Blog Sivitas

Siapa yang tak kenal Soekarno? Dapat dipastikan semua orang Indonesia bahkan  luar negeri mengetahui Soekarno, namun apakah anda mengetahui Biografi Soekarno?  siapa sangka bahwa akhir hayat Soekarno ternyata tak seindah jasa-jasanya yang ia lakukan untuk kemerdekaan Indonesia. Lalu bagaimana kisah memilukan di akhir hidup sang proklamator Indonesia? Tak perlu khawatir karena kisah akhir hayatnya akan dibahas dalam artikel ini.

Namun sebelum Anda mengetahui lebih banyak tentang akhir hayat dari Soekarno maka lebih baik Anda mengetahui sekilas tentangnya semasa hidupnya terlebih dahulu. Dr. Ir. Soekarno memiliki nama lahir Koesno Sosrodiharjo, ia lahir di Surabaya pada tanggal 6 Juni 1901. Soekarno merupakan presiden pertama Indonesia dengan masa jabatan periode 1945-1966. Dimana selama kepimpinannya ia selalu memperjuangkan rakyat Indonesia.

Semasa hidupnya ia berperan penting dalam kemerdekaan Indonesia dari penjajah Belanda. Bersama Mohammad Hatta ia berhasil memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus. Ia juga pertama kali menectus konsep tentang pancasila sebagai dasar dari negara Indonesia, dan masih banyak lagi jasanya untuk Indonesia. Lalu bagaimana kisah akhir hayat Soekarno? Simak kisahnya berikut ini.

Seperti Ini Keadaan Sang Proklamator Indonesia di Akhir Hayatnya

Sejak Agustus tahun 1965, kesehatan dari Ir. Soekarno mulai mengalami penurunan. Sebelumnya, ia dikabarkan menjalani perawatan di Austria pada tahun 1961 dan 1964 karena penyakit gangguan ginjal. Semasa perawatan di Wina, Austria Prof. Dr. K Fellinger yang berasal dari Gakultas Kedoketran Universitas Wina memberi saran supaya ginjal kiri dari Soekarno dilakukan pengangkatan.

Namun apa yang dilakukan Soekarno? Ia menolak untuk dilakukan pengangkatan ginjal kiri dan memilih untuk melakukan pengobatan tradisional terhadap penyakit yang dideritanya. Hingga pada Sabtu, 20 Juni tahun 1970 di Rumah Sakit Angkatan Darat (RSAD) Gatot Subroto, keadaan dari Soekarno semakin menurun dan kesadarannya pun berangsur-angsur mengalami penurunan.

RSAD Gatot Sunroto merupakan saksi bisu akhir hayat Soekarno. Tahukah Anda jika di penghujung hayatnya tidak seindah jasanya untuk Indonesia. Dalam buku Soekarno Poenja Tjerita mengatakan bahwa semangat dari sang proklamator telah hilang. Ketika jenderal Soeharto menahannya dengan pengamanan yang ketat, ia diasingkan dari rakyat Indonesia. Bahkan keluarganya pun sama yaitu dipersulit bahkan untuk menjenguknya.

Hembusan Napas Akhir Hayat Soekarno Proklamator Indonesia

Ir. Soekarno mengalami sekarat pada 16 Juni tahun 1970. Ia pun dilarikan dari Wisma Yasno ke sepetak kamar dengan penjagaan berlapis pada lorong rumah sakit. Pada sabtu, 20 Juni 1970 pukul 20.30 WIB, kondisi dari Bung karno semakin menurun dan keesokan harinya mengalami koma. Kemudian Dokter Mahar Mardjono menghubungi dan menyuruh anak-anaknya untuk datang melihat ayahnya.

Pada 21 Juni tahun 1970 pukul 07.00, Bung Karno dinyatakan meninggal di RSAD Gatot Subroto, Jakarta. Sebelum wafat, ia pernah meminta supaya dirinya dimakamkan di Istana Batus Tulis Bogor. Namun, Soeharto memberi perintah supaya jenazah dari Bung Karno dimakamkan di Blitar, Jawa Timur. Sehingga keesokan harinya, jenazah Bung Karno dibawa ke Blitar dan dimakamkan bersebalahan dengan ibunya keesokan harinya.

Menjelang hari pahlawan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menandatangi keputusan tentang gelar pahlawan nasional. Semasa kepimpinannya, Soekarno mengalami berbagai rintangan, namun semangatnya tak pernah pupus begitu saja. Demikianlah kisah singkat akhir hayat Sang Proklamator Indonesia, Bung Karno. Semoga kisah akhir hayat Soekarno yang telah dijelaskan diatas memberikan Anda inspirasi dan selalu cinta terhadap negara Indonesia.

about author

Djuwardi S.IP.

196304151982031001

Biro Perencanaan dan Keuangan

Komentar (0)

Bagaimana Reaksi Anda Tentang Blog ini?


Tinggalkan Komentar

gambar

Komentar di Facebook
jQuery cookie Style Colors Switcher