Blog Sivitas


Alat Perlengkapan Diri (APD),

Bentuk Rasa Sayang Kita Kepada Diri Sendiri dan Keluarga


Judul diatas mungkin agak berlebihan, tapi menurut saya, itu hal yang wajar karena dalam kesibukan pekerjaan sebagai teknisi dan peneliti di Pusat Penelitian (P2) Biomaterial LIPI kita dituntut bergulat dengan pekerjaan yang memerlukan Alat Perlengkapan Diri (APD) untuk meminimalisir gangguan kesehatan dan kecelakaan kerja. Sesuai Permen Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor Per.08/Men/VII/2010 Pasal 1 menyatakan bahwa  Alat Pelindung Diri selanjutnya disingkat APD adalah suatu alat yang mempunyai  kemampuan untuk melindungi seseorang yang fungsinya mengisolasi sebagian atau seluruh tubuh dari potensi bahaya di tempat kerja. Sesuai Pasal 3, termasuk diantaranya APD meliputi pelindung kepala pelindung mata dan muka, pelindung telinga, pelindung pernapasan beserta perlengkapannya pelindung tanga, pelindung kaki, pakaian pelindung, alat pelindung jatuh perorangan dan/atau pelampung.

 APD merupakan alat yang digunakan sebagai pelindung keselamatan dan kesehatan diri kita saat kita bekerja terutama bagi person yang secara langsung berhubungan dengan berbagai alat dan bahan. APD secara langsung berkaitan erat dengan K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja). Hal tersebut berlaku juga bagi kita sebagai pegawai terutama teknisi dan peneliti di lingkungan P2 Biomaterial. Pekerjaan kita yang berhubungan dengan berbagai maacam alat dan bahan penelitian tersebut mewajibkan kita untuk selalu melengkapi diri dengan APD.

Kewajiban melengkapi diri dengan APD ini berasal dari kemauan dan kesadaran kita pribadi untuk melaksanakannya karena bagaimanapun SOP (Standar Operasional Prosedur) dan aturan terkait pelaksanaan APD telah dibuat, tanpa kemauan dan kesadaran akan susah dilaksanakan. Beberapa teknisi dan peneliti ada yang sudah melaksanakan aturan main pemakaian APD ini, namun tidak sedikit pula yang masih enggan dan menganggap remeh hal ini. Hal ini tampak jelas dikeseharian hiruk pikuk kegiatan penelitian di P2 Biomaterial. Usaha pembuatan aturan APD dan usaha saling mengingatkanpun sudah dilaksanakan, namun semua kembali ke personal masing-masing.

Contoh kecil adalah penggunaan masker. Beberapa teknisi dan peneliti masih enggan menggunakan alat ini karena masih menganggap remeh dampak yang dirasakan. Padahal, pekerjaan yang menggunakan masker ini banyak bersentuhan misalnya dengan serbuk-serbuk kayu, serbuk-serbuk besi, emisi perekat, penguapan dari cairan kimia dan lain sebagainya yang tergolong berbahaya bagi kesehatan. Memang dampaknya tidak serta- merta terlihat dalam jangka pendek, namun dalam jangka panjang dampaknya akan sangat vital.

Penulis ingin mendalami lebih jauh mengenai kesadaran pribadi masing-masing individu. Kesadaran pribadi yang saya maksudkan adalah bagaimana para pegawai yang belum atau enggan melaksanakan APD ini memahami bahwa kesehatan dan keselamatan adalah yang paling utama. Bila kesehatan dan keselamatan sudah berani digadaikan, maka banyak hal yang kurang baik akan terjadi misalnya kesehatan terganggu atau terkena cedera saat bekerja tanpa APD. Ditarik lebih jauh, hal ini akan berdampak pada produktivitas kita bekerja.

Pada akhirnya, motivasi dalam diri sendiri untuk sadar dan mau menggunakan APD adalah yang paling utama. Setidaknya kalau belum/bukan untuk diri sendiri maka pakailah APD sebagai  bentuk sayang kita untuk keluarga di rumah. Keluarga yang menaruh harapan besar pada kita sebagai tulang punggung masa depan keluarga. Mari saling mengingatkan dalam kebaikan. Semangat untuk P2 Biomaterial yang lebih baik. (Adik Bahanawan)


https://abunajmu.files.wordpress.com/2013/07/juara-2-ingat-keluarga.jpg


(Sumber Gambar : https://abunajmu.files.wordpress.com/2013/07/juara-2-ingat-keluarga.jpg)


about author

Adik Bahanawan S.Hut.

198703082015021001

Pusat Penelitian Biomaterial

Komentar (1)

Bagaimana Reaksi Anda Tentang Blog ini?


Tinggalkan Komentar

gambar

Komentar di Facebook
jQuery cookie Style Colors Switcher