Blog Sivitas


Pengujian memiliki kata dasar “uji” yang menurut kamus besar Bahasa Indonesia memiliki arti percobaan untuk mengetahui mutu sesuatu (ketulenan, kecakapan, ketahanan dan sebagainya)[1]. Definisi tersebut sudah mewakili kata pengujian yang sesungguhnya, dan memang benar bahwa pengujian adalah percobaan untuk mengetahui mutu sesuatu. Jika dihubungkan dengan tema maka sesuatu itu adalah produk atau benda yang berhubungan dengan atau menggunakan energy listrik sebagai sumber tenaganya.


Pertanyaan berikutnya adalah bagaimana mengetahui bahwa suatu barang memiliki mutu yang baik?. Hal ini dapat dijawab dengan melakukan serangkaian percobaan terhadap benda tersebut dan kemudian membandingkan hasil percobaan dengan nilai-nilai dari suatu standar yang ditetapkan. Terkait standar untuk pengujian produk berbasis kelistrikan, Indonesia memiliki standar tersendiri yaitu Standar Nasional Indonesia (SNI) meskipun baru untuk beberapa produk saja. SNI yang saat ini ada untuk pengujian berbasis kelistrikan mengacu kepada salah satu standar yang berlaku di internasional seperti IEC (International Electrotechnical Commision). Adapun metode untuk mengadopsi standar SNI dari standar global atau regional tertuang pada pedoman standardisasi nasional (PSN 03.1:2007)[2].


Parameter pengujian suatu produk memiliki lebih dari 30 klausul. Sebagai contoh untuk pengujian keselamatan setrika listrik berdasarkan standar SNI IEC 60335-2-3:2009 terdiri dari 32 klausul dengan 27 klausul teknis[3]. Setiap klausul membahas secara teknis dan rinci terkait keselamatan setrika listrik, salah satunya adalah mengenai pemanasan. Pemanasan suatu setrika listrik dipastikan dengan menguji setiap bagian yang memungkinkan tersentuh dengan memasangkan sensor suhu pada bagian tersebut. Bagian yang di maksud dijelaskan oleh standar SNI IEC 60335-1:2009 seperti pada bagian pegangan, knob dll [4]. Setrika kemudian dinyalakan pada keadaan normal dan suhu dipantau melalui sensor yang dipasang. Kenaikan suhu dipersyaratkan pada table yang tertera pada standar, tentu dengan mempertimbangkan material yang digunakan.


Masih banyak klausul-klausul lain yang lebih teknis lagi, namun tidak akan cukup jika dituliskan dalam ulasan ini. Satu klausul diatas mungkin dapat sedikit menjelaskan bahwa untuk memastikan keamanan suatu produk harus melalui berbagai tahapan sehingga benar-benar aman. Oleh karena itu penting untuk memeriksa apakah produk yang anda gunakan sudah tertera SNI atau belum karena itu merupakan salah satu ciri bahwa suatu produk sudah melalui pengujian.    


Daftar Pustaka


[1] Kamus Besar Bahasa Indonesia, https://kbbi.web.id/uji , diakses 29 Desember 2018 jam 11:29.

[2] BSN, 2007, Adopsi Standar Internasional dan Publikasi Internasional lainnya Bagian 1: Adopsi Standar Internasional menjadi SNI.

[3] BSN, 2009, Peranti listrik rumah tangga dan sejenis – Keselamatan – Bagian 2-3: Persyaratan khusus untuk setrika listrik.

[4] BSN, 2009, Peranti listrik rumah tangga dan sejenisnya  - Keselamatan - Bagian 1 : Persyaratan Umum

about author

Prayoga Bakti M.T.

198704092008121001

Pusat Penelitian Teknologi Pengujian

Komentar (1)

Bagaimana Reaksi Anda Tentang Blog ini?


Tinggalkan Komentar

gambar

Komentar di Facebook
jQuery cookie Style Colors Switcher