Blog Sivitas

Mobile Adhoc Network (MANET)



Mobile Ad Hoc Network  (MANETs) kumpulan   mobile node yang saling terhubung satu sama lain . Jaringan ini tidak

terhubung dengan jaringan yang tetap dan dapat terhubung anytime anywhere. Oleh karena itu  node    bertindak sebagai

router dalam pengiriman paket antar  node  yang satu dengan node yang lainnya. MANET sangat cocok di daerah yang sepi

penduduknya dalam memperluas cakupan BTS di daerah jarang penduduknya. MANET sangat cepat

perkembangannnya. MANET dapat meng configurasi dirinya sendiri dan tidak membutuhkan infrastruktur yang tetap. Media

yang digunakan adalah wireless link. Manet dapat berdiri sendiri dan dapat terkoneksi dengan insternet.





Manet dapat terhubung dengan banyak perangkat, yang terpenting setiap perangkat memiliki wireless yang dapat saling

terhubung. Manet biasa digunakan untuk keperluan  military scenarios, sensor network, rescue operation, student on

campus, free internet connection sharing, conferenc
e. 





Dua karakteristik utama adalah mobilitas dan multihop.Mekanisme yang dibutuhkan oleh MANET itu sendiri

adalah




  • Multihop Operation,  dibutuhkan untuk routing yang di

  • desain untuk mobile nodes.

  • Mekanisme Internet Akes.

  • Self configuration    dibutuhkan untuk pengalamatan

  • sebuah device.

  • Mekanisme Sekuriti.



MACAM PROTOKOL ROUTING



Protokol adalah seperangkat aturan yang mengatur setiap komputer untuk saling bertukar informasi melalui media

jaringan, sedangkan  routing adalah proses memindahkan informasi dari pengirim ke penerima melalui sebuah jaringan.





- ReActive Routing



  Route Request  (RREQ), Route Reply  (RREP), Route Error  (RRER) merupakan jenis pesan yang dikirmkan oleh

AODV.  Re-active routing tidak perlu otomatis dalam menentukan route, cara routingnnya dengan membroadcast paket ke semua host  melalui IP header. Setelah itu node tujuan akan mengirimkan balasan secara  broadcast  juga kepada seluruh node. Setiap node akan menyimpan informasi RREQ dan RREP. Setiap node yang di lewati RREP akan membetuk sebuah rute sendiri menuju ke pengirim. Pengirim

akan menerima pesan berupa informasi alamat pengirim, alamat penerima, nomor urutan dari penerima,  jumlah hope

dan TTL.   Keuntungannya tidak menggunkan bandwith yang besar  kecuali di perlukan. Kekurangannya adalah paket menjadi overhead, karena jika ada transaksi, haru membroadcast paket ke semua host. 





Selama rute terbentuk setiap  node memantau kondisi  link  di depannya untuk mengantisipasi kerusakan. Jika  salah satu

mengalami kerusakan maka  node  akan menyebarkan RERR keseluruh node. Oleh karena itu pengirim harus menyebarkan

RREQ secara ulang.



- ProActive Routing



Pada metode  reactive routing  menyebarkan seluruh informasi keseluruh  node  tanpa terkecuali, sehingga

menyebabkan  overhead. Maka dari itu untuk mengatasinya menggunakan teknik Multi Point Relays  (MPR). Tujuannya

untuk mengurangi terjadinya  overload, salah satu  node  akan bertidak sebagai MPR yang dapat meneruskan paket yang di

terima.





Cara kerjanya adalah terdapat 2 jenis pesan ,pesan pertama adalah pesan yang digunakan untuk menentukan

informasi tentang kondisi  link  dan  node  tetangga. Pesan tersebut juga menentukan pilihan MPR. Melaluli pesan ini

node dapat menentukan node MPR-nya. Yang berbeda disini pesan pertama hanya bisa mengirimkan sejauh 1 hop saja.  

Jenis pesan kedua adalah Topology Control  (TC). Pesan TC dikirim keseluruh  node. TC berisi informasi tentang  node

tetangga yang  telah di tetapkan sebagai MPR. Pesan ini di sebarkan secara priodik dan hanya MPR yang dapat

meneruskan pesan tersebut.





- Hybrid Routing



Jenis ketiga adalah  routing  yang berbasis  hybrid  atau klaster, yang merupakan campuran dari  pro-active  dan  re-

active  routing. Dalam beberapa tahun ini ada banyak  hybrid protocol dalam Manet ,seperti ZRP, ZHLS, SHARP, etc



Routing Zone  mendefinisikan setiap  node. Setiap  node mempunyai radius masing-masing kesetiap node. Zone dapat

overlapped dan berpengaruh terhadap performa jaringan. Oleh karenaitu  dibuat  Routing Zone  kecil-kecil, selain  tidak

berpengaruh dengan performa jaringan, node dapat berpindah relative cepat  satu  sama  lainnya.  Terdapat dua prosedur,

IntrAzone Routing Protokol  (IARP) dan  IntErzone Routing Protocol (IERP). IARP digunakan di dalam zona routing, dan

IERP digunakan saat jarak antara sumber dan tujuan lebih lebar dari pada radius zona routing. 



 


about author

Farham Harvianto M. Kom

199010262014011001

Pusat Data dan Dokumentasi Ilmiah

Komentar (0)

Bagaimana Reaksi Anda Tentang Blog ini?


Tinggalkan Komentar

gambar

Komentar di Facebook
jQuery cookie Style Colors Switcher