Blog Sivitas

Berkaitan dengan keadaan pasang surut hubungan di antara dua bangsa serumpun. Penelitian ini akan mengungkap apa, mengapa dan bagaimana konflik di dunia maya itu terjadi dan bagaimana solusi yang mungkin menurut pihak terkait. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif dengan subyek penelitian para pengguna internet dan pemangku kepentingan untuk menghasilkan kesepahaman dan alternatif solusi hubungan yang saling menguntungkan bagi kedua bangsa yang bertetangga dan sebumi ini di waktu mendatang. Temuan penting penelitian ini adalah:

Pertama, mayoritas responden menganggap penyebab utama cyberclash antara pihak Indonesia-Malaysia adalah perseteruan klaim budaya oleh pihak di Malaysia dan kejahatan yang ditimbulkan oleh pekerja Indonesia di Malaysia. Namun mayoritas menganggap perseteruan ini walaupun emosional akhirnya akan bermanfaat membangun keseimbangan baru antar kedua bangsa. Dalam perseteruan tersebut terungkap apa yang tidak diinginkan dan tidak ingin dilakukan di masa depan dan kemungkinan solusinya. Walaupun, ada fakta sebanyak 31,4 persen dari 500 orang responden menjawab tidak tahu kalau telah terjadi cyber-clash antara milister dan blogger Indonesia-Malaysia. Ada sebanyak 42,8 persen yang beranggapan cyberclash yang terjadi dalam web: I hate Indon, I hate Malon, Indonsial, Malingsia, tampak sangat emosional, saling menyerang dengan caci-maki dan kurang menawarkan langkah jalan keluar yang bisa dipilih sebagai jalan keluar. Selanjutnya, pada peringkat kedua, ada sebanyak 17,8 persen responden yang percaya bahwa cyberclash sebenarnya akan membawa manfaat untuk membangun keseimbangan hubungan yang baru antara kedua bangsa. Kedua, ada mayoritas responden yang setuju bahwa cara untuk memelihara hubungan Indonesia-Malaysia ke depan adalah dengan melibatkan mahasiswa, dosen dan ilmuwan sosial-politik dari kedua bangsa. Merekalah yang bisa bertindak sebagai jembatan dan aktor perdamaian. Caranya dengan membuat program pertukaran mahasiswa, dosen dan peneliti, penelitian dan menulis buku bersama dalam jangka menengah dalam jangka panjang membuat kolaborasi Science and Technology Program sebagai dasar untuk membangun komunitas ASIA Bersatu di kemudian hari.

Terakhir, ada temuan penting bahwa mayoritas responden setuju agar kedua pihak perlu membangun nilai bersama untuk merawat hubungan yang baik ke depan yaitu Earthism (Semangat Sebumi) dan One Common-heritages (Semangat Serumpun). Suatu spirit yang berisi prinsip: one earth, one atmosphere and one of big family of humankind. Responden juga setuju jika ada pihak dari Indonesia dan Malaysia yang membuat langkah kreatif lewat Asia TV and Radio program, web Melayu-online untuk mengkampanyekan kepentingan bersama dalm soal lingkungan dan menyarankan agar para pihak di Malaysia yang akan mempromosikan/membuat iklan pariwisata Malaysia Sebenarnya Asia-Malaysia The Truly Asia dengan bijak menyebutkan asal/daerahnya. Ada juga yang setuju agar kedua bangsa membangun kerjasama di perbatasan dan bermimpi membuat kota terapung floating city atau kota bawah laut bersama city of undersea. Jangan jadikan tanah, laut dan perbatasan sebagai alasan untuk berperang. Malaysia dan Indonesia akan menjadi tetangga terbaik untuk selamannya.

about author

Syafuan Rozi S.IP, M.Si

197001161999031002

Pusat Penelitian Politik

Komentar (1)

Bagaimana Reaksi Anda Tentang Blog ini?


Tinggalkan Komentar

gambar

Komentar di Facebook
jQuery cookie Style Colors Switcher