Blog Sivitas

Program penelitian di bidang teknologi pengujian secara khusus ditujukan untuk memberikan solusi teknis dalam identifikasi dan karakterisasi suatu produk. Solusi teknis tersebut dapat berupa adaptasi teknik pengujian yang telah ada pada produk baru, atau berupa teknik pengujian baru untuk produk baru atau yang telah ada. Jadi, kunci dari kebijakan program penelitian di bidang teknologi pengujian adalah penentuan solusi teknik pengujian berdasarkan analisis kebutuhan para stakeholders. Setelah program penelitian ditentukan, maka selanjutnya proyek-proyek penelitian dapat didefinisikan berdasarkan aspek-aspek yang dibutuhkan dalam menghasilkan solusi yang diinginkan.

Dalam pemantauan mutu dan efektivitas semua kegiatan penelitian dan pengembangan, Kemeterian Ristek Dikti telah mengeluarkan pedoman penyelenggaraan kegiatan penelitian, secara umum yaitu KNAPPP 02:2017. Dengan mengacu pada pedoman tersebut, kegiatan penelitian termasuk penelitian di bidang teknologi pengujian dapat berjalan efektif dan memiliki keluaran yang bermutu.

Risiko terbesar yang dihadapi oleh sebuah program penelitian teknologi pengujian adalah bahwa hasil program tersebut gagal untuk digunakan oleh stakeholders dalam melakukan pengujian produknya. Akibatnya adalah karakteristik keamanan, kinerja dan efikasi produk tidak dapat ditentukan. Untuk menjamin agar outcome dari program penelitian dapat tersedia untuk kemudian dimanfaatkan oleh stakeholders, terlebih dahulu keluaran dari proyek penelitian harus dapat dipastikan; melalui perencanaan dan review internal yang realistis serta pengawasan berkelanjutan.

Makna perencanaan yang realistis disini adalah bahwa proyek penelitian dapat menghasilkan keluaran yang mendukung solusi yang diharapkan oleh stakeholders. Selain itu, proyek penelitian juga mengoptimalkan seluruh sumber daya institusi yang tersedia, tanpa bersikap terlalu ambisius sehingga menghendaki penambahan sumber daya yang terlalu besar dan rentan untuk tidak dapat direalisasikan. Jadi, kunci dalam perencanaan proyek penelitian adalah pengelolaan sumber daya penelitian dengan tepat, terutama terkait aspek: (1) pendanaan, (2) peralatan, (3) sumber daya manusia (SDM), dan (4) prosedur.

Optimalisasi penggunaan sumber daya penelitian diupayakan sejalan dengan solusi yang ingin dihasilkan oleh program penelitian. Perencanaan pengadaan peralatan penelitian perlu dilakukan dengan proyeksi dua tahun ke depan untuk menghindari kevakuman kegiatan penelitian. Prediksi akan perkembangan teknologi produk adalah krusial untuk menentukan solusi yang akan ditawarkan pada stakeholders.

Aspek SDM merupakan kekuatan utama sebuah institusi penelitian. Dengan mengesampingkan sikap pragmatis, kekuatan SDM ditingkatkan melalui pendidikan bergelar dan nongelar untuk bidang yang dibutuhkan secara praktis dan diperoleh dari provider utama di bidang-bidang yang mendukung solusi yang ingin dihasilkan oleh program penelitian.

Aspek prosedur dalam penelitian adalah krusial untuk menjamin akuntabilitas proyek penelitian. Prosedur dalam proyek penelitian, dari perencanaan, review, realisasi, pengawasan, dan evaluasi, perlu disusun secara lengkap dengan tetap mempertahankan konsep kesederhanaan dalam implementasi. Konsep kesederhanaan dalam prosedur sangat penting karena dalam beberapa kasus ketidaktaatan akan prosedur dapat disebabkan karena presentasi dari prosedur yang terlalu rumit atau bakan ketidaktahuan akan keberadaan prosedur tersebut.

Efektivitas dan efisiensi merupakan kunci dalam pengelolaan sumber daya penelitian. Untuk itu, keberadaan sistem informasi dapat sangat membantu bila diimplementasikan dengan tepat. Teknologi informasi dan komunikasi yang dikombinasikan dengan database sumber daya penelitian yang terkini dan prosedur terkait proyek penelitian dapat memberikan dukungan cerdas bagi para peneliti untuk dapat memperoleh informasi terkini, berkomunikasi dengan manajemen institusi tentang perkembangan proyek, dan memperoleh keputusan terkait pengelolaan proyek penelitian. Dari sisi yang lain, manajemen institusi dapat melakukan pengawasan detik terkini atas proyek penelitian.

Akan tetapi yang terpenting dari seluruh implementasi sistem informasi tersebut adalah: kesederhanaan. Kesederhanaan dalam wujud kemudahan penggunaan suatu sistem adalah strategi dalam mengontrol risiko tidak berjalannya sistem karena kemalasan individu. Karakteristik dari kemudahan adalah dapat diakses sewaktu-waktu oleh setiap individu dengan mudah. Jadi, apapun sistem manajemen yang digunakan oleh institusi penelitian (misal: KNAPPP 02:2017), optimalisasi sumber daya penelitian tetap perlu dilakukan. Efektivitas dan efisiensi pengelolaan sumber daya penelitian dapat ditingkatkan dengan implementasi sistem informasi yang tepat. Dan yang terpenting, dengan hal tersebut semua solusi teknis dalam identifikasi dan karakterisasi suatu produk dapat dihasilkan.

about author

Ihsan Supono Ph.D

197606242003121003

Pusat Penelitian Teknologi Pengujian

Komentar (0)

Bagaimana Reaksi Anda Tentang Blog ini?


Tinggalkan Komentar

gambar

Komentar di Facebook
jQuery cookie Style Colors Switcher