Blog Sivitas

Mungkin tidak ada yang tahu pasti kapan manusia mulai mengenal fenomena-fenomena yang berkaitan dengan permasalahan electromagnetic compatibility (EMC). Beberapa orang percaya bahwa permasalahan EMC mulai dikenal saat orang sadar akan bahaya petir yang menyambar sebuah gedung. Untuk menghindari bahaya tersebut mulai bermunculan sistem penangkal petir pada pertengahan abad ke-18.  Masalah lain juga muncul sejak ditemukannya generator listrik dan saluran transmisi daya listrik pada akhir abad ke-19. Fenomena hubung singkat atau konsleting yang berpengaruh pada catu daya listrik, bahaya kebakaran dan sengatan listrik ketika saluran listrik tersambar petir. Pembangkit listrik listrik mulai dilengkapi pemutus arus (circuit breaker) sedangkan peralatan listrik pada bangunan juga mulai dilengkapi dengan sekring untuk mengatasi bahaya hubung singkat. Seiring dengan perkembangan jaman, miniature circuit breakers (MCB) sebagai pemutus arus saat terjadi hubung singkat mulai digunakan sejak abad ke-20.

Gangguan atau interferensi elektromagnetik (EMI) yang berhubungan erat dengan EMC mulai dikenal militer amerika saat perang dunia pertama. Masalah EMI terasa ketika perangkat telekomunikasi mulai dipasang pada kendaraan perang untuk pertama kalinya. Busur api dari sistem pengapian, regulator dan generator pada kendaraan menghasilkan EMI yang mengganggu sistem telekomunikasi. Pada masa itu belum banyak yang mengetahui bagaimana cara menanggulangi masalah EMI. Penangulangan masalah EMI mulai dikenal luas sejak tahun 1930-an ketika Institute of Radio Engineers (IRE) menerbitkan prosiding yang memuat makalah ilmiah tentang interferensi (gangguan elektromagnetik) pada pesawat radio. US Army Signal Corps kemudian menerbitkan standar militer yang pertama pada tahun 1934 yaitu SCL-49 dengan judul “Electrical Shielding and Radio Power Supply in Vehicles”. Standar ini meperkenalkan pemasangan shielding (perisai) pada sistem pengapian, regulator, dan generator pada kendaraan untuk menekan EMI yang dihasilkan. Seiring dengan perkembangan teknologi pada tahun 1942, SCL-49 diganti dengan standar 71-1. 303 yang berjudul “Vehicular Radio Noise Suppression”.

Pengetahuan tentang fenomena gelombang elektromagnetik dan kemampuannya untuk menimbulkan gangguan mulai digunakan pada perang dunia kedua. Selain digunakan pada radar untuk mendeteksi lawan, gelombang elektromagnetik juga digunakan untuk mengganggu sistem komunikasi lawan (jaming). Pada tahun 1950–1965, masing-masing lembaga militer Amerika menetapkan sendiri standar untuk pengadaan peralatan dan sistem elektronik. Standar-standar tersebut membatasi besar EMI yang dihasilkan secara konduksi maupun radiasi tingkat kekebalan (susceptibility) terhadap gangguan elektromagnetik yang harus dimiliki oleh sistem atau peralatan militer. Baru pada tahun 1967 lahirlah MIL-STD-461 yang direvisi menjadi MIL-STD-461A pada bulan Agustus 1968 yang menyatukan persyaratan-persyaratan EMC antara angkatan darat (Army), laut (Navy), dan udara (Air Force) militer Amerika.

Selain militer, permasalahan EMC juga menjadi perhatian beberapa lembaga di dunia. Di benua Eropa, tahun 1933 di kota paris terjadi kesepakatan antara International Electrotechnical Committee (IEC) dan Union Internationale de Radiotéléphonie (UIR) untuk membentuk komite bersama dalam menangani masalah interferensi yaitu disebut CISPR (Comité International Spécial des Perturbations Radioélectriques). Fenomena interfensi yang dekeluarkan melalui terminal peralatan listrik menjadi perhatian pada awal berdirinya lembaga ini. Hingga tahun 1958 dibentuklah 8 working grups yang mulai memperhatikan permaslaahan EMC secara lebih luas antara lain interferensi dari pembangkit dan saluran tegangan tinggi, interferensi sistem pengapian, kekebalan perangkat audio dan televisi terhadap interferensi serta dampak interferensi terkait keamanan dan keselamatan.   


Sumber

Christopoulos, Christos. 2007. Principles and Techniques of Electromagnetic Compatibility, 2nd edition. Boca Raton: CRC Press.

Javor, Ken. 2008. “An Update on MIL-STD-461F”, Conformity Magazine, January 2008, (pp.24–31).

Kesselman, Warren dan Herbert Mertel. 2000. “The History of Military EMC Specifications”, IEEE EMC Society Newslatter Online, Summer.

James D. Pierce Jr. 2009. Electromagnetic Compatibility (EMC) Requirements for Military and Commercial Equipment, Caloifornia: Naval Postgraduate School

Heirman, D., Stecher, M. and Stumpers, F.L.H.M. 2010. “ History of CISPR”, In Compliance News, june 2010.  incompliancemag.com/article/history-of-cispr/

ethw.org/IEEE_Electromagnetic_Compatibility_Society_History

en.wikipedia.org/wiki/Electromagnetic_compatibility

www.emtest.com/what_is/emv-emc-basics.php


about author

Priyo Wibowo M.T.

197910142008011007

Pusat Penelitian Teknologi Pengujian

Komentar (0)

Bagaimana Reaksi Anda Tentang Blog ini?


Tinggalkan Komentar

gambar

Komentar di Facebook
jQuery cookie Style Colors Switcher