Blog Sivitas


Diceritakan bahwa pada zaman yang tidak dipahami ntah kapan tepatnya, ada ksatria bernama Laowomaru berhasil mengalahkan  ular Haria (ular naga dalam kepercayaan masyarakat Nias) pada sebuah gua yang jaraknya delapan kilometer dari Gawu Soyo.

Sejak lama, ular naga itu selalu meresahkan masyarakat yang ada di sekitar gua. Keberanian Laowomaru ini menjadi satu kisah penting pada denyut nadi kehidupan masyarakat Nias bagian utara. Namun, kisah tetap akan menjadi sebuah kisah.

Kabarnya, efek pertumpahan darah itu masih tersisa suasana mistis, tak terkecuali di Desa Ombolata Afulu, tempat pantai Gawu Soyo berada. Darah itu tumpah sampai pada desa tersebut, dan kini jejak abadinya bisa disaksikan dari semburat merah darah di hamparan pasir pantai Gawu Soyo ini.

Pantai Gawu Soyo terbentang sejauh satu kilometer. Meskipun berwarna merah, pasir pantai ini memiliki struktur lembut, sehingga nyaman dilewati hanya berjalan kaki.

Namun informasi lain mengatakan juga bahwa bahwa pasir merah ini dihasilkan dari bebatuan karang di sekitar pantai, yang di waktu-waktu tertentu akan kena abrasi ombak dari air laut. Informasi tersebut juga dapat memaparkan secara ilmiah mengenai asal-mula pasir yang dengan warna merah ini, karena memang ada banyak bebatuan karang, seperti yang ada di pantai-pantai di Pulau Nias seperti biasanya.

Akses untuk sampai ke pantai ini sangat minim. Terlebih, pantai ini ada di area pedalaman. Wisatawan dapat  bertolak dari Gunungsitoli untuk ke Desa Ombolata, Kecamatan Afulu, Kabupaten Nias Utara dengan kendaraan pribadi, baik roda dua hingga pada roda empat.

Selama di perjalanan, pengunjung akan di berikan dengan keasrian alam dari pulau Nias dan nyiur-nyiur yang sangat sejuk ditiup angin. Keramahan masyarakat lokal Afulu akan menjadi faktor pertama saat sudah tiba di area lokasi.

Karena masih alami serta terjaga keasriannya, untuk datang ke kawasan pantai Gawu Soyo tidak dikenakan dana sepeserpun tarif tiket masuk. Pengunjung juga diwajibkan untuk tetap menjaga kebersihan pantai meski belum banyak fasilitas penunjang wisata yang terdapat di lokasi.

Meskipun belum seterkenal Pantai Langurdi dan Sorake di Nias Selatan, maupun Pulau Asu atau The Paradise on the Earth, Pantai Gawu Soyo tetap bisa menggunakan kolom rencana wisata. Tentu, pengalaman batin serta eksotisme alam yang dipadukan juga dengan kearifan lokal masyarakat setempat bisa menjadi slot deposit ovo pertimbangan utama mengapa perlu melabuhkan opsi untuk datang ke destinasi wisata baru ini.

Pepohonan yang terlihat rimbun tumbuh di sekitar pantai, sehingga tidak membuat pemandangan yang gersang dan panas. Dengan jarak delapan puluh kilometer dari kota Gunungsitoli dan seratus kilometer dari Bandar Udara Binaka dengan waktu tempuh sekitar 2,5 sampai pada 3 jam menjadikan pantai ini kadang sepi pengunjung.

Meski seperti itu, pantai yang masih perawan serta alami ini sangat pas untuk didatangi oleh wisatawan yang mulai jenuh dengan kegiatan hariannya. Buih-buih ombak yang berdansa bersama pasir merah pantai ini merupakan sebuah penghibur lara dan penat yang ada di dalam pikiran dan perasaan.

Bagi wisatawan yang memang mau datang berkunjung, sangat dianjurkan untuk membawa bekal makanan dari rumah, dengan tikar atau tempat untuk duduk, karena di pantai ini belum ada penginapan maupun warung makan. Pantai ini juga menjadi habitat asli dari penyu langka yang terdapat di Nias.

Jika pengunjung cukup hoki, maka akan melihat kehadiran beberapa ekor penyu yang lewat ke pantai ini. Namun, pengunjung diharapkan tetap menjaga keberadaan penyu-penyu langka itu, dengan tidak membawa mereka dan menjadikan mereka sebagai oleh-oleh.

about author

Dadang Kusnandar

196012121983031018

Biro Umum

Komentar (1)

Bagaimana Reaksi Anda Tentang Blog ini?


Tinggalkan Komentar

gambar

Komentar di Facebook
jQuery cookie Style Colors Switcher