Blog Sivitas

Mikroalga adalah mikroorganisme perairan yang bernilai penting terutama di bidang energi, peternakan, kesehatan, industri makanan dan kosmetika. Berbagai negara di dunia telah memanfatkan mikroalga dengan produk yang diperoleh berupa minyak alga (biodiesel, bioaftur, sumber omega 3, kosmetika), protein (pakan ternak, pigmen alami), karbohidrat (bioetanol), biomasa (pakan akuakultur, pupuk organik), dan agen pengurai limbah/pikoremediasi. Fungsi khusus lainnya yang diperoleh dari mikrolaga adalah sumber antioksidan, karagenan, biopolimer, biohidrogen, sumber vitamin, agen antijamur, antimikroba dan antivirus.
Kondisi geografis Indonesia yang lebih dari 70 persen berupa lautan dengan intensitas cahaya matahari yang tinggi memungkinkan adanya upaya pengembangan secara serius dan berkesinambungan bioresource mikroalga menjadi produk yang dapat meningkatkan perekonomian bangsa Indonesia. Indonesia masih memiliki keterbatasan dalam aspek inventarisasi sumber daya bahari termasuk mikroalga dan pemanfaatannya. Sebagai negara maritim yang beriklim tropis, keragaman mikroalga di Indonesia sangat tinggi. Upaya eksplorasi terus dilakukan untuk menggali potensi yang dimiliki setiap spesies mikroalga. Permasalahan pengembangan potensi kelautan khususnya bioresource mikrolaga di Indonesia adalah belum tersedianya teknologi budidaya dan pengolahan biomasa secara memadai, terbatasnya sumber permodalan yang dapat digunakan untuk investasi, dan belum optimalnya peran sebagian besar penduduk di wilayah pesisir dalam mengembangkan produk berbahan baku mikroalga.

Keterbatasan mempertahankan sumber energi dari hidrokarbon merupakan peluang bagi upaya pemanfaatan mikroalga sebagai sumber energi baru dan terbarukan. Dewasa ini berbagai negara memanfaatkan biomasa terutama minyak alga sebagai sumber bahan bakar nabati (BBN) ramah lingkungan. Teknologi pengolahan alga menjadi minyak BBN merupakan teknologi paling baru. Apabila dibandingkan dengan sumber BBN lain (contohnya : bunga matahari, kedelai dan pohon jarak), produktifitas yang dihasilkan mikroalga per unit area lebih tinggi karena budidaya mikroalga tidak membutuhkan lahan yang luas.


Sistem produksi mikroalga komersil berbasis energi saat ini menggunakan kolam terbuka (open-pond) atau perairan dangkal. Penelitian yang dilakukan saat ini adalah upaya mendapatkan biomasa dengan konsentrasi tinggi menggunakan fotobioreactor. Salah satu manfaat yang didapat dari penggunaan fotobioreaktor adalah memanfaatkan kembali gas CO2 yang terperangkap dalam sistem reaktor untuk menumbuhkan dan memperbanyak biomasa mikroalga.

Beberapa spesies mikroalga yang diproduksi secara komersil di dunia adalah spesies Spirulina sp., Chlorella vulgaris, Dunaliella salina, Nannochloropsis sp., dan Haematococcus. Total produksi tahunan dunia mencapai 10.000 ton biomassa , dengan 99 persen diproduksi pada kolam terbuka.

Penelitian yang berkembang selanjutnya dalam bidang energi berbasis mikrolaga adalah pemanfaatan biomassa sebagai sumber biodiesel dan biohidrogen. Mikroalga mudah untuk diperbanyak, tidak membutuhkan lahan yang luas karena dapat dibudidayakan secara vertical, memiliki masa hidup yang pendek dan relatif mudah untuk diregenerasikan. Mikroalga yang dibudidayakan pada kondisi iklim yang cocok dan nutrisi yang cukup, dapat tumbuh dengan cepat. Beberapa tantangan masih terdapat pada pengembangan mikroalga sebagai biodiesel diantaranya adalah mahalnya biaya pengolahan, disain bioreaktor yang efektif untuk menghasilkan biomasa yang berlimpah, teknologi pemanenan yang efisien serta teknologi ekstraksi minyak alga, sehingga memerlukan penelitian lebih lanjut.

Salah satu penelitian yang menarik dilakukan adalah pemanfaatan limbah untuk produksi biomasa mikroalga. Dalam proses ini, mikroalga berperan sebagai agen bioremediasi (pikoremediasi) sekaligus biomassa alga dalam kolam pengolahan limbah dapat dimanfaatkan sebagai sumber bahan baku biodiesel. Melalui teknologi ini, biaya produksi biomasa alga menjadi lebih murah sekaligus memberikan solusi bagi pencemaran lingkungan.


Saat ini Laboratorium Bioenergi dan Bioproses di Pusat Penelitian Bioteknologi berupaya melakukan koleksi dan skrining mikroalga yang berhasil diisolasi dari beberapa perairan laut dan air tawar untuk mengetahui potensi produksi biodiesel maupun biohidrogen dari setiap spesies


Daftar Pustaka
Anonim. Jurnal Ethanol Indonesia Edisi 2 Tahun 2010
Anshori I. Nabati Tak Mau Menanti. 2011. Majalah Energi edisi Juni 2011 hal 17-19
Cardozo KHM, Thaiz G, Marcelo PB, Vanessa RF, Angela PT, Norberto PL, Sara C, Moacir AT, Anderson OS, Pio C, and Ernani P. 2007. Review : Metabolites from algae with Economic Impact. Comparative Biochemistry and Physiology, Part C 146 : 60-78
Kasai F, Masanobu K, Mayumi E, Fumi M, Kosei Y, Mayumi S, and Miwa I. 2009. The Japanese Journal of Phycology vol 57 No 1
Koller M, Anna S, Philipp T, Michael K, Herbert B, Sigurd S, Simone P, Hans S, Martin M, and Gerhart B. 2012. Characteristics and Potential of Microalgal Cultivation Strategies : A Review. Journal of Cleaner Production xxx: 1-12
Larsdotter K. 2006. Wastewater Treatment With Microalgae - A Literature Review. Vatten 62 : 31-38
Mata TM, Antonio AM, and Nidia SC. 2010. Journal Renewable and Sustainable Energy Reviews 14 : 217 -232

about author

Hani Susanti M.Si

197905182010122001

Biro Organisasi dan Sumber Daya Manusia

Komentar (0)

Bagaimana Reaksi Anda Tentang Blog ini?


Tinggalkan Komentar

gambar

Komentar di Facebook
jQuery cookie Style Colors Switcher