Blog Sivitas

Seorang pegawai dianggap efektif bila pegawai tersebut dapat melaksanakan tugas pekerjaan yang sesuai dengannya, namun jika tugasnya tidak sesuai yang diharapkan jangan berharap pegawai tersebut menjadi pegawai yang produktif. Pegawai yang produktif dapat mengembangkan pekerjaannya dan bisa mengerjakan hal-hal lainnya dengan cepat dan tepat, tetapi jika kemampuannya tidak digunakan, maka pegawai itu bukan seorang pegawai yang efektif.

Maksud dari kata efektif itu sendiri adalah menghasilkan sesuatu yang diinginkan dengan cepat yang sesuai dengan harapan. Jika pegawai menghasilkan sesuatu yang sesuai dengan harapan dan melakukannya secara tepat waktu dan efisien, maka pegawai tersebut telah mencapai tujuan akhir yang akan membanggakan bagi unit kerjanya. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan agar pegawai tersebut lebih produktif dan efektif, diantaranya :


  1. Membuat perencanaan yang jelas dan mudah untuk disampaikan dan dimengerti seluruh pegawai. Perencanaan ini harus berasal dari pimpinan diatasnya, dan kemudian disebarkan ke bawahannya dengan cara pendekatan dan penyampaian yang baik, terkoordinasi dan terarah. Dalam hal ini pimpinan memberikan sebanyak-banyaknya informasi yang diperlukan bawahannya, sehingga mereka dapat melaksanakan rencana-rencana yang hendak dilakukan serta memelihara kekompakan di dalam timnya.

  2. Penempatan dan pembagian pekerjaan dipisahkan sedemikian rupa sehingga posisi dalam masing-masing unit kerja dapat dengan mudah dilaksanakan sesuai dengan yang diharapkan. Pembagian pekerjaan ini harus sesuai dengan kemampuan masing-masing bawahan yang akhirnya para pimpinan dapat menggunakan kewenangannya untuk mengambil keputusan. Selain itu pimpinan harus memastikan bawahannya memiliki tugas pokok yang cocok bagi mereka dipadukan dengan pengalaman yang baik, keahlian yang mencukupi dan sarana yang menunjang tugasnya.

  3. Adanya kejelasan tugas pokoknya masing-masing. Para pegawai disarankan memiliki tugas pokok yang jelas dan terukur, tidak harus banyak namun dapat efektif dikerjakannya. Apabila tugas pokok dirasakan menyita waktu, maka pegawai tersebut harus menentukan prioritas mana saja pekerjaan yang terlebih dahulu dikerjakan dan kegiatan apa yang seharusnya dapat diselesaikan lebih awal.

  4. Membuat sebuah sistem yang dapat memantau bagaimana setiap pegawai dapat memberikan kontribusi kepada satuan kerjanya. Saling komunikasi yang terbuka akan mendorong pegawai untuk tetap konsisten dalam mencapai tujuan unit kerja mereka. Para pemimpin harus selalu mengawasi dan memotivasi bawahannya agar tetap konsisten dalam mencapai tujuan satuan kerjanya. Hal ini akan membantu pegawai bahwa mereka termotivasi juga untuk ikut serta merumuskan dan menetapkan tujuan yang diputuskan pimpinan kemudian.

  5. Komunikasi yang terbuka dan kerja tim sangat diperlukan. Antara pegawai harus ada rasa saling mengenal dan cocok dengan tujuan-tujuan yang hendak dicapai bersama, dan juga mereka harus saling mengetahui pekerjaan masing-masing yang diberikan terhadap timnya Rasa kebersamaan akan lebih terasa dan tentunya keberhasilan unit kerjanya akan segera diraih. Bila ada kegagalan, tidak boleh menjadi akhir segalanya karena risiko kegagalan yang didapat adalah suatu batu loncatan menuju keberhasilan. Selain itu dengan mendorong pegawai untuk mencoba hal-hal yang baru, tanpa takut merasa gagal, agar selalu termotivasi untuk dapat bekerja lebih baik lagi.

  6. Menyesuaikan diri terhadap perubahan yang ada. Bila terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan tentunya setiap pegawai harus siap menyesuaikan dirinya untuk dapat melaksanakan pekerjaan atau tugas yang seharusnya dilakukan oleh rekannya dalam satu tim. Ini menunjukkan kekompakan dan saling mengisi diantara pegawai dalam lingkupnya sendiri. Setiap pegawai dapat melaksanakan pekerjaan lain dan mau menerima pekerjaan tersebut bila dibutuhkan ketika itu saja atau untuk seterusnya.

Hal-hal tersebut tentunya dapat menciptakan budaya kerja yang baik, dapat mengikuti perkembangan dan membantu unit kerjanya menjadi lebih efisien dan lebih produktif lagi.

about author

Helmi Pratomo S.Sos., M.M.

197902251998031001

Biro Organisasi dan Sumber Daya Manusia

Komentar (0)

Bagaimana Reaksi Anda Tentang Blog ini?


Tinggalkan Komentar

gambar

Komentar di Facebook
jQuery cookie Style Colors Switcher