Blog Sivitas

Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa tumbuhan dikenal sebagai agen biologis penyerap gas CO2 yang sangat efektif. Melalui proses rumit fotosintesis, CO2 yang diserap dari atmosfir akan diubah menjadi karbohidrat dengan bantuan energi cahaya matahari. Hasil fotosintesis kemudian disebarkan keseluruh bagian tumbuhan untuk ditimbun dalam jaringan atau dimanfaatkan secara langsung untuk menghasilkan energi melalui proses respirasi. Oleh karena itu, dengan mengukur jumlah unsur C (karbon) dalam biomasa tumbuhan, maka dapat diprediksi banyaknya CO2 di atmosfir yang diserap oleh suatu spesies tumbuhan.

Di bumi ini terdapat beragam jenis tumbuhan. Salah satu diantaranya adalah tumbuhan epifit. Tumbuhan epifit adalah tumbuhan non-parasit yang menggunakan tumbuhan lain sebagai tempat tumbuh selama daur hidupnya. Atau dengan kata lain, tumbuhan epifit hanya menumpang dengan cara tumbuh menempel pada batang atau dahan pohon atau tumbuhan lainnya. Kress (1986) dan Nieder et al (2001) menyebutkan bahwa jenis tumbuhan berpembuluh yang hidup sebagai epifit sebagian besar dapat ditemukan di kawasan hutan tropis. Sedangkan di negara tropis sendiri, tumbuhan epifit merepresentasikan 25 persen dari seluruh jenis tumbuhan berpembuluh, dan Anggrek (Orchidaceae) merupakan kelompok utama dari tumbuhan epifit (Dressler, 1993).

Bulbophyllum adalah salah satu marga di dalam keluarga Anggrek-anggrekan (Orchidaceae) yang memiliki lebih dari 1200 jenis di dunia. Hampir seluruh anggota marga ini hidup sebagai tumbuhan epifit. Marga ini termasuk memiliki laju pertumbuhan yang relatif cukup cepat dibandingkan anggrek epifit lainnya. Tipe pertumbuhannya yang simpodial dan seringkali merayap di sepanjang permukaan media membuat tumbuhan ini lebih cepat menutupi permukaan media dibandingkan dengan anggrek epifit monopodial seperti Phalaenopsis, Vanda, Malleola, Cleisostoma dll.
Beberapa keunggulan tumbuhan epifit sebagai penyerap karbon apabila dibandingkan dengan tumbuhan terestrial lainnya antara lain: tumbuhan epifit pada umumnya toleran terhadap intensitas cahaya dibawah naungan tajuk pepohonan inangnya; tumbuhan epifit sangat efisien untuk mengisi ruang permukaan batang pepohonan sehingga meningkatkan bidang penyerapan CO2 yang lebih tinggi apabila dibandingkan dengan permukaan batang pohon yang tidak ditumbuhi tumbuhan epifit; tumbuhan epifit umumnya telah berevolusi untuk beradaptasi terhadap keterbatasan sumber air dan unsur hara disekitar tempat tumbuhnya sekaligus sebagai tumbuhan yang dapat memanfaatkan secara efisien kelembaban dari aliran air di batang pepohonan ketika hujan untuk pertumbuhan si anggrek epifit. Karena tanpa adanya tumbuhan epifit, kelembaban yang ada di permukaan kulit dan rekahan batang pepohonan hanya akan menguap dan hilang begitu saja karena proses evapotranspirasi. Oleh karena itu, dengan keunggulan tumbuhan epifit dalam memanfaatkan ruang serta keterbatasan faktor-faktor pertumbuhan yang ada maka sangatlah penting untuk mengetahui sejauh mana potensi anggrek epifit untuk meningkatkan kapasitas penyerapan karbon.Hasil pengamatan terhadap beberapa jenis anggrek Bulbophyllum memperlihatkan bahwa anggrek epifit ini memiliki potensi yang cukup efektif dan efisien sebagai agen penyerap CO2 dengan memaksimalkan ruang tumbuh pada permukaan kulit batang pohon. Secara umum luas permukaan daun yang dihasilkan oleh anggrek Bulbophyllum jauh lebih luas dibandingkan dengan luas bidang tumbuh anggrek itu sendiri. Dalam bidang tumbuh per 100 cm dapat dihasilkan luas permukaan daun antara 234,36 hingga 532 cm. Dengan demikian, adanya anggrek epifit pada permukaan kulit pohon akan menambah bidang berklorofil yang dapat melakukan fotosintesis, sehingga secara otomatis juga akan meningkatkan penyerapan CO2 pada daerah permukaan kulit batang pohon. Sedangkan biomasa yang dihasilkan oleh pertumbuhan anggrek epifit menunjukkan bahwa anggrek Bulbophyllum dapat pula berperan sebagai penyimpan karbon yang efektif dan efisien. Hal ini ditunjukkan dari rerata bobot kering yang berkisar antara 1 hingga 10 g per 100 cm luas permukaan bidang tumbuh. Bulb tua pada anggrek Bulbophyllum umumnya bersifat presisten dan tetap menempel di kulit pohon/media tumbuh meskipun daunnya telah gugur, karena bulb tua ini berfungsi sebagai cadangan makanan dan air bagi pertumbuhan tunas muda selanjutnya. Oleh karena itu, karbon yang ada didalam jaringan bulb tua akan bertahan sebagai karbon tersimpan selama bulb tua tersebut belum gugur di tanah dan terdekomposisi.
Jenis yang digunakan dalam observasi ini meliputi Bulbophyllum lepidum (Blume) J.J.Sm., Bulbophyllum membranaceum Teijsm. dan Binn., Bulbophyllum odoratum (Blume) Lindl., Bulbophyllum purpurascens Teijsm. dan Binn., Bulbophyllum inunctum J.J.Sm., dan Bulbophyllum vaginatum (Lindl.) Rchb.f.

Melihat potensi yang dimiliki anggrek anggrek Bulbophyllum sebagai tumbuhan epifit yang dapat menghasilkan bidang permukaan daun yang cukup luas serta memproduksi biomasa melalui fotosintesis meskipun dengan faktor pertumbuhan yang terbatas di permukaan kulit pohon, seperti suplai air yang terbatas, unsur hara yang minim, serta intensitas cahaya yang ternaungi, maka anggrek ini terbukti sebagai agen penyerap CO2 dan penyimpan karbon yang efektif dan efisien. Oleh karena itu, pohon yang permukaan kulit batangnya ditumbuhi anggrek epifit seperti Bulbophyllum, akan memiliki bidang serap CO2 yang lebih optimal dibanding dengan pohon yang kulit permukaan batangnya tidak ditumbuhi oleh tumbuhan epifit.
Oleh karena itu, dmari kita mulai menanami batang pepohonan di samping rumah kita dengan berbagai jenis anggrek epifit dari marga Bulbophyllum. Selain akan menambah nilai estetika karena bunganya yang indah, juga akan meningkatkan bidang serap karbon di sepanjang permukaan batang yang ditumbuhi oleh anggrek. Walaupun kontribusi penyerapan karbon tergolong rendah, namun apabila semua bisa melakukannya, maka kontribusi juga akan signifikan.

Salam anggrek.Referensi:


Dressler, Robert L., 1993. Phylogeny and Classification of the Orchid Family. Melbourne. Cambridge University Press.
Kress, W.J., 1986. The Systematic Distribution of Vascular Epiphytes. Selbyana 9: 2-22.

Nieder, Jurgen., Juliana Prosperi, Georges Michaloud., 2001. Epiphytes and Their Contribution to Canopy Diversity. Plant Ecology 153: 51-63. Netherlands. Kluwer Academic Publishers.

about author

Destario Metusala S.P., M.Sc.

198312172008011010

Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya

Komentar (13)

  • Freedoms

    15 Agustus 2019, 16:31:17

    Informasi yang bagus, tapi diberi paragraf biar enak bacanya.

  • Vina Shandi

    03 Mei 2019, 10:25:18

    Nama saya Vina Shandi Saya seorang ibu dari dua orang, suami saya kehilangan pekerjaannya 5 tahun yang lalu sejak saat itu kami tidak memiliki uang untuk membayar tagihan kami, kami mulai memiliki hutang yang tidak dapat kami bayar, Maret 2018 saya katakan seorang teman tentang masalah keuangan saya dan Dia memperkenalkan saya kepada perusahaan pinjaman online (Arab Credit Group) yang mengatakan bahwa saya harus mempercayai mereka dan melakukan apa yang mereka minta untuk saya lakukan, jadi saya menghubungi mereka dengan Arabcreditgroup@gmail.com dan meminta 800 juta, saya pertama kali takut tetapi saya melakukan seperti yang dia katakan kepada saya dengan menyelesaikan semua tahapan dan saya menerima pesan dari bank saya bahwa akun saya dikreditkan, saya pergi ke bank saya untuk mengonfirmasi apakah itu benar dan saya sangat senang membuat saya pertama kali ditarik. Hari ini saya telah membayar semua hutang saya dan suami saya dan saya sekarang memiliki bisnis di mana kami dapat mempekerjakan lebih dari 15 orang sehingga saya berjanji untuk memberi tahu orang-orang tentang kesaksian besar ini. jika Anda mengalami masalah keuangan atau Anda menginginkan pinjaman untuk memperluas kontak bisnis Anda (Arab Financial Group) dengan Arabcreditgroup@gmail.com jika Anda memiliki pertanyaan, silakan hubungi saya vinashandi01@gmail.com

  • wahyu

    15 April 2019, 10:58:51

    akan saya coba praktekan. semoga berhasil

Bagaimana Reaksi Anda Tentang Blog ini?


Tinggalkan Komentar

gambar

Komentar di Facebook
jQuery cookie Style Colors Switcher