Blog Sivitas

Pemanfaaatan teknologi informasi tidak terbatas pada beberapa sektor tertentu, bidang ini sangat fleksibel dan dapat membantu semua sektor agar dapat berkembang dan mencapai tujuan utama sebuah organisasi. Awalnya beberapa organisasi hanya menggunakan teknologi informasi untuk melakukan pendampingan sistem seperti keuangan, pengelolaan sumber daya manusia dan promosi. Saat ini, sebagian besar organisasi mulai memanfaatkan teknologi informasi untuk menunjang proses inti bisnis mereka. Sebagai contoh, organisasi dalam bidang pendidikan saat ini mulai memanfaatkan teknologi informasi bukan hanya sebagai penunjang organisasi melainkan membantu pengembangan proses belajar mengajar dengan sistem ujian online, pembelajaran online,dsb. Contoh lainnya yaitu perusahaan transportasi, mereka memanfaatkan teknologi informasi bukan hanya sebagai media promosi namun juga pemesanan hingga pelaporan. Berdasarkan fakta-fakta diatas, Kebun Raya juga dapat memulai pemanfaatan teknologi informasi sebagai sarana yang dapat membantu dalam pengembangan dan pencapaian tujuan utama organisasi seperti daftar biji-bijian terintegrasi, sistem edukasi konservasi berbasis game apps, dan sistem pengelolaan dan perawatan tumbuhan di kebun raya.


Kebun Raya memiliki peran yang sangat luas dalam bidang konservasi dan penelitian. Dalam hal konservasi, kebun raya dituntut untuk dapat menyelamatkan banyak tumbuhan terutama tanaman yang dalam status ternacam di IUCN. Indonesia memiliki 4 kebun raya yang dikelola oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia dan beberapa kebun raya daerah dibawah pemerintah daerah. Setiap kebun raya memiliki karakter dan ciri khas koleksi yang sesuai dengan iklim daerah tersebut, sistem informasi yang saling terintegrasi antar kebun raya di seluruh Indonesia akan menciptakan sistem informasi yang begitu kaya akan informasi botani. Bila terdapat satu koleksi mati di satu kebun raya, mereka dapat meinta dari kebun raya lain melalui sistem ini. Hal ini juga akan memudahkan proses pencarian bahan penelitian. Dengan adanya sistem informasi yang terintegrasi, proses pencarian benih, material tanaman dan informasi asal tanaman dapat dengan mudah diketahui. Dengan begitu, pengembangan sistem informasi yang terintegrasi dapat membantu peningkatan konservasi dan kualitas serta kuantitas penelitian di kebun raya.


Selain dalam penelitian dan konservasi, kebun raya juga bertanggung jawab dalam hal pengembangan pendidikan konservasi dan pariwisata. Rendahnya kesadaran generasi muda akan pentingnya konservasi dapat berdampak buruk pada masa depan alam kita. Mereka tidak akan lagi peduli dengan kondisi bumi jika tidak ada pendidikan botani yang dapat meningkatkan kesadaran generasi muda. Kebun Raya Purwodadi menginisiasi penggunaan teknologi berbasi game untuk meningkatkan minat generasi muda untuk mau mempelajari tumbuhan. Dengan mengenal lebih dalam tanaman-tanaman disekitar mereka, keinginan untuk menjaga alam diharapkan akan tumbuh. Pendidikan lingkungan identic dengan kegiatan yang membosankan dan tidak menarik bagi anak-anak. Dengan adanya teknologi informasi, pendidikan lingkungan berbasis game atau aplikasi dapat menghadirkan pengalaman dan petualangan baru bagi anak-anak dalam upaya mengenal lingkungan dan tanaman di sekitar mereka. Respon masyarakat cukup baik, sebagian besar pengguna game pendidikan lingkungan di Kebun Raya Purwodadi memberikan respon yang baik dan mendorong pengembangan teknologi ini untuk kedepannya. Dalam hal pariwisata, teknologi informasi juga dapat menjadi media ampuh untuk mempromosikan kebun raya. Media interaktif yang dapat memberikan keterangan mengenai asal dan fungsi tanaman dapat di persembahkan kepada masayarakat. Hal ini tentunya sangat menarik dan dapat meningkatkan jumlah pengunjung.


Teknologi adalah selayaknya mata pisau. Keberadaanya dapat menjadi pembangkit hal yang positif dan juga dapat mengarahkan ke hal-hal yang negative. Teknologi informasi saat ini menjadi ujung tombak dalam industry. Banyak organisasi tumbuh besar karena mereka dapat mengelola dan mengembangkan teknologi informasi untuk meraih tujuan utama organisasi. Kebun Raya sebagai ujung tombak konservasi, penelitian , pendidikan dan pariwisata harus mulai memanfaatkan teknologi informasi untuk pengembangan proses inti bisnisnya. Pemanfaatan teknologi informasi di kebun raya harus mulai naik kelas bukan hanya sebagai penunjang administrasi tapi juga berperan penting dalam pengembangan tujuan organisasi itu sendiri. Kita harus berubah dan beradaptasi menyesuaikan zaman. Kita harus berkembang dan tumbuh. Teknologi akan memudahkan kita untuk tumbuh dan berkembang. Maukah kita berusaha untuk maju?


about author

Heri Apriyanto S.Kom.

198904072010121002

Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Purwodadi

Komentar (1)

Bagaimana Reaksi Anda Tentang Blog ini?


Tinggalkan Komentar

gambar

Komentar di Facebook
jQuery cookie Style Colors Switcher