Blog Sivitas

Hari ini, tepat satu bulan menjelang keberangkatan saya menuju Lengguru yang terletak di daratan Pulau Papua untuk melakukan ekspedisi. Peralatan ekspedisi telah dipak dan siap dikirim ke Sorong untuk selanjutnya dimuat di kapal Airaha milik Akademi Perikanan Sorong.

Saya pun sudah memulai mengecek peralatan pribadi untuk koleksi herpetofauna, termasuk di antaranya peralatan bedah seperti gunting, skalpel, dan pinset, tak lupa label khusus untuk menandai spesimen dengan inisial nama saya. Lebih dari tujuh ratus nomor tersedia untuk menandai spesimen yang akan dikoleksi di Lengguru. Saya mulai bertanya-tanya dalam hati tentang jumlah spesimen herpetofauna yang akan berhasil dikoleksi dalam ekspedisi kali ini. Rencananya, ekspedisi akan berlangsung selama hampir tujuh minggu. Jika seratus nomor label digunakan untuk menandai seratus spesimen yang terdiri dari ekor katak, kodok, ular, kadal, cicak, tokek, dan londok saja dalam satu minggu, berarti saya punya cukup label. Seratus ekor dalam tujuh hari, berarti sekitar 14 ekor per harinya. Mungkin perkiraan jumlah tangkapan ini terlalu sedikit untuk tim herpetofauna yang terdiri dari empat orang peneliti yang akan melakukan koleksi di Lengguru.




Sementara itu, sejawat saya di Museum Zoologi Bogor masih berusaha membuat label yang akan digunakannya untuk menandai spesimen. Kertas dan tinta yang biasa digunakan untuk menandai spesimen ini bukan sembarang kertas dan tinta. Cukup sederhana saja kriteria yang digunakan untuk membuat label spesimen yang baik. Kertas label dan tinta yang akan digunakan untuk mencetak inisial peneliti dan nomor spesimen pada kertas tersebut akan direndan dalam alkohol dalam jangka waktu yang panjang, sehingga diperlukan kertas yang tidak hancur jika direndam dalam alkohol dan tinta yang tidak luntur dalam rendaman alkohol.

Label spesimen mungkin bisa dikatakan suatu ditel yang tidak terlalu berpengaruh terhadap keberhasilan suatu ekspedisi. Namun, tidak saya pungkiri bahwa ada rasa bangga sebagai seorang profesional peneliti, jika spesimen yang saya koleksi bersama tim ditandai dengan label berinisial nama saya.Tiga kotak plastik yang berisi peralatan tangkap, peralatan pembuatan spesimen, dan peralatan lain untuk koleksi herpetofauna telah selesai dipak. Peralatan tangkap, misalnya perangkap lem dan kantung kain. Peralatan untuk membuat spesimen, misalnya nampan plastik dan alat suntik. Di antara peralatan pendukung koleksi yang telah dipak adalah senter, jas hujan, tali plastik, kain kassa, dan sepatu boot. Masih ada peralatan yang belum didapat, termasuk di antaranya adalah peralatan tangkap, yaitu sumpit dan pelurunya yang digunakan untuk menjatuhkan kadal pohon. Mata kail untuk membuat perangkap biawak juga belum terbeli. Masih ada empat minggu untuk mendapatkan peralatan tersebut dan saya yakin tim herpetologi bisa mendapatkannya.

about author

Dr. rer. nat. Evy Ayu Arida

197407132000032002

Pusat Penelitian Biologi

Komentar (0)

Bagaimana Reaksi Anda Tentang Blog ini?


Tinggalkan Komentar

gambar

Komentar di Facebook
jQuery cookie Style Colors Switcher