Blog Sivitas

Cukup sering saya temui kalau seseorang punya hobi atau senang membaca buku.. Ada juga yang suka membaca koran, majalah, tabloid atau jurnal dll. Yang jelas membaca adalah hobi yang sudah jamak kita dengar.. Menurut saya, orang yang punya hobi membaca adalah orang yang memiliki rasa ingin-tahu yang tinggi.. 

Dengan membaca, rasa ingin-tahu seseorang akan terpuaskan, wawasan atau perspektif berpikir juga semakin luas karena memiliki banyak referensi. Semua referensi diperoleh dari kebiasaan membaca.. Secara praktis pragmatis, dengan membaca maka pengetahuan di bidang yang dipelajari juga semakin bertambah.. Makanya orang yang suka membaca biasanya akan menjadi orang yang lebih cerdas.. Selain itu, membaca membuat kita bisa melihat dunia ini ternyata tidak sesempit daun kelor..

Namun jarang sekali, saya mendengar seseorang punya hobi menulis.. Sebuah survei kecil saya lakukan di kelas.. Ternyata hampir tidak ada mahasiswa yang senang atau hobinya menulis.. Beberapa mahasiwa mengatakan hobinya membaca, tetapi bukan menulis.. Walaupun dalam kesehariannya, mereka sering sekali menulis untuk menyelesaikan tugas kuliah, makalah, skripsi, dll.. Namun semua itu dilakukan untuk alasan praktis (disuruh dosen, nilai, syarat kelulusan), bukan karena hobi atau senang menulis.. Lalu mengapa sedikit orang yang minat menulis daripada minat membaca??

Kalau bicara tentang minat membaca, secara internasional Indonesia berada pada peringkat 60 dari 61 negara (Republika, 2016).. Hal ini berarti minat membaca bangsa ini masih rendah.. Kemampuan literasi dan minat baca masyarakat yang rendah menunjukkan orang Indonesia lebih suka mengobrol dan berdiskusi daripada membaca.. Fakta ini mungkin bisa menjawab pertanyaan bahwa kebanyakan orang sulit menulis disebabkan minat baca yang masih kurang.. 

Membaca dan menulis adalah dua kegiatan atau aktivitas yg berbeda, walaupun realitanya sangat berkaitan. Orang yang senang menulis pada umumnya punya kebiasaan membaca.. Orang yang hobinya menulis adalah pembaca yang baik. Membaca memang merupakan modal yang paling dasar bagi seorang penulis.. Ibarat memasak, bacaan adalah bahan baku yg harus disediakan untuk diolah menjadi sebuah masakan Karya tulis (Tulisan) adalah masakan yg siap untuk dihidangkan bagi pembacanya.. Kalau bahan bakunya tdk tersedia, lalu apa yang akan kita masak? Jangan" yang kita tulis adalah hoax karena kita tidak membaca.. Jadi membaca bisa dikatakan bagian dari menulis.

Nah.. Sekarang kita sudah tahu kalau menulis tidak mungkin dilakukan tanpa membaca.. Mereka adalah satu paket, satu kesatuan.. Membaca adalah modal dasar bagi penulis.. Walaupun ada juga modal lainnya yang mendukung kegiatan menulis seperti sarana/prasarana yang meliputi laptop, internet, buku, meja, ruangan, dsb.. Tanpa membaca, sarana tersebut juga tidak akan ada gunanya..

Kalau begitu, orang yg punya hobi menulis bisa DIPASTIKAN juga punya kebiasaan bahkan hobi membaca. Sebaliknya orang yang hobi membaca belum tentu dia senang atau mau menulis.. Hasil dari membaca bisa juga disalurkan melalui berbicara atau berpikir.. 

Jadi menurut saya lebih "cool" punya hobi menulis daripada sekedar membaca.. Mengapa?? Sebab seorang penulis tentu punya hobi atau kebiasaan membaca.. Jadi hemat saya, lebih tinggi derajad menulis daripada membaca..Lagipula kita sudah tahu betapa banyak manfaat dari menulis, salah satu manfaat langsung yg diperoleh adalah karyanya dibaca masyarakat luas sehingga bermanfaat untuk orang lain.. Karya tulis bersifat permanen karena menulis itu mengikat makna, sedangkan membaca hanya sebatas memahami makna.. Makanya mulai sekarang kalau ditanya apa hobimu? Jangan ragu untuk jawab "Menulis" 

about author

Dr. Darmawan Baginda Napitupulu S.T., M.Kom

197809192005021002

Pusat Penelitian Teknologi Pengujian

Komentar (0)

Bagaimana Reaksi Anda Tentang Blog ini?


Tinggalkan Komentar

gambar

Komentar di Facebook
jQuery cookie Style Colors Switcher