Blog Sivitas

Untuk itu rehabilitasi hubungan dua bangsa adalah membangun kembali hubungan ekonomi, pendidikan, kesehatan, dst. yang ikut retak akibat konflik untuk menjadikannya sebagai konflik yang berguna membangun keseimbagan baru. Bila perlu kita perlu membuat upaya semacam trauma center yang kreatif dan inovatif. Pemulihan hubungan dan dialog antarpihak bisa dilakukan lewat seni dan sejumlah kegiatan bersama. Termasuk niat agar ada perkwainan antar bangsa, yang memang serumpun. Amalgamasi atau perkawinan campuran ini akan mempererat persaudaraan dan menjembatani kecurigaan. Relokasi sekat-sekat antarbangsa dengan menempatkan kembali konteks persamaan, adaptasi kehidupan dan kontrak sosial baru yang sejalan dengan keinginan kedua pihak. Juga peningkatan penerimaan dan saling percaya untuk membuka babak baru yang lebih seimbang. Rekonsiliasi perlu terus dibuat bisa berupa program atau kegiatan mediasi kohesi sosial di antara pihak-pihak yang pernah bertikai untuk hidup baru, bersedia menerima dan berhubungan lagi secara damai, sejajar, bertindak adil, merubah perilaku yang buruk, saling memaafkan dan mau melupakan kepedihan masa lalu untuk menyongsong masa depan yang lebih baik. Upaya seperti melakukan penelitian sosial dan alam sekitar bersama, tinggal dikeluarga (homestay), perkemahan bersama antarbangsa perlu dicoba lebih banyak lagi. Our both countries should be increasing youth interchange and culture-home-stay program to build more genuine trust between two of nations.Lebih lanjut untuk jangka panjang Cyber clash atau konflik latent antar duabangsa perlu dikelola dalam mutual strategy peace-building seperti:
1.Asia Community agenda. Suatu saat bangsa serumpun akan seperti Uni-Eropa. Nyamannya bisa berkunjung ke negara tetangga tanpa fiskal ke luar negeri.
2. Mari membangun semangat multikultural dan merancang common values bahwa we are big family of one-anchestors or universal human genome declaration.
3. A cross-married between two nations Malay and Nusantara wedding proposal. Merupakan cara antropologi-politik yang bisa dicoba untuk dilaukan secara sukarela tapi mendapatkan fasilitasi dari eksekutif dan legislatif ke dua bangsa.
4. Media masa dan pengguna telematika (website) perlu dilibatkan membangun kerjasama antarbangsa.

about author

Syafuan Rozi S.IP, M.Si

197001161999031002

Pusat Penelitian Politik

Komentar (0)

Bagaimana Reaksi Anda Tentang Blog ini?


Tinggalkan Komentar

gambar

Komentar di Facebook
jQuery cookie Style Colors Switcher