Blog Sivitas

Beberapa orang yang bekerja dan tertarik dengan penelitian mikroalga masih menganggap tahapan isolasi sebagai tahapan yang sulit sehingga tidak banyak yang mau dan mampu menguasai teknik-teknik isolasi. Padahal peluang eksplorasi mikroalga perairan tawar maupun laut di Indonesia sangatlah luas karena lebih dari 70 persen wilayah Indonesia berupa perairan. Kesuksesan pada tahapan isolasi akan menentukan kemudahan pada tahapan kultivasi dan aplikasi.



Persyaratan utama agar mampu melakukan isolasi mikroalga adalah memiliki pengetahuan dasar menggunakan mikroskop dan kesediaan bekerja dengan objek mikro yang membutuhkan kondisi penglihatan (mata) yang baik dan prima pada saat melakukan isolasi. Sementara syarat tambahannya adalah memiliki peralatan standar isolasi seperti pipet, wadah isolat (tabung, cawan petri, botol, dll), dan perlengkapan penunjang kondisi aseptik (alkohol, bunsen, dll). Ketersediaan mikroskop merupakan prasyarat mutlak karena mikroalga merupakan objek mikroskopis dan keberhasilan isolasi akan diketahui melalui pengamatan dibawah mikroskop. Proses isolasi tidak memerlukan mikroskop dengan spesifikasi tinggi, yang terpenting adalah mikroskop mampu memperlihatkan morfologi mikroalga target secara jelas.
Beberapa teknik isolasi yang diketahui yaitu teknik mikromanipulasi, pengenceran berseri dan metoda gores. Setiap teknik akan membutuhkan beberapa alat khusus seperti pada teknik mikromanipulasi/pipeting akan membutuhkan selang dan pipet Pasteur yang dimodifikasi. Pada teknik pengenceran berseri akan dibutuhkan beberapa tabung reaksi dengan konsentrasi media yang divariasikan, sementara pada teknik gores akan membutuhkan ose atau alat penggores isolat pada media agar. Pemilihan teknik isolasi dilakukan berdasarkan faktor kemudahan teknik isolasi dan ketersediaan alat-bahan isolasi di laboratorim. Dengan demikian, setiap laboratorim yang bekerja dengan mikroalga akan mampu melakukan proses isolasi secara mandiri.



Gambar Teknik isolasi (a) mikromanipulasi (b) pengenceran berseri (c) metoda gores (Sumber : Anonim, 2012)

Apabila proses isolasi sudah dianggap sebagai tahapan yang mudah maka akan ditemukan berbagai inovasi pengembangan teknik isolasi yang lain sesuai karakter dan kondisi sampel mikroalga yang didapatkan. Selamat mencoba !! dan temukan berbagai keajaiban di dunia mikroalga.

about author

Hani Susanti M.Si

197905182010122001

Biro Organisasi dan Sumber Daya Manusia

Komentar (1)

  • Hani Susanti

    19 November 2014, 15:48:29

    terimakasih mas Bayu sudah meluangkan waktu membaca tulisan saya...Salah satu kendala mengapa ilmu pengetahuan mengenai mikroalga masih terbatas di Indonesia (dan masih banyak loh yang mengira mikroalga adalah lumut, tanaman, rumput, atau yang lainnya) penyebabnya saya kira karena belum banyak yang menekuni mikroalga di Indonesia, padahal manfaat mikroalga sudah sangat menjanjikan dan berkembang di luar negeri. Selamat buat mas Bayu yang sudah punya ketertarikan untuk menekuni teknik isolasi mikroalga.
    secara umum, seperti halnya teknik yg lain, isolasi mikroalga memiliki tingkat kesulitan dari yg paling mudah sampai yang sulit banget..saran saya mulailah dari yg paling mudah dan disesuaikan dengan ketersediaan sarana disekitar anda..Anda bisa googling untuk mengetahui beberapa teknik yang biasa digunakan phycologist di dunia misal di website www.marine.csiro.au....jika anda sudah menekuni, lambat laun anda akan menemukan sendiri teknik yang paling mudah atau paling anda sukai untuk mengisolasi mikroalga

    salam

Bagaimana Reaksi Anda Tentang Blog ini?


Tinggalkan Komentar

gambar

Komentar di Facebook
jQuery cookie Style Colors Switcher