Blog Sivitas


Barangkali quotes yang benar adalah yang memakai dont di awalmelengkapi quotes tersebut menjadi dont judge the book by its cover, seperti yang kita kenal selama iniyang dalam Bahasa Indonesia quotes tersebut menjadi kata-kata bijak dengan terjemahannya kurang lebih berbunyi "jangan menilai buku dari sampulnya".Meski kata-kata bijak tersebut mengandung arti yang mendalam, tetapi secara harfiah pun kata-kata bijak itu ada benarnya. Penilaian sebuah buku berdasarkan sampulnya memang seringkali tidak bijak, karena tidak semua sampul mencerminkan isi dari sebuah buku. Idealnya kita harus membaca dan memahami isi buku, baru memberikan penilaian.

Namun, coba kita mengambil sudut pandang seorang pemuda, usia 26 tahun, jomblo, dan bertekad menghabiskan akhir pekannya dengan membaca buku. Pemuda ini tengah bingung memilih buku apa yang akan dibelinya di sebuah toko buku, lantaran tidak membekali diri dengan resensi buku terlebih dahulu atau saran buku bagus dari teman-temannya. Mengintip isi buku pun ia tak berani, karena di depannya tertulis secara jelas menyobek sampul plastik berarti membeli.

Jika kita dalam situasi absurd tersebut, sudah pasti satu-satunya informasi yang akan mempengaruhi penilaian kita hanyalah dari cover buku sehingga menilai buku dari coverjudge the book by its coversering kali menjadi sebuah keniscayaan.Begitu pula ketika kita memahami cover buku sebagai sebuah packaging, kesan pertama produk adalah dari tampilan luarnya. Bahkan penelitian yang dilakukan oleh Institute of Color Research di Amerika, menemukan bahwa seseorang dapat mengambil keputusan terhadap orang lain, lingkungan, atau produk dalam waktu hanya 90 detik (Pujiyanto, 2014:68). Tentu dalam keadaan ini berlaku idiom the first impression means everything.Di sinilah peran seorang desainer grafis mengolah tampilan packaging cover buku menjadi menarik. Dalam segala keterbatasan yang ada, tampilan cover harus dibuat memanjakan mata sekaligus mengakomodasi tujuan utama, yakni mencerminkan isi sebuah buku. Begitu pentingnya packaging, hingga sejak abad ke-19 di Inggris sudah lazim filsafat pemasaran the product is the package (Pirous, 1989).Sementara bagian cover buku yang memberikan informasi paling besar adalah pada sisi belakang cover, atau lazim dikenal sebagai blurb. Blurb selain memuat tentang sinopsis buku dan biografi pengarang, juga mencantumkan komentar-komentar tokoh-tokoh tertentu mengenai isi buku secara keseluruhan, baik dari segi isi, gaya, bahasa, tampilan, ataupun sosok pribadi pengarang (Primadesi, 2005). Sementara itu, Dan Poynter dalam bukunya Self-Publishing Manual menulis lebih rinci isi dari blurb yang terdiri dari : kategori buku, headline (bukan judul), deskripsi buku, benefit, testimoni atau endorsement, deskripsi penulis, sales closer, harga, dan barcode (Trim, 2010).

Pada umumnya pencantuman pada blurb dibuat setelah proses editing buku selesai dan naskah siap masuk ke bagian produksi untuk proses penerbitan (Primadesi, 2005). Alhasil seorang editor berperan besar dalam menyajikan materi blurb yang berkualitas, yakni mampu membantu calon pembaca memahami kandungan sebuah buku, sekaligus sebagai media promosi.Gabungan kedua aspek tersebutaspek visual cover sebagai packaging serta blurb sebagai media promosinyamembentuk keutuhan sebuah cover buku yang solid. Seseorang tidak akan membaca blurb yang terletak di bagian belakang, jika tidak tertarik dengan visualisasi cover di bagian depan. Begitu pula sebaliknya, visualisasi cover yang menarik, tanpa blurb yang mampu mengunci ketertarikan calon pembaca, tidak akan mampu membuat sebuah buku akhirnya terpilih, untuk kemudian dibeli, dibawa pulang, dan dibaca oleh pemuda jomblo tadi.

Referensi

Pirous, AD. 1989. Desain Grafis pada Kemasan dalam Simposium Disain Grafis. Yogyakarta: Fakultas Seni Rupa dan Disain Institut Seni Indonesia. (http://dgi-indonesia.com/desain-grafis-pada-kemasan/, diakses 19 April 2015)
Primadesi, Yona. 2005. Karakteristik Bahasa Blurb sebagai Media Promosi dalam Seminar Nasional Bahasa. (https://yonaprimadesi.wordpress.com/2011/12/08/blurb/, diakses 19 April 2015)Pujiyanto. 2014. Estetika Hegemoni : Media Lini Atas (Above the Line). Malang : Surya Pena Gemilang.Trim, Bambang. 2010. Blurb: Etalase Belakang sebuah Buku. (http://manistebu.com/2010/03/07/blurb-etalase-belakang-sebuah-buku/, diakses 19 April 2015)

about author

Dhevi Enlivena Irene Restia Mahelingga S.Sn.

198812012015021001

Balai Media dan Reproduksi (LIPI Press)

Komentar (2)

Bagaimana Reaksi Anda Tentang Blog ini?


Tinggalkan Komentar

gambar

Komentar di Facebook
jQuery cookie Style Colors Switcher