Blog Sivitas


Dalam studi inovasi biasanya dibedakan antara mata kuliah yang ditujukan untuk bisnis atau publik. Pada pendahuluan profil mata kuliah terdapat pra-syarat yang harus dipenuhi untuk bisa memilih salah satu mata kuliah tersebut. Misalnya, untuk New Service and Product Development (NSPD) berisi teori, konsep dan studi kasus pada proses inovasi untuk tujuan bisnis. Namun untuk Economics Innovation and Entrepreneurship merupakan matakuliah ditujukan untuk pemahaman ekonomi evolusionari. Kelas pertama akan terdiri dari periset yang tertarik dalam pengembangan kajian pada lingkup komersial, industrialis melalui program pendidikan non-gelar berada di kelas untuk mempertajam kemampuan pengembangan produknya. Kelas pada kelompok kedua terdiri dari Mahasiswa yang mengambil mata kuliah tambahan. Tapi yang manapun yang dipilih, studi ini sangat menarik. Bukan hanya sejarah teknologi yang mampu merubah peradaban bola lampu yang ditemukan oleh Thomas Edison. Penemuan ini merubah perilaku manusia dalam melakukan kegiatan di malam hari. Konon awalnya sejumlah lampu yang dipasang di sebuah istana harus dilengkapi peringatan untuk tidak menggunakan api untuk menghidupkannya. Disis lain, kehidupan malam semakin meriah.

Sumber: http://publicdomainreview.org/2015/06/03/the-nightwalker-and-the-nocturnal-picaresque/

Inovasi pada pertanian merupakan teknologi pertama yang merubah cara hidup manusia dari food collecting menjadi food  gathering (bercocok tanam). Perubahan ini juga yang kelompok-kelompok pada masyarakat yaitu golongan bangsawan, tuan tanah, petani dan terakhir spiritual. Teknologi modifikasi genetik pertama terjadi di Göbekli Tepe dengan melekatnya bulir-bulir sejenis tanaman keluarga rumput sehingga bisa dipanen. Saat ini sebagian besar manusia bergantung pada jenis tanaman keluarga rerumputan ini dalam bentuk nasi dan roti.

Perubahan cara manusia berinovasi pada awal abad 17 dilakukan oleh individual yang bergerak dari inovasi yang dilakukan oleh hanya seorang ke sekelompok peneliti dan pada abad 20 merupakan akhir era “lone researcher” (bukan cuma lone ranger) dimana inovasi teknologi terjadi lintas disiplin ilmu dan lintas negara. Tidak ada batasan politik dan teritori dalam pengembangan inovasi teknologi.  Lipsey (1998) membagi 4 inovasi teknologi yang berperan dalam pertumbuhan ekonomi yaitu Teknologi Informasi, Material, Sistem Pergerakan, dan Transportasi. Teori dan konsepnya dikenal dengan General Purpose Technology (GPT)

Definisi

Inovasi teknologi (IvT) dijabarkan secara singkat oleh Mark Dodgson (2010) dalam Innovation: A Very Short Introduction sebagai sebuah ide yang berhasil diaplikasikan yang memiliki pengaruh terhadap kehidupan manusia. Misalnya dengan IvT dibidang pangan, pertumbuhan penduduk yang mengakuisisi wilayah pertanian dan hutan, tidak berakibat kurangnya pasokan bahan pangan untuk dunia. Riset menunjukan kekurangan pangan yang lebih banyak diakibatkan oleh faktor politik dan pendidikan masyarakat. Begitu juga dengan kemampuan telekomunikasi yang saat ini sudah mampu memberikan bentuk suara dan visual dari setiap titik (point-to-point) dengan biaya yang sangat murah dibandingkan saat aplikasi ini pertama kali digunakan pada awal 1990an.

Sebuah buku dikirim oleh Pak Tom Spurling, Mantan Manager ITDP-LIPI yang sekarang menjadi Professor of Innovation Studies, Swinburne University of Technology (https://theconversation.com/profiles/tom-spurling-146341) yang ditulis bersama Prof. Mark Dodgson Professor of Innovation Studies at UQ Business School (https://kate-dodgson-cwkt.squarespace.com/) berjudul Translating Research for Economic and Social Benefit: Country Comparison (2015) membandingkan proses inovasi pada 14 negara, antara lain China, Canada Denmark dan Jerman. Dari kajian ini memperlihatkan pentingnya pendekatan strategi dalam penguatan inovasi sebagai translasi hasil riset yang sukses. Pemahaman tersebut berlaku mirip pada negara-negara yang disandingkan. Menarik untuk dilihat cara pandang kita terhadap hasil dari kegiatan penelitian disandingkan dengan alur alih teknologi berikut:

Gambar menunjukan tiga titik penting dalam pengembangan teknologi dari ide sampai pada produk. Pada irisan pertama, misalnya adalah penelitian cloning untuk menghasilkan isomerase sucrose. Hasil ini sangat menarik dan berdampak luas pada dunia ilmiah pada bidangnya. Pada irisan ini, hasil teknologi ini akan membutuhkan usaha dan waktu yang besar jika dipaksa ditarik ke hilir menggunakan alat kesiapan teknologi atau yang lainnya oleh Penyedia Teknologi sendiri. Mungkin masuk pada level satu yang jauh dari komersialisasi. Sehingga pemaksaan penarikan berbagai hasil kajian dalam sebuah corong (funnel) menjadi tidak relevan. Hasil penelitian litbang yang ditarik ke hilir, mengalami valuasi ala litbang dan di beri merek untuk disandingkan dengan produk-produk sejenis yang dipasarkan oleh pelaku pada irisan keempat. Pada kegiatan bisa saja merupakan kegiatan low carbon emission vehicle (LCEV) atau hybrid full electric car, tapi di ruang pamer tentu terlalu jauh untuk disandingkan dengan merek-merek ATPM baik cara promosinya, distribusinya, layanan purna jualnya dan lain sebagainya.

Pada pameran teknologi yang biasanya jarang terdapat hasil kajian dengan label harga, namun dengan penerikan ke hilir ini, kejadian ini menjadi hal yang sudah biasa. Sebetulnya pada irisan keempat, ruang lingkup kegiatan Penelitian semakin kecil dan lebih banyak kegiatan Komersial. Pada irisan keempat, ukuran yang digunakan lebih pada pendekatan bisnis. Bukanlah CSIRO atapun UQ, dua buah institusi yang melakukan riset pongamia pinnata di Australia yang menjual langsung pada pengguna. Kedua institusi ini terdapat pada hulu rantai pasok dengan keterbatasan sumber daya yang melakukan proses produksi skala industri. Phyto Australia sebuah usaha kerjasama CSIRO dengan BP (British Petroleum) yang melakukan penanaman dan eksplorasi dan tentu saja di hilir sebuah produk BP di pompa besin dengan produk bernama E-10.

Sebetulnya bukan keempatbelas negara atau kita sendiri yang lain dalam operasionalisanya, Namun, tentunya kita tidak mengharapkan kera untuk pandai berenang dan ikan untuk bisa memanjat pohon.

General Purpose Technology (GPT) merupakah teknologi yang berpengaruh pada sebuah sistem ekonomi seperti symbol yang saat ini digunakan dalam aksara, pencetakan, internet, besi, roda air, tenaga uap, listrik, mesin bakar, kereta api dan kendaraan bermotor. Dengan dinamika inovasi, publikasi terakhir menempatkan blockchain sebagai salah satu bentuk GPT. Teori ini menggambarkan struktur teknologi sebentuk tampilon pohon yang terdiri dari bagian atas pohon yaitu keluasan keguaan (pevasiveness) yang ditunjang oleh cabang yaitu dinamika teknologikal (technological dynamism) dan akar yang merupakan pelengkap inovasi (innovational complementary).

Peramuan teknologi (technology interrelatedness) merupakan bagian yang penting dalam GPT. Seperti banyak diketahui bahwa sebuah alat komunikasi cerdas terdiri dari 3 buah patent utama dan ditunjang oleh lebih dari 310 paten. Paten tersebut tidak dimanfaatkan secara sendiri-sendiri. Peramuan ini yang memungkinan inovasi menjadi bermanfaat.

Techno-Economic Paradigm (TEP) yang dikembangkan oleh Freeman, Perez menyatakan bahwa perubahan pada teknologi tertentu bersumber dari perubahan struktural pada seluruh sistem ekonomi dan untuk mengembangkannya melalui siklus jangka panjang. Pandangan ini lebih populer dibanding GPT. Pandangan ini juga membagi 3 fase perekonomian yaitu factor driven economy, investment driven economy dan ketiga adalah innovation driven economy. Fase pertama terjadi jika perekonomian masih terbatas pada menggali dan menebang. Fase kedua terjadi produktivitas melalui pasar keuangan. Kedua fase akan mencapai titik datar (flat) dan akhirnya menurun. Menebang semakin luas dan menggali semakin dalam. Hanya factor driven innovation yang tidak tunduk terhadap hukum the law of diminishing marginal return (LDMR)


 Direktif, Strategis dan Operasional

Mengejar gelar Sarjana Ekonomi di Denpasar Bali menikmati keragaman masyarakat yang berkesenian. Saat Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Abuan Susut Bangli menyaksikan anak-anak yang sudah mulai pandai menari dan mengukir.  Adalah seorang Raja Tjokorda Sukawati yang mulai mengembangkan sebuah desa Seni di Pulau Dewata ini. Didirikan sanggar-sanggar seni, didatangkan Affandi dan Antonio Blanco. Perubahan terjadi pada masyarakat agraris menjadi masyarakat seni dan hingga saat ini kekentalan berkesenian terasa di Pulau ini.sampai sekarang. Direktif nya adalah menciptakan masyarakat berkesenian ditunjang oleh dukungan strategis budaya dan sosial. Pada tingkatan operasional penggiat Seni tingkat dunia ditancapkan di Bali.

Contoh lain adalah direktif untuk membangun industri Otomotif Nasional pada awal 1980an yang dilakukan melalui penguatan jejaring pada tingkat Kelembagaan dan Kementerian yang saat itu dikenal dengan interdep otomotif. Perjuangan itu tentu mendapat hambatan bukan hanya produsen otomotif besar tapi juga lembaga keuangan asing. Penyesuaian dilakukan untuk mengamankan kestabilan ekonomi pada saat itu.

Direktifnya bisa Swasembada Pangan khususnya beras. Pada tingkat strategis diukur fungsi permintaan dan penawarannya dan diciptakan program Keluarga Berencana dan Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) untuk penyesuaian permintaan beras. Diciptakan pula intensifikasi den ekstensifikasi pertanian untuk penyesuaian penawarannya. Pada operasionalnya dilakukan dengan layar tancap dan Kelompencapir.

Namun pertimbangan bahwa negara produsen akan mengerahkan seluruh upayanya untuk memenangkan persaingan. Dibuatlah lingkungan yang seolah-olah sudah terlambat untuk memulainya (too little too late). Pertimbangan penjual, jika menjual CPO, kakao atau nutmeg tanpa diproses sudah menghasilkan keuntungan, maka untuk apa untuk apa harus diproses.

Begitu juga dengan sejarah GPT yang memperlihatkan pendulum ganda yang bergerak dari atas (top down) dengan dukungan yang baik dari bawah (bottom up).

Bersama menggapai Ekonomi Inovasi

about author

Syafrizal Maludin S.E.,M.TIM.

197004112000031006

Pusat Penelitian Kebijakan dan Manajemen Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Inovasi

Komentar (1)

Bagaimana Reaksi Anda Tentang Blog ini?


Tinggalkan Komentar

gambar

Komentar di Facebook