Blog Sivitas

Kondisi ruangan merupakan salah satu aspek penting yang harus diperhatikan, salah satunya adalah pengaturan panas didalamnya. Panas merupakan hal yang harus diperhatikan untuk kenyamanan sebuah ruangan. Selain dalam hal kenyamanan, kondisi ruangan dengan panas terkontrol juga diperlukan halam hal pengujian. Beberapa proses pengujian keamanan sebuah produk memerlukan kondisi ruangan dengan panas tertentu. Untuk mengontrol panas tertentu di dalam ruangan, salah satunya adalah memperhatikan insulasi termal yang digunakan pada dinding ruangan tersebut. Insulasi termal ini digunakan untuk mengurangi laju perpindahan panas sehingga bisa membantu mengatur panas yang diinginkan dalam sebuah ruangan, tentunya dengan memperhatikan aspek yang lainnya.


Aliran panas dapat dikendalikan dengan proses insulasi panas ini, tergantung pada sifat material yang digunakan. Material insulasi panas ini biasanya disebut dengan isolator atau insulator. Penggunaan isolator ini bukan berarti dapat memblock laju panas, namun bisa memperkecil laju aliran panas dari kedua sisi yang dibatasi. Kemampuan untuk menghambat laju aliran panas dari suatu bahan dapat dilihat dari konduktivitas termal (k) dari suatu bahan tersebut. Konduktivitas termal menyatakan kemampuan suatu bahan dalam menghantarkan panas, sehingga isolator adalah bahan yang memiliki konduktivitas panas yang rendah.


Contoh sederhana bahan isolator disekitar kita yang dapat digunakan untuk isolator panas antara lain kayu, styrofoam, akrilik, dan glasswool. Material-matetrial tersebut juga dapat diaplikasikan untuk mengontrol panas sebuah ruangan, bisa diaplikasikan pada dinding maupun lantai ruangan.


Penelitian yang telah dilakukan, menunjukkan bahwa styrofoam lebih bagus daripada akrilik dalam menghambat laju aliran panas. Hal ini juga didukung karena styrofoam memiliki nilai konduktivitas termal yang lebih rendah dibandingkan akrilik. Pemilihan material sebagai isolator panas yang bagus harus memperhatikan aspek lain, seperti densitas dari material itu sendiri, nilai resistensi, nilai kapasitas panas spesifik (c) material, dan struktur mikro dari material tersebut.


-QL-

about author

Qudsiyyatul Lailiyah M.Si.

199101202014012001

Pusat Penelitian Teknologi Pengujian

Komentar (1)

Bagaimana Reaksi Anda Tentang Blog ini?


Tinggalkan Komentar

gambar

Komentar di Facebook
jQuery cookie Style Colors Switcher