Blog Sivitas

Dibandingkan film-film superhero yang sudah dirilis Hollywood, film SHAZAM! memang pada awalnya memperoleh perhatian yang tidak terlalu optimis. Semua tak lepas dari beberapa kegagalan film-film DC dan Warner Bros dalam semesta DC Extended Universe (DCEU). Saat mengambil jadwal tayang pada 5 April 2019, banyak pihak yang masih khawatir dengan performa SHAZAM!

Untuk sang tokoh utama Shazam, New Line Cinema memilih aktor Zachary Levi. Levi sendiri sempat bergabung di ‘musuh bebuyutan’ DCEU yakni Marvel Cinematic Universe (MCU) sebagai Fandral dalam THOR: THE DARK WORLD (2013) dan THOR: RAGNAROK (2017). Lalu sosok asli Shazam yakni seorang bocah remaja penyendiri bernama Billy Batson diperankan oleh aktor muda Asher Angel.

di artikel ini akan membahas tentang review film ShazamAktor lain dalam film SHAZAM! adalah Mark Strong sebagai musuh utama sang fisikawan ambisius, Dr. Thaddeus Sivana. Lalu ada Jack Dylan Grazer/Adam Brody (Freddy Freeman), Djimon Hounsou (Shazam), Faithe Herman/Meagan Good (Darla Dudley), Grace Fulton/Michelle Borth (Mary Bromfield), Ian Chen/Ross Butler (Eugene Choi) dan Jovan Armand/D.J Cotrona (Pedro Pena).

SHAZAM! Berikan Suguhan Hiburan yang Sempurna

Dibandingkan dengan film-film MCU yang dirilis Disney-Marvel, DC dan Warner Bros memang bisa dibilang kalah. Jika MCU sudah memiliki 23 judul film dengan total pendapatan lebih dari USD 22,5 miliar, DCEU masih merilis 7 film dengan raihan USD 5,2 miliar. Kerap identik dengan nuansa kelam dan serius, film SHAZAM! Langsung menyuguhkan perbedaan bahkan sejak sinopsisnya dirilis.

Jika kebanyakan karakter superhero DC terkesan gelap, Shazam justru sebaliknya. Shazam sendiri adalah superhero yang muncul dalam diri Billy Batson. Saat mengucap kata Shazam, Billy bakal berubah menjadi superhero dewasa yang sulit dikalahkan tapi masih memiliki sifat kekanak-kanakan khas bocah remaja. Billy sendiri memperoleh kekuatannya dari penyihir sakti yang bernama Shazam juga.

Sang penyihir melihat murninya jiwa Billy dan akhirnya memilihnya sebagai penerus dan memiliki kekuatan super para dewa (Solomon, Hercules, Atlas, Zeus, Achilles dan Mercury). Namun Billy yang masih muda jadi hilang arah dan gagal bertanggung jawab hingga akhirnya dia kalah dari Thaddeus. Di saat itulah Billy sadar bahwa keluarga adalah hal utama dan membuatnya bisa menggunakan kekuatan Shazam.

Jika dibandingkan superhero DC lainnya, film SHAZAM! jauh lebih menghibur. Meskipun Billy punya masa lalu kelam, sutradara David F Sandberg tidak membuatnya segelap Bruce Wayne atau Clark Kent. Ada banyak sekali humor yang diselipkan dengan akting menghibur Levi, SHAZAM! pun sangat kuat dan sukses melebihi harapan baik secara box office, jalinan cerita dan pengenalan karakter.

SHAZAM! Lanjutkan Kepercayaan Diri DC

Sentuhan baru pada film SHAZAM! seolah menyadarkan publik bahwa DC belumlah mati. Sejak kegagalan JUSTICE LEAGUE (2017) yang ‘cuma’ meraup USD 657 juta di seluruh dunia, petinggi DC dan Warner Bros memang melakukan perubahan besar-besaran pada proyek mereka. Tak mau tertinggal jauh dari sang seteru abadi Marvel, DC menyuguhkan film dengan nuansa berbeda dan menyesuaikan pasar.

Tidak ada lagi sentuhan gelap seperti di BATMAN V SUPERMAN: DAWN OF THE JUSTICE (2016), kesuksesan pertama terjadi pada WONDER WOMAN (2017) yang meraup USD 821 juta. Lalu dilanjutkan oleh AQUAMAN (2018) yang luar biasa fantastis dengan pendapatan USD 1,1 miliar. Hingga akhirnya film SHAZAM! meraup USD 364,5 juta, terhitung besar untuk superhero yang kurang dikenal masyarakat.

about author

Djuwardi S.IP.

196304151982031001

Biro Perencanaan dan Keuangan

Komentar (0)

Bagaimana Reaksi Anda Tentang Blog ini?


Tinggalkan Komentar

gambar

Komentar di Facebook
jQuery cookie Style Colors Switcher