Blog Sivitas

Agenda pemerintah Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla adalah melaksanakan program nawacita yang merupakan sembilan agenda (Nawa Cita) prioritas yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional sehingga bangsa Indonesia bisa maju dan bangkit bersama bangsa-bangsa Asia lainnya. Salah satu program kegiatan untuk mewujudkan nawa cita tersebut adalah membangun sejumlah Sciene and Technopark di kawasan tertentu dengan prasarana dan sarana teknologi terkini. Dalam pelaksanaan pembangunan Science and Technopark tersebut, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mendapatkan mandat untuk membangun 1 buah Science and Technopark (STP) dan 7 Technopark (TP) dalam tahun anggaran 2015 melalui skema APBN Perubahan.

Menurut Kementrian Riset dan Teknologi terminologi Science and Technopark adalah istilah yang digunakan bagi sebuah sarana berupa kawasan yang disiapkan secara khusus untuk menginisiasi dan mengalirkan pengetahuan dan teknologi diantara lembaga litbang, universitas dan industri. STP memfasilitasi tumbuh dan berkembangnya industri, khususnya industri kecil menengah berbasis inovasi melalui inkubasi dan proses spin-off dan menyediakan layanan bagi industri dalam suatu kawawan yang disiapkan secara khusus. Dari uraian di atas sebenarnya tujuan utama pembentukan STP/TP adalah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah di tempat STP/TP tersebut didirikan. Hal tersebut dapat dicapai apabila di dalam STP/TP tersebut terdapat :
1. Sinergi fungsi dan peran dari Akademisi, Bisnis, Governemnt dan Community (ABGC)
2. Penyediaan lingkungan yang kondusif bagi berlangsungnya kegiatan pengembangan hasil penelitian, dan aspek bisnis (usaha) dari teknologi yang berkelanjutan
3. Penumbuhan, pembinaan dan pengembangan perusahaan pemula (strat up company) berbasis teknologi
4. Penyediaan dukungan SDM dan teknologi bagi industri baik melalui pelatihan SDM industri, maupun penyediaan dukungan riset, sarana dan prasarana serta jaringan untuk digunakan oleh industri.

Dalam hal ini STP/TP yang akan didirikan di daerah minimal melaksanakan tiga fungsi yaitu :
1. Melaksanakan pengembangan hasil-hasil penelitian yang berkelanjutan
2. Menumbuhkan dan mengembangkan start up company
3. Menarik industri yang berbasis teknologi ke dalam kawasan.
Technopark merupakan sebuah lingkungan pembelajaran terpadu berbasis kompetensi dan skill, berwawasan luas serta inovatif. Konsep techno park dimulai dari Universitas Stanford, diikuti oleh beberapa universitas di seluruh dunia untuk membuat kerjasama permanen antara pemerintah, universitas, industri dan pasar. Technopark dapat menjadi arena riset dan
pengembangan bagi institut, profesor, maupun mahasiswa dan pelajar dan
mengerjakan proyek dengan profit sharing. Technopark merupakan sebuah lingkungan nyaman bagi teknologi untuk dikembangkan,diinovasi, didemonstrasikan, dikembangkan dan diimplementasikan. Technopark dibangun dengan tugas penelitian dan pengembangan, pelatihan, sumber daya manusia, kerjasama, produk serta layanan yang dapat bermanfaat bagi masyarakat. Technopark mempunyai tugas melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan dalam bidang pelatihan. Penelitian dan pengembangan technologi. Memproduksi dan memasarkan barang/jasa serta melaksanakan kerjasama baik nasional maupun internasional dalam rangka meningkatkan fungsi lembaga.

Unsur kelembagaan merupakan hal yang sangat penting dalam pembentukan TP di Tasikmalaya. Dengan sistem kelembagaan yang baik ke 3 komponen ABG yang ada dalam TP dapat melaksanakan tugas pokok dan fungsi sesuai dengan kompetensi masing-masing komponen. Skema kelembagaan dalam kegiatan TP Tasikmalaya adalah terlihat pada gambar.

Dalam struktur kelembagaan di Technopark ini LIPI sebagai sebuah lembaga penelitian dan pengembangan melakukan proses transfer teknologi, yang merupakan hasil litbang dari masing-masing satuan kerja yang ada di LIPI. Teknologi yang akan dikembangkan di Technopark ini tentunya harus sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat setempat. Selanjutnya dari unsur pemerintah (government) akan berperan dalam kegiatan penyediaan lahan, beberapa proses perizinan seperti izin usaha, izin produksi dan izin-izin lainnya yang terkait dengan kegiatan Technopark. Sedangkan dari unsur swasta/bisnis dalam hal ini adalah koperasi atau badan usaha lainya memainkan peran sebagai pihak yang mengelola kegiatan yang bersifat komersial/bisnis.

about author

R. Haryo Bimo Setiarto S.Si., M.Si.

198801272009121002

Biro Organisasi dan Sumber Daya Manusia

Komentar (0)

Bagaimana Reaksi Anda Tentang Blog ini?


Tinggalkan Komentar

gambar

Komentar di Facebook
jQuery cookie Style Colors Switcher