Blog Sivitas

MENGENAL ENKRIPSI dan KRIPTOGRAFI DALAM DUNIA KOMPUTER
Enkripsi adalah proses mengamankan suatu informasi dengan metode tertentu sehingga tidak bisa dibaca tanpa bantuan khusus. Microsoft mendefinisikan enkripsi sebagai nama yang diberikan untuk proses penerapan algoritma pada sebuah pesan, yang mana proses tersebut akan mengacak data didalamnya sehingga sangat sulit dan memakan waktu apabila data hasil enkripsi tersebut disimpulkan tanpa mengetahui kode/sandi khusus. Enkripsi sudah populer sejak zaman dahulu. Enkripsi dapat menentukan siapa pemenang sebuah perang. Enkripsi juga bisa merubah sejarah bahkan menentukan siapa pahlawan dan siapa yang bersalah. Enkripsi sendiri merupakan salah satu tahapan dari kriptografi. Menurut bahasa yunani kriptografi berarti ilmu dan seni untuk menjaga keamanan pesan ketika dikirim. Dari beberapa pengertian diatas kita dapat mengerti apa itu enkripsi dan dimana posisi enkripsi bila disandingkan dengan kriptografi. Untuk mengenal lebih jauh mengenai enkripsi dan kriptografi Maka kita harus mengerti beberapa istilah diantaranya yaitu :

1. Plaintext

Adalah pesan yang hendak dikirimkan dan berisi data berisi informasi yang asli.

2. Ciphertext

Adalah pesan tersandi yang merupakan hasil enkripsi dari plaintext.

3. Enkripsi

Adalah proses pengubahan informasi asli menjadi informasi yang tersandi.

4. Deskripsi

Merupakan kebalikan dari enkripsi dimana pengembalian data tersandi menjadi data asli yang dapat dimengerti.

5. Kunci/Key

Adalah suatu bilangan yang dirahasiakan yang digunakan dalam proses enkripsi dan deskripsi

Algoritma yang digunakan dalam kriptografi bukanlah agoritma yang harus rumit dalam mengolah pesan. Ada beberapa syarat dimana algoritma kriptografi dikategorikan menjadi algoritma yang baik dan memenuhi syarat yaitu :

1. Kerahasiaan

Dimana adanya jaminan bahwa pesan tersebut hanya dapat dibaca oleh pihak yang berwenang membaca pesan tersebut.

2. Autentikasi

Pengirim pesan harus dapat diidentifikasi dengan pasti dan memastikan penyusup tidak bisa berpura-pura menjadi orang lain.

3. Integritas

Penerima pesan harus dapat memastikan bahwa pesan yang dia terima tidak dimodifikasi pada saat proses transmisi data.

4. Non-Repudiation

Pengirim pesan harus tidak bisa menyangkal pesan yang dia kirimkan.
Selain 4 kategori diatas, claude shannon seorang penemu dibidang teknologi informasi pernah mengatakan bahwa algoritma kriptografi harus memiliki kekuatan untuk melakukan konfusi difusi. Konfusi adalah kondisi dimana mengaburkan hubungan antara plaintext dengan chipertext. Difusi adalah menyebarkan redudansi plaintext dengan menyebarkan masukan ke seluruh chipertext. Konfusi dan difusi akan menjadi penting dan memperkuat tujuan dari proses enkripsi yang dilakukan sehingga tidak akan mudah untuk membobol sebuah informasi dan kemanan akan informasi semakin kuat.

Pada dunia komputansi, dasar enkripsi data terbagi menjadi dua yaitu Byte dan operator Bit. Byte merupakan satuan terkecil data dengan rentang nilai 0-255 dimana masing-masing nilai memunyai representasi setelah melalui proses enkoding. Operator Bit yaitu dengan menggunakan operator bit ini akan dapat mengubah nilai byte setiap karkter lau mengembalikanya seperti semula dengan logika kebalikannya. Beberapa operasi bit yang bisa digunakan untuk enkripsi dua arah adalah XOR,ROL dan ROR. XOR atau yang lebih banyak dikenal dengan exclusive Ormerupakan operasi logika bitwise yang bekerja dengan membandingkan dua buah bit yang apabila pada salah satu bitnya bernilai benar, maka hasil akhir operasi adalah benar. Namun, bila kedua bit yang akan dibandingkan bernilai salah atau keduanya bernilai benar maka hasil akhir operasi tersebut adalah salah. ROL adalah metode yang menggunakan rotasi ke kiri terhadap R1 sejauh 8 bit.Sedangkan ROR adalah metode kebalikan dari ROL dimana pada ROR rotasi dilakukan ke kanan.Bagi sebuah organisasi kehadiran enkripsi sangatlah penting. Dalam skala kecil maupun besar sebuah organisasi memiliki informasi yang harus dirahasiakan dari pesaing. Mulai dari data tender, strategi pemasaran, strategi keuangan bahkan hingga password pengguna untuk masuk aplikasi juga membutuhkan enkripsi agar tingkat keamanan menjadi lebih tinggi. Untuk lingkuo negara kehadiran kriptografi menjadi sesuatu yang wajib. Sekecil apapun informasi negara tidak boleh dibocorkan atau diketahui oleh negara tetangga atau orang-orang yang tidak berhak mengetahui. Enkripsi akan menjaga kerahasiaan sebuah informasi sampai ke tangan yang berhak mendapatkan informasi. Pada era data saat ini lebih besar lagi pentingnya kehadiran enkripsi. Segala sesuatu dalam bentuk digital dan sangat mudah didapatkan atau disusupi oleh pihak tidak bertanggung jawab. Untuk itu data yang terenkripsi akan tetap tersimpan walaupun data tersebut dapat diambil namun orang yang tidak berhak tidak akan bisa mendapat informasi yang terkandung dalam data tersebut.Dalam dunia pemrograman, enkripsi digunakan dalam proses pengembangan sebuah aplikasi ataupun website. Hal ini untuk menjaga keamanan informasi dari sebuah sistem yang akan dibangun. Adapun beberapa metode enkripsi yang biasa digunakan dalam pemrograman web diantaranya :

1. Metode Enkripsi MD2

Message-Digest algortihm 2 (MD2) adalah fungsi hash cryptographic yang dikembangkan oleh Ronald Rivest pada tahun 1989. Algoritma dioptimalkan untuk komputer 8-bit. MD2 yang ditetapkan dalam RFC 1319. Meskipun algoritma lainnya telah diusulkan sejak dulu, seperti MD4, MD5 dan SHA, bahkan sampai dengan 2004 [update] MD2 tetap digunakan dalam infrastruktur kunci publik sebagai bagian dari sertifikat yang dihasilkan dengan MD2 dan RSA.

2. Metode Enkripsi MD4

Message-Digest algortihm 4(seri ke-4) yang dirancang oleh Profesor Ronald Rivest dari MIT pada tahun 1990. Panjangnya adalah 128 bit. MD4 juga digunakan untuk menghitung NT-hash ringkasan password pada Microsoft Windows NT, XP dan Vista.


3. Metode Enkripsi MD5

MD5 adalah salah satu dari serangkaian algortima message digest yang didesain oleh Profesor Ronald Rivest dari MIT (Rivest, 1994). Saat kerja analitik menunjukkan bahwa pendahulu MD5 yaitu MD4 mulai tidak aman, MD5 kemudian didesain pada tahun 1991 sebagai pengganti dari MD4 (kelemahan MD4 ditemukan oleh Hans Dobbertin).
Dalam kriptografi, MD5 (Message-Digest algortihm 5) ialah fungsi hash kriptografik yang digunakan secara luas dengan hash value 128-bit. Pada standart Internet (RFC 1321), MD5 telah dimanfaatkan secara bermacam-macam pada aplikasi keamanan, dan MD5 juga umum digunakan untuk melakukan pengujian integritas sebuah file.

4. Metode Enkripsi SHA

SHA adalah serangkaian fungsi cryptographic hash yang dirancang oleh National Security Agency (NSA) dan diterbitkan oleh NIST sebagai US Federal Information Processing Standard.
SHA adalah Secure Hash Algoritma. Jenis-jenis SHA yaitu SHA-0, SHA-1, dan SHA-2.
Untuk SHA-2 menggunakan algoritma yang identik dengan ringkasan ukuran variabel yang terkenal sebagai SHA-224, SHA-256, SHA-384, dan SHA-512.

5. Metode Enkripsi RC4

RC4 merupakan salah satu jenis stream cipher, yaitu memproses unit atau input data pada satu saat. Unit atau data pada umumnya sebuah byte atau bahkan kadang kadang bit (byte dalam hal RC4).Dengan cara ini enkripsi atau dekripsi dapat dilaksanakan pada panjang yang variabel.RC4 adalah penyandian stream cipher yang dibuat oleh Ron Riverst pada tahun 1987 untuk pengamanan RSA. Algoritmanya didasarkan pada permutasi acak.

6. Metode Enkripsi Base64

Base64 adalah sistem untuk mewakili data mentah byte sebagai karakter ASCII.
Base64 menyediakan 6-bit encoding 8-bit ASCII karakter. Base64 merupakan format yang dicetak menggunakan karakter, memungkinkan binari data yang akan dikirim dalam bentuk dan email, dan akan disimpan di database atau file.

Mempelajari kriptografi dan enkripsi khususnya beserta teknik-teknik dan metode yang ada merupakan hal menarik dan sangat luas. Kriptografi tidak akan pernah mati sampai informasi sudah tidak dibutuhkan lagi di dunia ini. Kriptografi dapat menentukan arah sejarah. Mempelajari kriptografi adalah satu langkah lebih maju untuk mengantisipasi pencurian informasi yang anda miliki. Semoga bermanfaat.

about author

Heri Apriyanto S.Kom.

198904072010121002

Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Purwodadi

Komentar (2)

Bagaimana Reaksi Anda Tentang Blog ini?


Tinggalkan Komentar

gambar

Komentar di Facebook
jQuery cookie Style Colors Switcher