Blog Sivitas

Kebutuhan akan sandang, pangan, dan papan pada akhirnya mendorong manusia untuk bekerja, kecuali kalau manusia tadi punya kemampuan mencetak uang sendiri dari mekanisme alamiahnya.



Bekerja secara sederhana adalah usaha mendapatkan penghasilan dengan melakukan suatu pekerjaan. Tapi pengertiannya menjadi tidak sederhana kalau yang bekerja sudah berkeluarga.



Kehidupan modern membuat orang ingin mendapatkan kesuksesan dalam bekerja dan berkeluarga. Sihvo, sebagaimana dikutip oleh Kaarina Mtt dan Satu Uusiautti dalam Seven Rules on Having a Happy Marriage Along With Work (2012) menyebut hubungan antara kerja dan keluarga menimbulkan tiga macam konflik yang mencakup waktu, tekanan pada individu, juga perilaku.



Akan tetapi, mereka berdua punya berita baik. Riset mereka tadi, yang dilakukan kepada 342 pasangan Finlandia yang sudah menikah selama lebih dari sepuluh tahun, menunjukkan kerja tidak mempengaruhi keharmonisan rumah tangga.



Ada hikmah dibalik hidup di negara yang pemerintahnya mengurusi hal-hal terkecil warga negaranya. Salah satunya adalah pemerintah memikirkan mekanisme pekerjaan yang tidak mengggangu keharmonisan hubungan keluarga. Hasilnya adalah PNS. Pegawai Negeri Sipil. Lho lalu sebetulnya kerja PNS ngapain Namanya Pegawai Negeri ya bekerja untuk negeri. Karena ini negeri ajaib, ya harap maklum kerjanya juga ajaib.



Masuk jam 9 pulang jam 3 sore PNS. Istirahat dari jam 11 sampai jam 2 siang PNS juga. Jemput anak sambil belanja dapur pas jam kerja PNS lagi. Dagang baju di kantor PNS juga. Kerja gak kerja bayaran sama Ya jelas PNS. Nyambi kerja sana-sini PNS. Betul-betul santai bukan.



Melihat deskripsi kerja tadi, profesi sebagai PNS tentu sangat ideal bagi keharmonisan rumah tangga yang memerlukan interaksi dan komunikasi intensif.



Betharia Sonata dalam album Pilih Yang Mana produksi Musica Studios tahun 1988 mengajak para lajang untuk menentukan pilihan hatinya kepada pegawai negeri lewat lagu Aku Pilih Pegawai Negeri. Padahal saat itu posisi tawarnya lumayan tinggi karena ada saudagar kaya yang melamarnya. Yang gemuk saudagar kaya hartanya dimana-mana, yang berkumis pegawai negeri hidup sederhana Gambaran tentang pegawai negeri rupanya tak banyak berubah. Tetap sederhana.



Betharia rupanya memilih lamaran pegawai negeri daripada si juragan. Rupanya dia ingin waktu berkumpul yang lebih banyak dengan pasangannya. Memang menurut riset yang disebutkan tadi salah satu syarat keharmonisan rumah tangga pasangan yang sama-sama bekerja adalah komitmen dan dedikasi.



Unsur komitmen dan dedikasi sepertinya tidak Betharia temukan pada sosok saudagar kaya, Kalau saudagar kaya aku takut jarang di rumah Di lain sisi, Betharia merasa pegawai negeri mempunyai komitmen untuk pulang ke rumah sebelum senja selepas pekerjaannya selesai, Kalau pegawai negeri pergi pagi pulang sore kumpul bersama.




Satu hal penting yang perlu dicatat dari lagu ini adalah konteks sosial dalam proses penciptaan. Kita perlu ingat pesan media tidak pernah berdiri dalam runag hampa. Latar sosial ekonomi sangat berperan dalam proses penciptaan pesan, termasuk penciptaan lirik lagu ini.



Dari tahun produksi albumnya, kondisi sosial politik Indonesia saat itu sedang dalam kegemilangan rezim Orde Baru. Salah satu kekuatan rezim ini adalah pengelolaan pesan-pesan propaganda dari yang tersirat sampai yang tersurat. Lirik Aku Pilih Pegawai Negeri tentu bagian dari program besar Orde Baru untuk memperkuat kekuasaan.



Dengan memilih pegawai negeri otomatis dia menjadi istri anggota Korpri sekaligus bagian dari korps Dharma Wanita. Korpri adalah salah satu mesin pengumpul suara Golkar, kendaraan politik penguasa Orde Baru.



Lihat saja seragamnya, ada lambang pohon beringin. Kenapa bukan pohon kelapa yang jelas-jelas jadi ciri khas Indonesia dalam lagu Rayuan Pulau Kelapa Artinya bisa dipastikan afiliasi politik Betharia Sonata sebagai istri pegawai negeri yang otomatis anggota Korpri adalah Golkar. Sebelas dua belas dengan MLM bukan



Tentunya kita selalu ingin kondisi ideal. Banyak uang, di rumah terus tak harus kerja. Bisa, tentu saja bisa kalau mau berusaha. Lho artinya kita tetap harus kerja Lha iya dong emang dunia ini yang punya bapakmu!

about author

Fakhri Zakaria S.IP.

198611172010121001

Subbagian Hubungan Media dan Antar Lembaga

Komentar (0)

Bagaimana Reaksi Anda Tentang Blog ini?


Tinggalkan Komentar

gambar

Komentar di Facebook
jQuery cookie Style Colors Switcher