Blog Sivitas

Anggrek Bulbophyllum echinolabium adalah anggrek dari genus Bulbophyllum yang memiliki bunga terbesar diantara anggota Bulbophyllum lainnya yang jumlahnya sekitar 1000-1200 spesies. Rentang panjang bunganya dapat mencapai 30-50 cm atau lebih.


Anggrek Bulbophyllum echinolabium merupakan anggrek endemik Sulawesi yang keberadaannya di alam sudah mulai jarang akibat konversi habitat dan eksploitasi anggrek liar yang tidak terkendali.Anggrek ini telah mengalami evolusi yang luar biasa. Hal ini dapat diperlihatkan dengan mekanisme penyerbukannya dengan polinator/serangga penyerbuk yang sangat spesifik yaitu lalat hijau Chrysomya megacephala. Bunga Bulbophyllum echinolabium berwarna merah gelap menyerupai daging, yang merupakan warna kesukaan lalat hijau.

Pada bagian tengah bunganya mengeluarkan aroma tajam seperti ikan busuk yang dapat tercium hingga radius 3 meter. Aroma inilah yang menarik perhatian si lalat untuk mendarat di bibir bunga (labellum) yang kemudian masuk kedalam rongga diantara bibir bunga dengan column.Column bunga memiliki sepasang sayap (column wings) di sisi samping yang berguna untuk menahan tubuh si lalat agar tertahan dibagian tengah rongga dan tidak keluar dari arah samping. Akibatnya, tubuh lalat hanya dapat melakukan gerakan maju atau mundur saja.


Bibir bunga (labellum) berbentuk cembung dengan permukaan yang kasar. Bentuk permukaan yang kasar akan memberi tempat pendaratan yang baik bagi kaki lalat sehingga tubuh lalat akan stabil dan tidak mudah tergelincir. Selain itu, bibir bunga juga telah dirancang untuk mudah bergerak mengayun kearah depan dan belakang/maju-mundur layaknya mainan pelana kuda-kudaan kayu. Hal ini untuk menyesuaikan gaya gerakan tubuh si lalat.


Pada saat si lalat mendarat di bibir bunga dan bergerak maju untuk masuk ke dalam rongga sempit diantara bibir bunga dengan column. Tubuhnya akan terjepit oleh column wings dan bibir bunga. Lalat kemudian berusaha untuk keluar dengan melakukan dorongan mundur ke arah belakang. Namun karena sebelumnya telah terjepit di rongga yang sempit, sehingga saat terjadi dorongan kuat untuk keluar dari rongga ini, tubuh lalat tampak seperti terpental ke belakang dengan masih mencengkeram kuat pada bibir bunga.
Pada saat terpental ke belakang (gerakan mundur) inilah, punggung lalat akan menggesek dan menyingkap anther cap yang berada tepat diatas punggungnya. Saat tersingkap, pollinia atau serbuk sari yang ada di dalam anther cap akan sedikit tergelincir dan menggantung di depan column.


Umumnya si lalat akan mengulangi lagi untuk mencoba masuk ke rongga sempit tersebut untuk yang kedua kalinya. Pada gerakan maju yang kedua inilah punggung si lalat akan mendorong pollinia/serbuk sari yang tadi menggantung untuk bergerak ke stigma lengket yang berada tepat di sebelah bawah anther cap. Dengan menempelnya pollinia ke stigma, maka penyerbukan telah terjadi.


Biasanya si lalat akan melakukan beberapa kali gerakan maju-mundur untuk keluar dan masuk celah rongga bunga hingga pada akhirnya si lalat sadar bahwa di dalam hanya ada aroma makanan palsu dan segera terbang untuk meninggalkan bunga tersebut.


Mekanisme penyerbukan ini sangat selektif, dimana hanya serangga dengan ukuran tubuh, berat tubuh dan kekuatan melakukan dorongan yang sesuai sajalah yang dapat menjalankan proses mekanisme ini. Sehingga sejauh ini diduga hanya lalat hijau dewasa saja yang dapat melakukannya. Sedangkan lalat-lalat jenis lainnya tidak dapat melakukan mekanisme tersebut dengan sempurna.


Mekanisme yang cukup rumit ini nampak hanya menguntungkan salah satu pihak saja, yaitu si bunga anggrek. Akan tetapi kesetiaan si lalat hijau untuk berkoalisi dengan si anggrek ini telah berlangsung sejak ribuan tahun yang lalu seiring berjalannya evolusi untuk saling menyesuaikan dan "memahami" satu sama lainnya.


Foto oleh Destario.M (2010). Artikel ditulis berdasarkan observasi pribadi penulis di lab biosistematika anggrek, Kebun Raya Purwodadi.

about author

Destario Metusala S.P., M.Sc.

198312172008011010

Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya

Komentar (0)

Bagaimana Reaksi Anda Tentang Blog ini?


Tinggalkan Komentar

gambar

Komentar di Facebook
jQuery cookie Style Colors Switcher