Blog Sivitas


Terkecuali bagi yang mempunyai kenangan pahit dengan virus bernama mirip, nama Trajan mungkin terdengar kurang familiar. Padahal hampir setiap orang memiliki Trajan di komputernya, terutama yang sudah terinstal software keluaran Adobe. Jika kita ingin mencari Trajan ini, biasa terletak di bawah font sejuta umat, Times New Roman. Yup, Trajan yang saya maksud adalah sejenis typefacerupa hurufatau umum dikenal khalayak ramai sebagai font dalam aplikasi komputer.

Karena nyaris ada di setiap komputer, Trajan menjadi cukup populer di kalangan desainer grafis. Bahkan bisa dikatakan sebagai font spesialis untuk tipografi judulentah itu film, poster film, serial televisi, game, hingga judul buku. Film-film besutan Holywood terkenal seperti Apollo 13, City of Angels, The Mummy, Minority Report, I Am Legend, Interview with the Vampire, hingga film terlaris kedua sepanjang masa Titanic menggunakan Trajan dalam judulnya. Tak hanya spesialis judul film, Trajan juga sering digunakan untuk tipografi judul buku, seperti novel fenomenal karya Dan Brown, The Da Vinci Code.

Dikutip dari laman wikipedia.org, font Trajan juga digunakan sebagai font resmi sejumlah universitas dunia, beberapa di antaranya The University Of Texas, Columbia University, University of Kansas, dan the Pennsylvania State University. Trajan juga digunakan sebagai logo untuk sejumlah universitas, satu di antaranya adalah the University of Melbourne, Australia.

Perancang Trajan sendiri adalah Carol Twombly, seorang tipografer perempuan asal Amerika Serikat yang juga turut merancang font Myriadfont resmi korporat dan segala produk Apple Incuntuk Adobe Systems pada tahun 1989. Font kategori serif ini dapat diklasifikasikan sebagai old stylejenis huruf bergaya lama, seperti halnya font Garamond yang sering digunakan pada body text buku-buku terbitan LIPI Press. Mengingat perkembangan tipografi sering mengambil momentum-momentum penting dalam perjalanan sejarah penciptan dan pengembangan bentuk huruf, proses kreatif font Trajan sendiri terinspirasi dari Trajans ColumnKolom Trajanpada era kekaisaran Roma yang juga merupakan asal dari nama Trajan.

Beberapa desainer grafis memberikan apresiasi tersendiri bagi font ini. Joel Friedlander memasukkan font ini di urutan ketiga dalam daftar 5 besar font untuk desain cover buku versi www.thebookdesigner.com. Trajan sendiri berada di urutan ke-77 dalam 100 font terbaik sepanjang masa versi FontShop Jerman yang pemilihannya dilakukan oleh para juri berpengalaman. Meski demikian, tak sedikit pula yang mengecam, mengingat seringnya font ini digunakan dalam tipografi karya-karya terkenal sehinga membuat pemakaian font ini selanjutnya menjadi tampak kurang orisinal.

Terlepas dari banyaknya karya dengan tipografi menggunakan Trajan dan kenyataan bahwa font ini merupakan bawaan dari perusahaan perangkat lunak populer Adobe, desain font Trajan memang terlihat elegan dan ramping. Dengan sedikit sentuhan, Trajan dapat menghasilkan olahan tipografi yang megah untuk sebuah judul karya. Pendekatan kreatifnya yang kental dengan unsur sejarah dan kekaisaran Roma yang monumentalis, menghasilkan sebuah font yang cocok untuk diaplikasikan pada karya-karya yang berkaitan dengan sejarah atau kejadian fenomenal.

Jadi tidak heran hingga detik ini, Trajan masih tetap menjadi pilihan favorit untuk tipografi judul karya populer. Dan mungkin akan tetap relevan untuk beberapa tahun ke depan.

about author

Dhevi Enlivena Irene Restia Mahelingga S.Sn.

198812012015021001

Balai Media dan Reproduksi (LIPI Press)

Komentar (0)

Bagaimana Reaksi Anda Tentang Blog ini?


Tinggalkan Komentar

gambar

Komentar di Facebook
jQuery cookie Style Colors Switcher