dishare di playstore, tentunya ada harga dan uang hasil penjualan dapat masuk ke PNBP. Masalah ini tentunya juga kembali ke regulasi, apakah sudah diakomodir atau belum.



Terlepas dari regulasi dan masalah teknis lain, ketika aplikasi ini diterapkan, tentunya beban melaksanakan fungsi pendidikan yang diemban di kebun raya akan sedikit berkurang dan masayarakat merasakan manfaat yang signifikan. Hanya tinggal membuat masayarakat lebih tertarik saja untuk mempelajari tanaman. Selain itu, adanya hal baru ditengah masayarakat akan menarik masayarakat itu sendiri untuk mencoba. Sehingga pengunjung akan bertambah banyak dan meningkatkan PNBP itu sendiri. Selain itu, semakin banyak masyarakat yang mengenal tanaman, maka akan semakin banyak pula orang-orang yang cinta akan kehidupan hijau. Dengan begitu, semakin baik kondisi lingkungan kita dan semakin baik tingkat kesadaran masyarakat akan pentingnya alam yang lestari untuk kelangsungan bumi. Terobosan-terobosan dirasa penting pada zaman perkembangan teknologi seperti ini. Mari memajukan Kebun Raya dan terus berupaya agar ke empat Kebun Raya Indonesia menjadi kebun Raya yang semakin dikenal di dunia.


about author

Heri Apriyanto S.Kom.

198904072010121002

Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Purwodadi

Komentar (0)

Bagaimana Reaksi Anda Tentang Blog ini?


Tinggalkan Komentar

gambar

Komentar di Facebook
jQuery cookie Style Colors Switcher