Blog Sivitas

Kemunculan kompor gas atau dalam bahasa inggrisnya cooking burners  sebagai pilihan pengganti kompor minyak pastinya memberi tidak sedikit manfaat dalam pekerjaan memasak, terutama untuk mereka yang mempunyai tingkat kegiatan yang tinggi. Karena di samping lebih gampang untuk menyalakannya, masa-masa yang dibutuhkan untuk memasak dengan kompor gas juga jauh lebih cepat daripada memakai kompor minyak.


Namun dibalik sekian banyak  kemudahan yang ditawarkannya, kompor gas pun menyimpan bahaya andai tidak dipakai secara benar. Sering kali anda mendengar berita tentang ledakan kompor dan tabung gas yang memakan korban jiwa. Nah guna mengantisipasi terjadinya urusan yang sama, inilah ada sejumlah tips aman memasak dengan kompor gas guna menghindari bisa jadi terjadinya ledakan tabung gas.


1. Pastikan selang dan regulator terpasang dengan baik

Posisi selang dan regulator yang tidak terpasang dengan sempurna pun seringkali menjadi penyebab terjadinya ledakan pada tabung gas. Karena itu, sebelum mengobarkan kompor gas, pastikan selang telah terpasang dengan baik pada regulator maupun kompor. Pastikan pula regulator telah terpasang dengan baik pada mulut tabung gas. Jika tersiar suara mendesis atau bau gas, tersebut berarti regulator belum terpasang dengan sempurna. Perbaikilah posisinya terlebih dahulu dengan mengurangi tuas pengaturnya sampai terdengar bunyi “klik”, sebelum anda menyalakan kompor.


Di samping itu, pastikan selang gas tidak tertekuk atau terjepit karena dapat menyebabkan aliran gas dari tabung ke kompor menjadi terhambat, yang pada kesudahannya dapat memprovokasi nyala api. Selang yang tertekuk atau terjepit juga dapat membuat selang gampang rapuh, pecah dan kebocoran gas. Jadi sebelum mengobarkan kompor, tidak boleh lupa untuk tidak jarang kali meyakinkan selang dan regulator gas telah terpasang dengan baik yah, Toppers.


cara memasang regulator yang benar


2. Perhatikan posisi kompor dan tabung gas

Pastikan anda meletakkan kompor dan tabung gas di lokasi yang permukaannya datar dan kokoh. Karena bila ditaruh pada permukaan yang tidak rata ataupun di atas tumpukan benda lainnya, tabung gas dapat saja terjatuh yang mengakibatkan selang dan regulator tertarik sampai-sampai menjadi longgar. Longgarnya regulator ini pada akhirnya dapat menyebabkan gas keluar, walaupun sedang tidak digunakan. Jadi usahakan untuk menempatkan tabung gas di lantai yang permukaannya datar yah Toppers.


3. Gunakan perangkat berlabel SNI

Banyak kejadian ledakan tabung gas melulu karena perangkat yang dipakai seperti regulator, selang, tabung gas, sampai kompor yang tidak cocok dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Oleh sebab itu, telitilah sebelum membeli. Pastikan perangkat yang anda beli berlabel SNI dan bukan perangkat palsu. Jangan gampang tergiur dengan harga yang murah. Lebih baik menerbitkan uang yang lebih untuk melakukan pembelian perlengkapan asli namun aman digunakan, daripada melakukan pembelian perlengkapan yang murah tapi membawa bahaya.


Kebanyakan regulator otomatis berlabel SNI pun memiliki keterampilan untuk menyangga gas dari tabung dan melulu menyalurkannya bila pematik pada kompor dinyalakan. Di samping itu, pilihlah regulator yang dilengkapi dengan jarum penunjuk angka, yang bermanfaat sebagai pengatur desakan gas dari tabung gas. Regulator sendiri terdiri dari 2 jenis, yaitu regulator desakan rendah (low pressure) dan regulator desakan tinggi (high pressure). Untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari, lumayan gunakan regulator dengan desakan rendah. Karena andai tekanan regulator lebih tinggi daripada tabung gas, dapat mengakibatkan tabung gas meledak.


label sni


4. Periksa situasi tabung secara teratur

Pemeriksaan situasi tabung dan perangkat lainnya secara teratur pun wajib anda lakukan, supaya jika sekiranya terjadi kebocoran, kamu dapat segera mengatasinya. Sambungan regulator dengan mulut tabung dan selang gas menjadi unsur yang sangat rentan merasakan kebocoran. Kamu dapat memeriksanya dengan menggosok unsur tersebut memakai air sabun. Jika ada kebocoran, maka akan hadir gelembung-gelembung udara pada air sabun.


Di samping itu, pastikan pula tabung gas yang kamu pakai masih dalam suasana baik, paling tidak 90% dari permukaannya masih tertutup cat dan tidak tidak sedikit ada bagian yang karat, khususnya pada unsur bawah. Karena pengkaratan yang terjadi pada unsur bawah tabung dapat mengindikasikan tabung tersebut telah lama tidak diasuh dan dapat saja merasakan kebocoran. Kamu dapat melakukan pemeriksaan  dengan memasukkan tabung ke dalam air, andai muncul gelembung-gelembung udara, sudah tentu tabung tersebut merasakan kebocoran.


5. Jauhkan tabung dari bahan yang gampang terbakar

Posisi tabung gas yang terlampau dekat dengan kompor dan bahan beda yang dapat memunculkan percikan api serta gampang terbakar laksana soket/colokan listrik dan aerosol (spray) juga dapat memicu munculnya ledakan. Karena andai tabung gas merasakan kebocoran, gas yang keluar dapat langsung menyambar bahan yang gampang terbakar. Di samping itu, hindari pula untuk menempatkan kompor minyak dan kompor gas secara berdekatan, lagipula menggunakannya secara bersamaan dalam satu ruangan.


jauhkan kompor gas dari bahan gampang terbakar


6. Buat sirkulasi udara dapur yang baik

Pastikan dapur kita dilengkapi dengan ventilasi udara yang baik supaya panas yang hadir saat memasak dapat keluar dengan baik. Di samping itu, andai tidak sengaja terjadi kebocoran, gas dapat langsung tersalurkan ke luar. Namun andai dapur tidak mempunyai sirkulasi udara yang baik, bukalah jendela dan pintu terlebih dahulu sebelum memulai pekerjaan memasak.


ventilasi udara dapur yang baik


7. Bertindak cepat ketika terjadi kebocoran

Terciumnya bau khas gas elpiji yang menyengat dan tersiar suara mendesis dari regulator adalahciri tabung merasakan kebocoran. Nah ketika terjadi kebocoran, segeralah beraksi cepat guna mematikan kompor dan mencungkil regulator dari mulut tabung. Setelah itu, bawa tabung ke lokasi terbuka serta bukalah pintu dan jendela supaya gas di dalam ruangan bisa segera keluar. Jika masih terhirup bau gas, tidak boleh coba-coba untuk mengobarkan api ataupun perlengkapan listrik, supaya tidak merangsang timbulnya api.


8. Lepas regulator ketika pergi dalam masa-masa yang lama

Saat meninggalkan lokasi tinggal dalam masa-masa yang lumayan lama, usahakan lepaskan regulator dari mulut tabung. Hal ini bertujuan untuk menangkal terjadi hal-hal yang tidak diharapkan seperti selang gas digigit oleh tikus ataupun regulator longgar yang dapat mengakibatkan terjadinya ledakan. Di samping itu, tidak boleh lupa pula guna mematikan semua perlengkapan elektronik yang tidak terpakai dan mencabutnya dari soket listrik, untuk menangkal timbulnya korsleting listrik yang pun dapat menjadi sumber cipratan api.


lepas regulator ketika meninggalkan lokasi tinggal dalam masa-masa lama


9. Bersihkan paling tidak 1 minggu sekali

Kompor yang kotor dan tersumbat juga dapat menjadi penyebab bahaya. Oleh sebab itu, tidak boleh lupa untuk mencuci kompor paling tidak 1 minggu sekali, khususnya pada unsur keluarnya api. Selain dapat menimbulkan bahaya, suasana kompor yang kotor juga dapat membuat api berwarna merah yang dapat menciptakan pemakaian gas menjadi lebih boros. Kamu dapat menggunakan kain basah ataupun memakai pembersih dapur yang ketika ini tidak sedikit dijual di pasaran.


Nah untuk kamu yang suka memasak dengan kompor gas, tidak boleh lupa untuk menyimak 9 tips di atas yah, Toppers. Oyah untuk kamu yang masih ragu-ragu untuk memakai kompor gas, kompor listrik dapat menjadi pilihan lain yang dapat kamu gunakan

about author

Djuwardi S.IP.

196304151982031001

Biro Perencanaan dan Keuangan

Komentar (0)

Bagaimana Reaksi Anda Tentang Blog ini?


Tinggalkan Komentar

gambar

Komentar di Facebook
jQuery cookie Style Colors Switcher